BolaSkor.com - Derby London di pekan dua Premier League antara Arsenal kontra Chelsea di Emirates Stadium berakhir untuk kemenangan tim tamu. The Blues mengalahkan The Gunners dengan skor 2-0, Minggu (22/08) malam WIB.

Chelsea sepenuhnya dominan dengan 65 persen penguasaan bola, melepaskan 22 tendangan dan lima tepat sasaran, sementara Arsenal dengan 35 persen penguasaan bola melepaskan enam tendangan (tiga tepat sasaran).

Dua gol Chelsea arahan Thomas Tuchel lahir dari gol Romelu Lukaku (15') dan Reece James (35'). Thomas Tuchel senang dengan jalannya pertandingan di Derby London terutamanya karena Chelsea menderita dalam mencari kemenangan.

Baca Juga:

Kebenaran Real Madrid Kantongi Klausul Buy-Back untuk Martin Odegaard

Arsenal 0-2 Chelsea: Nestapa The Gunners Berlanjut

Romelu Lukaku, Senjata Chelsea Rebut Takhta Premier League dari Man City

"Itu adalah pertandingan sepak bola yang bagus, atmosfer yang fantastis sejak awal. Kami tidak mengendalikan permainan selama 90 menit penuh. Saya pikir kadang-kadang di babak pertama kami ceroboh," tutur Tuchel kepada BBC Sport.

"Saya merasa kami memiliki kaki yang berat (letih). Jadi dalam beberapa saat, kami merasa seperti kami sedikit menderita secara fisik dan kehilangan bola dengan mudah."

"Tetapi secara umum saya sangat senang dan itu adalah kemenangan yang pantas. Dan itu adalah cara terbaik untuk memulai musim, untuk tidak kebobolan gol dan memberikan peluang."

Dari pertandingan tersebut BolaSkor.com coba merangkum fakta-fakta menarik dengan menilik referensi dari berbagai sumber. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Romelu Lukaku Lengkapi Puzzle Chelsea

Hanya butuh waktu 15 menit bagi rekrutan Chelsea sebesar 115 juta euro untuk mencetak gol di periode keduanya membela klub. Lukaku melakukan segalanya melawan Arsenal dari caranya menahan bola hingga mencetak gol.

Lukaku menahan bola seperti target man ideal, membuka ruang bagi rekan setim, dan turut mencatatkan namanya di papan skor. Dengan skuad Chelsea yang lengkap dari belakang ke depan bukan tak mungkin titel Premier League dimenangi mereka.

"Dia (Lukaku) terlihat seperti penyerang tengah Inggris klasik, tapi tidak serupa persis," ucap pandit sepak bola, Graeme Souness sebelum laga.

"Dia bisa menguasai bola, dia bisa membawa orang ke dalam permainan. Dia punya kekuatan itu dan sisi fisiknya juga, dia bisa menjaga bola dari pemain bertahan. Dia juga bisa lari di antara celah."

"Tidak ada tanda tanya tentang dia. Jika Chelsea menjaga Lukaku tetap fit, mereka bisa memenangkan Premier League. Saya hanya bisa melihat dia sukses di klub."

2. Pertahanan Masih Jadi Masalah Arsenal

Arsenal tanpa rekrutan anyar mereka seharga 50 juta poundsterling Ben Whites karena sakit. Pablo Mari dan Rob Holding yang turun bermain juga tak dapat mencatatkan clean sheets yang dibutuhkan tim.

Alhasil dari dua laga pertama Premier League Arsenal sudah kebobolan empat gol. Rapuhnya pertahanan Arsenal bukan cerita baru bagi mereka dan ini jadi masalah yang terus terjadi setiap musimnya. Tugas berat untuk Mikel Arteta membenahinya.

3. Minim Kreativitas

Bukayo Saka, Emile Smith Rowe, terlepas dari kekalahan Arsenal merupakan beberapa pemain tim yang tampil mencolok dengan kualitas individu mereka. Tapi melawan Chelsea yang memiliki tiga bek sentral dan dua gelandang, Arsenal butuh pemain kreatif.

Martin Odegaard yang direkrut kembali dari Real Madrid diharapkan bisa jadi solusi masalah tersebut, sebab Arsenal juga tak punya kreativitas itu kala kalah 0-2 dari Brentford.

4. Kedalaman Skuad Chelsea

Reece James tampil apik sebagai bek sayap kanan dengan gol dan assist-nya. Di laga itu juga Tuchel merotasi timnya dengan memainkan Lukaku sebagai starter (Timo Werner cadangan), bahkan N'Golo Kante turun dari bangku cadangan karena sebelumnya belum fit bermain.

Chelsea punya skuad yang ideal untuk mengarungi padatnya kompetisi di tiap lininya. Jangan lupakan juga nama lainnya seperti Thiago Silva, Christian Pulisic, hingga Ben Chilwell yang belum bermain di pertandingan tersebut.

5. Perbedaan Mencolok Dua Tim London

Istilah anak-anak melawan pria dewasa kembali terlihat nyata di laga ini. Arsenal di sepanjang laga 'dikontrol' oleh Chelsea dengan cara mereka mengatur ritme bermain, efisiensi bermain, hingga cara bertahan yang solid.

Belanja transfer keduanya sama-sama menyentuh angka 100 juta poundsterling di musim panas ini, tetapi terlihat jelas Chelsea lebih terencana dengan rencana mereka sementara Arsenal belum menemukan tim terbaik mereka.

Tugas pun bertambah sulit bagi Mikel Arteta karena selepas laga ini mereka akan melawan juara bertahan Premier League, Manchester City.

"Saya tidak berpikir klub (Arsenal) dalam sejarahnya telah menghadapi sesuatu seperti ini, kami harus menghadapi tantangan, liga, atau tabel tidak diputuskan pada Agustus. Hal terburuk yang dapat Anda lakukan adalah menyerah, kami tentu saja tidak akan melakukan itu," tegas Arteta.