BolaSkor.com - FC Barcelona merampungkan transfer pertama mereka di bursa transfer musim panas ini. Bukan nama yang populer, Blaugrana - julukan Barcelona - merampungkan transfer striker asal Brasil, Gustavo Maia.

Barcelona mengontraknya selama lima tahun (2025) dengan nilai transfer 4,5 juta euro. Barca juga memberinya klausul pembelian pada angka yang fantastis: 300 juta euro atau sekiranya 270 juta poundsterling.

"Barcelona telah mencapai kesepakatan dengan Sao Paulo untuk penandatanganan Gustavo Maia, yang akan bergabung dengan Barca B," demikian pernyataan di laman resmi Barcelona.

"Pemain Brasil itu telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2025, dengan klausul pembelian 300 juta euro. Total biaya operasi adalah 4,5 juta euro."

Baca Juga:

Presiden Barcelona Pegang Janji Lionel Messi untuk Pensiun di Camp Nou

Kehilangan Rp3,4 Triliun, Presiden Barcelona Tidak Bakal Datangkan Lautaro Martinez atau Neymar

Rekrut Wonderkid Sao Paulo, Barcelona Tetapkan Klausul Pembelian 300 Juta Euro

Klausul pembelian itu sudah memperlihatkan keyakinan Barca akan prospek masa depan Gustavo Maia. Berkaca dari pengalaman PSG (Paris Saint-Germain) yang mengeluarkan 222 juta euro untuk membeli Neymar pada 2017 wajar jika Barca menetapkan nilai tinggi untuk Maia.

Kali ini BolaSkor.com akan menjabarkan informasi menarik mengenai penilik nama lengkap Gustao Maia da Silva itu. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Gaya Main

Gustavo Maia

"Pemain internasional Brasil di level U-16 dan U-17, ia adalah penyerang cepat yang biasanya bermain di sisi kiri - meskipun ia memiliki kaki kanan yang kuat," demikian tulisan di laman resmi Barcelona soal Gustavo Maia.

Melihat informasi tersebut gaya main Gustavo Maia tidak jauh berbeda dari Neymar atau Vinicius Junior: penyerang sayap kiri cepat berkaki kanan kuat, bisa mendribel bola melewati lawan, dan mencetak gol. Wajar jika di Brasil Maia sudah dibandingkan dengan Neymar.

2. Sudah Dipantau Barcelona sejak 2018

Gustavo Maia

Barcelona sudah mengirim pemandu bakat untuk memantau Maia di Brasil sejak 2018. Tentu saja pemandu bakat Barcelona tidak sendiri karena masih ada perwakilan dari klub-klub Eropa lainnya.

Laporan pemandu bakat Barca sudah bagus sejak 2018. Pada musim 2018/19 Barca mencetak 30 gol dari 36 laga di tim muda Sao Paulo. Kini Barca akan memproyeksikannya untuk tim Barcelona B di musim 2020-21 sebelum perlahan diintegrasikan Quique Setien ke tim utama.

3. Dibentuk di Cotia

Gustavo Maia

Lahir di Brasilia, 22 Januari 2001 Gustavo Maia dibentuk di Cotia, pusat latihan modern Sao Paulo dan juga menjadi markas sementara timnas Kolombia di Piala Dunia 2014. Maia bergabung dengan akademi Sao Paulo pada usia 14 tahun.

Maia sedianya juga pernah dipanggil masuk skuat utama arahan Fernando Diniz, namun dia belum pernah bermain di tim utama. Kendati demikian berlatih bersama Alexandre Pato, Hernanes, dan legenda Barcelona, Dani Alves sudah cukup berharga untuk menambah pengalaman Maia.

4. Lebih Pendek ketimbang Lionel Messi

Lionel Messi

Megabintang Barcelona, Lionel Messi punya tinggi badan 1,7 meter (lima kaki tujuh inci) dan di masa lalu pernah disepelekan karena postur tubuhnya yang kecil. Banyak yang ragu Messi bisa sukses dengan posturnya tersebut.

Akan tapi sang pemain menepis kritikan itu dengan banyaknya rekor pribadi yang dipecahkan, meraih trofi prestisius, dan memecahkan rekor tiap musimnya. Maia bisa jadi terinspirasi olehnya.

Gustavo Maia lebih pendek dari Messi dan juga memiliki kelebihan mendribel bola. Belajar dari Messi di Barcelona bisa jadi memaksimalkan kemampuannya.

5. Juara di Level Junior

Gustavo Maia

Tujuh trofi di seluruh level usia muda Sao Paulo diraih Gustavo Maia. Bahkan di level timnas Maia sudah bermain dari U-15 hingga U-20 dengan detail: delapan gol dari 20 laga di U-15, 30 gol di U-17, dan delapan di 28 laga U-20. Semua itu dicapainya pada usia 18 tahun.

"Gustavo Maia berusia 19 tahun dan bergabung dengan Sao Paulo pada usia 14 tahun. Setelah tiga uji coba bersama klub, dia dibawa ke akademi mereka, dan sejak itu telah mencetak gol dan memenangkan tujuh trofi di semua level."

"Musim terbaiknya di depan gawang lawan terjadi pada 2018 ketika dia mencetak 30 gol dalam 36 pertandingan," tambah pernyataan di laman resmi Barca.

Gustavo Maia masih dapat diasah karena saat ini ia bak berlian muda yang perlu diasah lagi: bertalenta namun masih belum matang dan dapat dikembangkan hingga mencapai level maksimal. Barca jadi tempat yang tepat melakukannya.