BolaSkor.com - Barcelona akan bertamu ke markas Real Madrid pada pertandingan pekan ke-30 LaLiga 2020-2021, di Stadion Alfredo di Stefano, Minggu (11/4). Ada beberapa alasan yang membuat Barca lebih diunggulkan pada laga kali ini.

Duel El Clasico edisi kali ini turut memanaskan persaingan di papan atas. Real Madrid bercokol pada posisi ketiga dengan 63 poin, sedangkan Barca menempati peringkat kedua dengan 65 angka. Serunya, Atletico Madrid yang berada di puncak klasemen mendapatkan 66 poin.

Baca Juga:

4 Warisan Lionel Messi di El Clasico

Serba-serbi El Clasico: Bukan Derby, Asal-usul, dan Duel Pertama

6 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah El Clasico

Barcelona

Meski berstatus tim tamu pada laga nanti, tetapi Barcelona punya beberapa alasan lebih diunggulkan. Apalagi, dalam beberapa laga terakhir Barcelona sangat stabil.

Berikut lima alasan Barcelona lebih diunggulkan meraih kemenangan para El Clasico kali ini:

Kebangkitan Barcelona

Faktor pertama adalah kebangkitan Barcelona. Barca menemukan momentum untuk kembali ke jalur juara untuk musim ini.

Barcelona sempat terseok-seok pada awal musim. Lionel Messi dan kawan-kawan ditekuk tim-tim dengan kualitas lebih rendah seperti Getafe dan Cadiz. Selain itu, Barca juga gagal menang melawan tim lainnya yaitu Deportivo Alaves, Valencia, dan Eibar. Hasil itu membuat Barca keluar dari persaingan papan atas.

Namun, kini Barcelona kembali masuk dalam barisan. Barca menuai 65 poin dari 29 pertandingan atau satu angka lebih rendah dari sang pemuncak klasemen, Atletico Madrid.

Terlemparnya Barca dari Liga Champions juga memberikan keuntungan. Kini, Barca bisa menaruh fokus lebih banyak untuk LaLiga.

Taktik Ronald Koeman Mulai Berjalan

Setelah sempat menjajal beberapa formasi, kini Ronald Koeman mantap bermain dengan taktik tiga bek. Apiknya, para pemain Barcelona mulai terbiasa dengan formasi tersebut.

Bermain dengan formasi tiga bek membuat Barcelona lebih seimbang. Biasanya, Barca lemah ketika mendapatkan serangan balik.

Lini depan Barcelona juga tidak kehilangan ketajaman. Sebab, tetap ada tiga penyerang sebagai senjata mencetak gol. Pergerakan dari sektor sayap juga menjadi lebih aktif.