BolaSkor.com - Selain berjuang di papan klasemen, Manchester United juga berupaya keras memperpanjang kontrak sang gelandang, Paul Pogba. Padahal, setidaknya ada lima alasan Man United tidak perlu menahan kepergian Pogba.

Kontrak Pogba akan berakhir pada musim panas tahun depan. Man United dikabarkan terus mencari cara agar sang pemain bertahan.

Masalahnya, sejauh ini, Pogba belum mau meneken kontrak baru. Sang gelandang dilaporkan memang ingin membela klub baru.

Baca Juga:

Deretan Fakta Menarik yang Menegaskan Dominasi Man City di Old Trafford

Statistik Daniel James di Man United, Bukti Solskjaer Minim Rotasi Pemain

Jadon Sancho Buat Kesalahan Gabung Manchester United

Meski demikian, Man United tak perlu khawatir. Sebab, mempertahankan Pogba seperti dua mata pisau. Berikut ini adalah lima alasan Man United tidak perlu menahan kepergian Pogba.

Menghapus Drama

Satu di antara hal yang dekat dengan Paul Pogba adalah drama. Agen sang gelandang, Mino Raiola, kerap melancarkan pernyataan yang menyudutkan Manchester United.

Sementara itu, Pogba tidak mencoba menepis rumor yang diutarakan Raiola. Sang super agen tidak ragu menyebut sejumlah tim yang dilaporkan tertarik dengan Pogba.

Rentetan pernyataan Raiola justru membuat suporter menjadi gelisah. Sentimen negatif untuk Man United pun mulai bermunculan.

Punya Mimpi Bela Real Madrid

Paul Pogba dikabarkan memiliki mimpi membela Real Madrid di masa depan. Keinginan tersebut dianggap memberikan pengaruh kepada performa sang pemain di lapangan.

Pogba dinilai kerap kehilangan bola, salah memberikan operan, dan lelet dalam membantu pertahanan. Padahal, perannya sangat dibutuhkan pada lini kedua.

Apa yang dilakukan Pogba tersebut diyakini karena sang pemain tidak lagi menjadikan Manchester United sebagai tujuan.

Buka Jalan untuk Pemain Lain

Meski kerap tampil angin-anginan, Paul Pogba tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari Ole Gunnar Solskjaer. Andai Pogba angkat kaki, kesempatan tampil gelandang lain akan meningkat.

Memiliki Pogba dalam skuad tentunya adalah keunggulan Manchester United. Namun, penampilan sang gelandang kerap tak konsisten. Meskipun, pada sisi lain, Solskjaer terlihat seperti menutup mata.

Gelandang-gelandang lain yang kurang menit bermain seperti Donny van de Beek, Jesse Lingard, Nemanja Matic, dan Juan Mata diyakini pantas mendapatkan kesempatan unjuk gigi.

Tak Cocok dengan Formasi Man United

Ketika kembali ke Manchester United pada 2016, Pogba diharapkan membawa hal-hal besar. Namun, hubungannya dengan Jose Mourinho yang buruk membuat situasi jadi sulit.

Setelah Mourinho dipecat, Solskjaer mengambil alih tim dan memainkan formasi 4-3-3. Pogba biasanya ditempatkan pada pos gelandang kiri, meskipun tak jarang dia bermain sebagai pemain sayap kiri atau gelandang tengah.

Akan tetapi, Pogba dicap belum berhasil. Hal yang sama juga berlaku ketika Solskjaer memilih formasi 4-4-2.

Kurang Kontribusi

Satu masalah lain dari Pogba adalah kurangnya kontribusi. Sang gelandang justru beberapa kali melakukan kesahalan sehingga mengganggu ritme permainan Man United.

Pemain asal Prancis itu hanya terlibat dalam 64 gol dari 146 penampilan untuk Setan Merah di Premier League. Jumlah tersebut dianggap belum cukup.