BolaSkor.com - AC Milan akan menjalani misi sulit dalam lanjutan Serie A 2020-2021. Tim asuhan Stefano Pioli dijadwalkan bertandang ke markas Lazio di Stadio Olimpico, Selasa (27/4) pukul 01.45 dini hari WIB.

Milan wajib memenangi pertandingan ini demi menjaga peluang juaranya. Rossoneri kini masih tertinggal sepuluh poin dari Inter Milan dengan enam laga tersisa.

Namun mengalahkan Lazio bukanlah perkara gampang. Il Biancocelesti mulai menunjukkan kebangkitannya dalam dua musim terakhir.

Baca Juga:

Juventus Goda Gianluigi Donnarumma dengan Gaji Besar

Stefano Pioli Jadi Alasan Ibrahimovic Bertahan di AC Milan

Hitung-hitungan Peluang Juara Serie A 2020-2021

Saat ini Lazio duduk di peringkat keenam. Tim asuhan Simone Inzaghi tersebut masih punya peluang untuk merebut tiket Liga Champions.

Sejarah panjang juga mewarnai duel Lazio dan Milan. Kedua tim memang sempat terlibat langsung dalam perburuan gelar juara pada akhir 90-an.

Namun krisis keuangan yang melanda Lazio membuat rivalitas kedua tim mulai memudar. Masalah itu juga dimanfaatkan Milan untuk membajak sejumlah bintang tim ibu kota Italia tersebut.

Sejumlah bintang Lazio memang pernah menyeberang ke Milan meski tak semuanya dilakukan secara langsung. Berikut ini lima di antaranya:

1. Alessandro Nesta

Alessandro Nesta

Alessandro Nesta merupakan salah satu bek tengah terbaik yang pernah dimiliki Italia. Ia merupakan produk asli akademi Lazio.

Nesta melakoni debut bersama tim utama Lazio pada musim 1993-1994. Ketika itu usianya baru 17 tahun.

Tanggung jawab Nesta kian bertambah empat tahun berselang setelah dirinya ditunjuk menjadi kapten Lazio. Ia pun menjadi pujaan suporter.

Namun krisis finansial yang melanda membuat Lazio harus menjual sejumlah bintangnya pada musim panas 2002. Nesta menjadi salah satu yang harus dikorbankan.

Milan akhirnya berhasil mendapatkan Nesta dengan biaya transfer sekitar 30 juta euro. Ia mengabdi di San Siro selama satu dekade sebelum hijrah ke Major League Soccer.


2. Jaap Stam

Jaap Stam

Pada awal musim 2001-2002, Lazio mampu memboyong Jaap Stam dari Manchester United. Hal ini cukup mengejutkan karena sang pemain merupakan salah satu pemain kunci Setan Merah.

Namun konflik dengan Sir Alex ferguson membuat pemain berkebangsaan Belanda itu tak punya pilihan lain selain pergi dari Old Trafford. Lazio seolah mendapat durian runtuh karena memiliki duet bek tengah tangguh dalam diri Stam dan Nesta.

Namun awal karier Stam di Lazio tidak berjalan mulus. Ia didakwa melanggar aturan doping saat kompetisi baru berlangsung sepuluh pekan.

Akibat masalah ini, Stam harus menjalani sanksi larangan bertanding selama empat bulan. Lazio pun terpaksa mengakhiri musim dengan duduk di peringkat keenam.

Krisis finansial yang dialami Lazio tidak membuat Stam buru-buru hengkang. Ia masih bertahan di Olimpico hingga musim 2003-2004 dan sukses mempersembahkan trofi Coppa Italia.

Setelah itu, Stam mengikuti jejak Nesta untuk hijrah ke Milan. Namun ia hanya bertahan di sana selama satu setengah musim.


3. Giuseppe Favalli

Giuseppe Favalli

Giuseppe Favalli merupakan salah satu andalan Lazio di posisi bek sayap selama periode 90-an hingga awal 2000-an. Ia mampu bermain sama baiknya di sisi kanan dan kiri.

Setelah sukses mempersembahkan satu Scudetto dan tiga Coppa Italia untuk Lazio, Favalli pindah ke kota Milan pada musim panas 2004. Namun klub yang ditujunya adalah Inter.

Namun Favalli gagal merebut tempat utama di skuat Inter. Kondisi itu membuatnya berani menyeberang ke Milan dua musim berselang.

Bersama Milan, Favalli sukses meraih trofi Liga Champions 2006-2007. Ia juga mengakhiri kariernya di sana pada musim panas 2010.


4. Lucas Biglia

Lucas Biglia

Alessandro Nesta bukan satu-satunya kapten Lazio yang memilih pindah ke Milan. Lucas Biglia mengikuti jejak seniornya pada musim panas 2017.

Biglia diboyong Lazio jelang bergulirnya musim 2013-2014. Tak butuh waktu lama bagi pemain berkebangsaan Argentina itu untuk merebut tempat di skuat utama.

Pada musim 2015-2016, Biglia ditunjuk menjadi kapten Lazio. Ia menggantikan peran Stefano Mauri yang habis kontrak.

Dengan ban kapten di lengan, penampilan Biglia kian menonjol bersama Lazio. Namun hal itu membuat dirinya menjadi buruan klub-klub besar.

Milan akhirnya memenangi perburuan Biglia setelah rela mengeluarkan uang sekitar 17 juta euro. Namun karier Biglia mulai meredup seiring menurunnya prestasi Milan hingga dilepas secara gratis pada tahun 2020 kemarin.


5. Hernan Crespo

Hernan Crespo

Satu bintang Lazio lain yang menyeberang ke Milan adalah Hernan Crespo. Namun pemain berkebangsaan Argentina itu menempuh jalan berliku untuk mewujudkan hal tersebut.

Crespo merupakan penyerang andalan Lazio di awal 2000-an. Ia dibajak dari parma demi mewujudkan ambisi klub meraih Scudetto.

Namun ambisi tersebut gagal diwujudkan karena Lazio mengalami krisis finansial. Crespo terpaksa dijual ke Inter pada musim panas 2002 dengan biaya transfer mencapai 26 juta euro.

Kepindahan ini nyatanya berfek buruk bagi karier Crespo. Produktivitas golnya mulai menurun meski masih mampu menarik minat Chelsea yang baru dimiliki Roman Abramovich.

Sayangnya, Crespo kembali gagal tampil maksimal di Inggris. Chelsea kemudian meminjamkannya ke Milan pada musim 2004-2005.

Bersama Milan, performa terbaik Crespo kembali terlihat. Ia berperan penting membawa timnya melaju ke final Liga Champions meski akhirnya harus kalah dramatis dari Liverpool.

Performa apik itu membuat Chelsea tertarik memberi kesempatan kedua kepada Crespo. Milan tak punya kuasa untuk mencegah kepergian sang penyerang yang akhirnya tak kembali lagi.