BolaSkor.com - Proses regenerasi merupakan hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan ini termasuk di dunia sepak bola. Munculnya pemain yang merupakan anak dari mantan pesepak bola bukanlah sesuatu hal yang langka.

Di Eropa, sejumlah pemain muda yang mulai mencuat berstatus anak dari legenda yang diakui dunia. Hal itu biasanya diketahui dari nama belakang yang melekat kepada mereka.

Beberapa di antaranya coba mengikuti jejak sang ayah dengan bermain di posisi yang sama. Hal tersebut membuat kedua sosok ini kerap dibanding-bandingkan.

Baca Juga:

5 Pemain yang Membuat Dosa Besar dengan Gabung Manchester United

5 Fakta Menarik Usai Bayern Munchen Juarai Piala Super Eropa: Deja Vu Javi Martinez

5 Warisan Peninggalan Luis Suarez yang Layak dikenang Fans Barcelona

Hal tersebut kerap dialami Kasper Schmeichel atau Federico Chiesa. Mereka kesulitan lepas dari bayang-bayang nama besar sang ayah yang begitu disegani semasa bermain.

Namun tak sedikit anak dari seorang bintang sepak bola memilih bermain di posisi yang sangat bertolak belakang dari sang ayah. Hal ini bisa menjadi opsi agar mereka tak memiliki beban dalam mengembangkan kariernya.

Berikut lima anak mantan pesepak bola dengan posisi bermain yang bertolak belakang dari sang ayah:


1. Erling Haaland

Erling Haaland merupakan salah satu penyerang muda paling berbakat di Eropa saat ini. Ketajaman pemain berusia 20 tahun itu jauh di atas rata-rata.

Menariknya, ia merupakan anak kandung dari Alf-Inge Haaland. Sang ayah merupakan pesepak bola berkebangsaan Norwegia yang semasa bermain tampil sebagai gelandang bertahan atau bek tengah.

Salah satu hal yang paling diingat dari Haaland senior adalah perseteruannya dengan mantan kapten Manchester United, Roy Keane. Keduanya sempat saling mencederai satu sama lain yang dilakukan dengan sengaja.

Karakter sang ayah nampak sama sekali tak menular kepada Haaland. Ia bahkan cenderung seperti pembunuh berdarah dingin yang tenang tapi mematikan.


2. Luca Zidane

Menyandang nama belakang sang ayah menjadi sebuah beban tersendiri bagi empat anak Zinedine Zidane. Namun hal itu tak membuat Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz takut dalam meniti karier sebagai pesepak bola.

Seperti diketahui, reputasi Zidane sebagai salah satu legenda sepak bola dunia tak perlu diragukan. Ia merupakan salah satu gelandang serang terbaik sepanjang masa.

Dari semua anak Zidane, Luca menempuh jalan yang berbeda dari ketiga saudaranya. Ia memilih posisi yang sangat bertolak belakang dengan sang ayah dengan menjadi kiper.

Padahal Enzo dan Theo coba mengikuti jejak sang ayah dengan bermain sebagai gelandang. Sementara Elyaz yang masih berusia 14 tahun masih mencari posisi yang tepat meski kini lebih sering dimainkan sebagai bek sayap.

Meski memilih posisi yang bertolak belakang dari sang ayah, kemampuan Luca Zidane cukup mentereng. Ia sempat menjadi langganan timnas junior Prancis.

Saat ini Luca juga terkat kontrak dengan Real Madrid yang ditangani sang ayah. Namun ia tengah dipinjamkan ke Racing Santander untuk menambah jam terbangnya.


3. Marcus Thuram

Marcus Thuram merupakan penyerang muda berkebangsaan Prancis yang mulai mendapat sorotan. Sejak musim lalu, Ia berkarier di Bundesliga bersama Borussia Monchengladbach.

Selain itu, hal lain yang membuat namanya dibicarakan banyak orang adalah karena nama belakangnya. Ya, Marcus merupakan anak kandung dari mantan bek andalan Juventus, Lilian Thuram.

Marcus bahkan lahir di Italia pada tahun 1997. Saat itu sang ayah tengah membangun kariernya di Serie A dengan memperkuat Parma.

Meski bermain di posisi yang bertolak belakang dengan sang ayah, Thuram cukup tajam sebagai penyerang. Ia menceyak sepuluh gol dari 31 laga di Bundesliga musim lalu.


4. Daniel Maldini

Sejarah panjang AC Milan sebagai klub yang disegani di Eropa tak lepas dari kontribusi klan Maldini. Dua generasi dari keluarga ini sempat menjabat sebagai kapten tim yaitu Cesare dan Paolo.

Tradisi itu coba dilanjutkan oleh generasi ketiga lewat Daniel Maldini. Pemain berusia 18 tahun itu merupakan anak kandung dari Paolo.

Uniknya, Daniel berposisi sebagai seorang gelandang serang. Hal ini bertolak belakang dengan ayah dan kakeknya yang merupakan andalan di lini pertahanan.

Perjuangan Daniel untuk meneruskan jejak sang ayah masih sangat panjang. Saat ini ia masih berusaha untuk merebut satu tempat di tim utama Rossoneri.


5. Liam Delap

Nama Lian Delap mencuri perhatian tengah pekan ini usai menjadi penyelamat bagi Manchester City. Penyerang berusia 17 tahun itu mencetak gol pada laga debutnya dan membawa The Citizens menang atas Bournemouth di ajang Piala Liga.

Namun hal menarik lain dari Liam adalah latar belakangnya sebagai anak kandung dari Rory Delap. Sang ayah merupakan mantan pemain Stoke City yang cukup dikenal.

Secara kemampuan, Delap senior mungkin biasa saja. Kualitasnya sebagai bek sayap tak terlalu menonjol.

Namun Rory Delap punya keistimewaan saat melakukan lemparan ke dalam. Lemparan jauhnya seperti sebuah umpan silang yang kerap berbuah menjadi gol.

Keistimewaan itu nampak tidak menular kepada sang anak. Liam justru memilih menjadi penyerang.