BolaSkor.com - Perpisahan Paulo Dybala dengan Juventus sulit dihindari. Kondisi tersebut wajib dimanfaatkan Inter Milan untuk mencoba menggaet Dybala pada musim panas mendatang.

Setelah proses perpanjangan kontrak yang alot, Dybala dan Juventus tidak juga menemui titik yang sama. Nilai gaji yang lebih rendah dari harapan diyakini menjadi penyebab utama perpanjangan kontrak gagal.

Kini, Dybala merupakan pemain berstatus bebas transfer. Ia bisa didatangkan klub peminat tanpa mengeluarkan dana transfer.

Baca Juga:

Allegri Jawab Rumor Perpecahan Ruang Ganti Juventus

Antonio Rudiger Diisukan Gabung Juventus, Fabrizio Romano Sebut Cuma Hoaks

Juventus Tak Takut Dybala Berkhianat

Satu di antara tim yang pengin mendapatkan servis Dybala adalah Inter Milan. Nerazzurri menilai, Dybala merupakan kesempatan emas yang perlu dicoba di bursa transfer.

Langkah yang diambil Inter Milan memang bisa dipahami. Setidaknya ada lima alasan kenapa Inter Milan pantang melewatkan kesempatan memboyong Paulo Dybala seperti di bawah ini:

Biaya Murah

Satu di antara alasan yang paling besar untuk Inter Milan memboyong Paulo Dybala adalah dari segi ekonomi. Sebab, Inter akan mendapatkan sang striker dengan biaya murah.

Dengan status bebas transfer yang dimiliki Dybala, Inter tidak perlu mengeluarkan uang untuk Juventus. Dengan begitu, Nerazzurri bisa fokus memberikan penawaran terbaik soal gaji kepada Dybala.

Sang striker diyakini bersedia menerima upah 10 juta euro per musim yang sudah termasuk bonus. Jika mengikat sang pemain selama lima tahun, itu artinya Inter menggelontorkan dana 50 juta euro.

Nilai tersebut terbilang kecil untuk transfer pemain dengan kualitas seperti Dybala. Sebab, jika masih terikat kontrak, harga 50 juta euro hanyalah biaya transfer saja, belum termasuk gaji.

Sudah Teruji di Italia

Mendatangkan Dybala sama saja dengan memboyong striker yang siap tampil. Dybala tidak perlu lagi beradaptasi dengan sepak bola Italia.

Selain itu, capaian Dybala juga terbilang gemilang. Ia mendulang 113 gol dan 48 assist dalam 283 pertandingan selama menggunakan seragam Juventus.

Dengan begitu, risiko Dybala gagal bersinar karena tidak bisa beradaptasi di sepak bola Italia terbilang kecil. Apalagi, ia sudah bermain di Italia sejak 2012.

Pengganti yang Cocok untuk Alexis Sanchez

Inter Milan dikabarkan akan berpisah dengan Alexis Sanchez pada akhir musim ini. Memboyong Dybala merupakan jalan yang tepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Sanchez.

Kontrak Sanchez dengan Inter Milan akan berakhir pada musim panas ini. Kabarnya, Inter tidak berniat memberikan masa bakti anyar untuk eks Arsenal tersebut.

Dengan begitu, Dybala bisa menggantikan posisi Sanchez. Selain itu, gaji Sanchez bisa dialokasikan untuk membayar upah Dybala.

Dari sisi permainan, Dybala punya kemampuan yang lebih berbahaya. Selain itu, usia Dybala yang baru 28 tahun jauh lebih muda daripada Sanchez.

Sinergi Argentina di Lini Depan

Kedatangan Dybala akan membuat Inter Milan membangun sinergi antara pemain Argentina pada lini depan. Dengan begitu, membangun hubungan antara striker menjadi lebih mudah.

Saat ini, Inter punya dua ujung tombak asal Argentina yakni Lautaro Martinez dan Joaquin Correa. Jika ditambah Dybala, sektor striker Inter akan didominasi pemain asal Argentina.

Kondisi tersebut bisa menjadi keuntungan. Sebab, para pemain sudah saling kenal dan paham cara bermain masing-masing. Apalagi, ketiganya merupakan bagian tim nasional Argentina.

Menambah Pemimpin dan Mentalitas Juara

Selain itu, Dybala juga bisa memberikan jiwa kepemimpinan dan mentalitas juara ke skuad Inter Milan. Dua faktor tersebut cukup penting selain kualitas di dalam lapangan.

Meski banyak pemain yang lebih veteran di Juventus, tetapi Dybala merupakan satu di antara kapten. Hal tersebut menjadi bukti Dybala bisa menjadi pemimpin untuk pemain lainnya.

Selain itu, Dybala juga akrab dengan gelar. Sejauh ini, ia membawa Bianconeri merengkuh 12 titel. Dengan begitu, Dybala tidak diragukan lagi punya mentalitas juara.