BolaSkor.com - Sebuah tugas berat akan dihadapi Liverpool saat menantang Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions 2020-2021 di Anfield, Kamis (15/4) dini hari WIB. The Reds harus melakukan comeback demi merebut tiket ke semifinal.

Liverpool memang berada di situasi yang kritis saat ini. Kekalahan dengan skor 1-3 pada pertemuan pertama menjadi penyebabnya.

Hasil tersebut membuat Liverpool minimal harus menang dua gol tanpa balas di Anfield. Sebuah tugas yang sulit karena lawannya adalah Madrid.

Baca Juga:

Lawan Liverpool di Anfield, Real Madrid Terancam Tanpa Lima Pilar

Bahaya untuk Liverpool, PSG Mulai Langkah Rekrut Salah

Jamu Madrid, Klopp Berharap Kutukan Anfield Sudah Benar-benar Hilang

Namun peluang Liverpool untuk membuat keajaiban belum tertutup. Apalagi tim asuhan jurgen Klopp dikenal cukup sering melakukan comeback.

Keangkeran Anfield memang sudah sangat tercoreng musim ini. Namun di tempat inilah Liverpool pernah melakukan sejumlah comeback yang sulit dipercaya.

Berikut ini lima comeback terbaik Liverpool kala berlaga di Anfield:

1. Liverpool vs Barcelona (semifinal Liga Champions 2018-2019)

Sebuah misi nyaris mustahil dijalani Liverpool saat bersua Barcelona pada semifinal Liga Champions 2018-2019. Sadio Mane dan kawan-kawan melakukan sebuah comeback fantastis.

Peluang Liverpool untuk melaju ke final seperti sudah tertutup karena takluk 0-3 pada pertemuan pertama. Namun dewi fortuna seperti mendampingi Merseyside Merah saat melakoni leg kedua di Anfield.

Liverpool secara luar biasa mampu mencetak empat gol tanpa balas ke gawang Barcelona. Divock Origi dan Georginio Wijnaldum menjadi bintang dengan masing-masing mencetak sepasang gol.

Comeback tersebut akhirnya disempurnakan Liverpool dengan gelar juara. Mereka menaklukkan Tottenham Hotspur pada laga puncak.



2. Liverpool vs Borussia Dortmund (perempat final Liga Europa 2015-2016)

Salah satu comeback terbaik Liverpool di Anfield tersaji saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua perempat final Liga Europa 2015-2016. Kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar untuk lolos ke fase selanjutnya setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama.

Mimpi buruk seperti akan dijalani Liverpool dan para suporter setianya setelah Dortmund mampu mencetak dua gol cepat di awal pertandingan. Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang membawa tim tamu unggul 2-0 saat waktu belum genap berjalan sepuluh menit.

Liverpool menunjukkan kebangkitannya di babak kedua. Mereka mampu memperkecil kedudukan melalui aksi Divock Origi hanya tiga menit usai turun minum.

Namun perjuangan Liverpool bertambah berat setelah Marco Reus mencetak gol ketiga Dortmund pada menit ke-57. Itu artinya tim tuan rumah harus mencetak tiga gol tambahan untuk melaju ke semifinal.

Liverpool secara luar biasa mampu mewujudkan hal itu. Philippe Coutinho, Mamadou Sakho dan Dejan Lovren secara bergantian membobol gawang Dortmund.

Gol Lovren bahkan tercipta pada masa injury time. Skuat Liverpool merayakan momen ini dengan sangat emosional.



3. Liverpool vs Villarreal (semifinal Liga Europa 2015-2016)

Setelah menyingkirkan Dortmund secara dramatis, Liverpool kembali melakukan comeback saat menantang Villarreal di babak semifinal Liga Europa 2015-2016. Mental juarab skuat asuhan Jurgen klopp sudah mulai terlihat.

Liverpool harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Villarreal pada leg pertama dengan skor 0-1. Gol tunggal kemenangan tim lawan dicetak Adrien Lopez pada masa injury time.

Namun kekalahan itu sama sekali tidak merusak mental pemain Liverpool. Mereka secara perkasa mampu membalikkan kedudukan pada leg kedua.

Tak tanggung-tanggung, Villarreal dihajar tiga gol tanpa balas. Gol-gol Daniel Sturridge, Adam Lallana, dan bunuh diri Bruno Soriano mengantar Liverpool ke final.



4. Liverpool vs Olympiakos (Fase grup Liga Champions 2004-2005)

Sebelum menjuarai Liga Champions 2004-2005 dengan dramatis, Liverpool sebenarnya nyaris tersingkir di fase grup. Steven gerrard dan kawan-kawan masih tertahan di peringkat ketiga grup A jelang melakoni laga terakhir dengan menjamu Olympiakos di Anfield.

Hanya kemenangan yang bisa mengantar Liverpool ke fase gugur. Sementara Olympiakos cukup meraih hasil imbang untuk melakukan hal yang sama.

Ironisnya, Olympiakos mampu unggul lebih dulu dalam pertandingan ini. Rivaldo mampu membobol gawang Pepe Reina pada menit ke-27 dan skor 0-1 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum.

Liverpool akhirnya melakukan comeback di babak kedua. Tiga gol sumbangan Florent Sinama Pongolle, Neil Mellor dan Gerrard membalikkan keadaan menjadi 3-1.

Liverpool pun berhak lolos ke fase gugur dengan status runner up. Tim asuhan Rafael Benitez itu kemudian merangkak ke partai final sebelum mengalahkan AC Milan dengan cara yang tak kalah dramatis.



5. Liverpool vs Auxerre (Babak kedua Piala UEFA 1991)

Mundur ke tiga dekade sebelumnya, Liverpool juga melakukan sebuah comeback kala berlaga di babak kedua Piala UEFA 1991. Auxerre yang berasal dari Prancis menjadi korbannya.

Liverpool yang diperkuat deretan bintang seperti Ian Rush, Steve McMahon, hingga Bruce Grobbelaar harus takluk dengan skor 0-2 saat melakoni laga tandang pada pertemuan pertama. Hal itu membuat tugas berat menanti mereka di Anfield.

Hebatnya, Liverpool berhasil menunjukkan kelasnya sebagai salah satu raksasa Eropa. Mereka mampu menutup laga dengan kemenangan telak 3-0.

Tiga gol kemenangan Liverpool dicetak melalui penalti Jan Molby, Marsh, dan Mark Walters. Gol penentu yang diciptakan nama terakhir terjadi hanya tujuh menit sebelum waktu normal berakhir.