BolaSkor.com - Jeda internasional di bulan Maret 2021 telah berakhir. Itu jadi jeda internasional terakhir sebelum Juni mendatang atau di bulan yang bertepatan dengan Piala Eropa 2020.

Dalam jeda internasional yang telah berlalu dan diwarnai keseruan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, ada cerita-cerita menarik yang sudah terjadi dalam kurun waktu tersebut dan juga pemecahan rekor.

Saat ini agenda sepak bola Eropa kembali lagi ke kompetisi liga yang akan menyelesaikan musim 2020-2021 sebelum fokus ke Piala Eropa 2020. Tak ayal jeda internasional Maret memiliki ceritanya sendiri.

Dari banyaknya cerita menarik itu BolaSkor.com telah merangkum lima di antaranya, salah satunya momen ketika Cristiano Ronaldo marah-marah. Berikut ulasan lengkapnya:

Baca Juga:

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Inggris dan Italia Sempurna, Jerman Kalah Mengejutkan

Harry Kane Torehkan Dua Rekor Baru bersama Timnas Inggris

Kualifikasi Piala Dunia 2022: 20 tahun Kesempurnaan Jerman Ternoda secara Tragis

1. Aib Jerman

Jerman kalah dari Makedonia Utara

Kejutan terjadi di laga ketiga grup J Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Jerman melawan Makedonia Utara, dua negara yang juga akan berpatisipasi di Piala Eropa 2020. Secara mengejutkan Jerman kalah 1-2 di MSV-Arena kala menjadi tuan rumah.

Dua gol Makedonia Utara dicetak Goran Pandev (45+2') dan Eljif Elmas (85') yang diperkecil penalti Ilkay Gundogan (63'). Alhasil Makedonia saat ini ada di urutan dua dan Jerman peringkat tiga dengan raihan poin enam.

Itu menjadi aib bagi Jerman yang menelan kekalahan kandang pada Kualifikasi Piala Dunia selama 20 tahun.

"Kekalahan itu sangat mengecewakan. Kami kurang bugar dan membuat kesalahan. Secara menyeluruh mengecewakan kalah di kandang," tutur Joachim Low, pelatih Jerman yang mundur dari jabatannya pasca Piala Eropa 2020 nanti.

2. Emosi Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo lempar ban kapten

Di kala Diogo Jota mencetak dua gol ke gawang Serbia, dibalas oleh gol Aleksandar Mitrovic dan Filip Kostic, laga berakhir imbang 2-2 antara Serbia dengan Portugal di Kualifikasi Piala Dunia 2022 grup A.

Pertandingan imbang tapi drama laga terjadi jelang laga bubar. Cristiano Ronaldo melepaskan tendangan dengan bola yang melewati garis gawang, lalu bola disapu oleh kapten Serbia. Masalah pun muncul setelahnya.

Itu menjadi gol hantu karena tak disahkan menjadi gol, sebab tidak ada penerapan VAR dan teknologi garis gawang. Selepas laga berakhir Ronaldo marah-marah, menerima kartu kuning dan melempar ban kapten ke tanah.

Wasit laga meminta maaf tapi momen itu sudah terjadi, memicu komentar dari figur-figur sepak bola. Sementara ban kapten Ronaldo dilelang untuk menyelamatkan nyawa anak kecil di Serbia yang sedang sakit.

3. Negara Kuat Bukan Jaminan

Turki kalahkan Belanda

Salah satu keseruan pertarungan antar sesama negara Eropa adalah kekuatan yang relatif merata, bahkan negara-negara kuat dengan sejarah sepak bola bagus tak menjamin dapat kemenangan di tiap laga.

Pada poin pertama Jerman dikalahkan oleh Makedonia Utara. Sebelumnya, Belanda besutan Frank de Boer kalah 2-4 melawan Turki, Kroasia kalah 0-1 dari Slovenia, Prancis imbang 1-1 melawan Ukraina, dan Spanyol ditahan imbang 1-1 oleh Yunani.

Kejutan-kejutan itu menjadi hiburan fans netral sepak bola Eropa. Siapa yang tidak suka dengan kejutan atau fenomena giant killing?

4. Kekuatan Danish Dynamite

Timnas Denmark

Tim arahan Kasper Hjulmand menjadi kejutan terbesar di Kualifikasi Piala Dunia 2022. 14 gol diciptakan timnas Denmark di tiga laga grup tanpa kebobolan dengan sistem rotasi (21 rotasi) di grup F. Christian Eriksen dkk duduk nyaman di puncak klasemen.

Tiga korban Denmark itu adalah Israel (2-0), Moldova (8-0), dan bahkan Austria (4-0). Tim yang disebut terakhir bukan sembarang klub karena memiliki Marcel Sabitzer dan David Alaba. Tak ayal fakta itu menjadikan Denmark sebagai kuda hitam turnamen sejauh ini.

5. Rekor Personal

Luka Modric di timnas Kroasia

Sejumlah individu juga melalui jeda internasional Maret 2021 dengan catatan personal. Striker Serbia Aleksandar Mitrovic menjadi top skorer sepanjang masa Serbia melalui 38 gol Stjepan Bobek dan kini ia sudah melesakkan 40 gol.

Lalu ada Robert Lewandowski yang menorehkan 65 gol, menjadikannya pemain ketujuh di sepak bola pria Eropa yang menorehkannya di bawah Cristiano Ronaldo, Ferenc Puskas, Sandor Kocsis, Miroslav Klose, Gerd Muller, dan Robbie Keane.

Terakhir ada juga Luka Modric yang memiliki 135 caps dengan timnas Kroasia dan menorehkan 16 gol. Itu menjadikannya penampil terbanyak Kroasia yang sudah diperkuatnya dari 2006 dan melalui rekor Darijo Srna.