BolaSkor.com - Manchester United akan melakoni laga krusial melawan Atalanta di ajang Liga Champions. Pada laga yang digelar di Stadion Old Trafford, Kamis (21/10) WIB, United wajib menang untuk menjaga peluang lolos dari Grup F.

Saat ini Manchester United ada di posisi ketiga dengan raihan tiga angka hasil dari satu kemenangan dan sekali kalah. Sedangkan Atalanta datang sebagai pimpinan klasemen dengan koleksi empat poin dari satu kemenangan dan sekali imbang.

Bagi United, laga ini penting karena tak hanya akan menjaga peluang mereka, tetapi juga melepaskan tekanan yang belakangan membebani mereka. Terlebih mereka baru saja kalah 2-4 dari Leicester di Premier League.

Baca Juga:

Jajak Pendapat Fans Man United, Mayoritas Minta Solskjaer Dipecat

Rajin Kritik, Gary Neville Akui Tak Ingin Solskjaer Dipecat

Kedatangan Cristiano Ronaldo Dianggap Tak Untungkan Juventus

Sebaliknya, Atalanta terbang ke Manchester setelah memetik kemenangan telak 4-1 atas Empoli di Serie A.

Berikut lima fakta menarik jelang laga Manchester United melawan Atalanta.

1. Manchester United dan Atalanta belum pernah bertemu di semua kompetisi. Atalanta merupakan klub Italia ketujuh yang menjadi lawan Man United di kompetisi Eropa (Fiorentina, Inter Milan, Juventus, Lazio, AC Milan, dan AS Roma)

2. Atalanta memenangkan tiga dari enam duel melawan klub asal Inggris (dua kali imbang dan sekali kalah). Mereka dua kali mengalahkan Everton pada Liga Europa 2017-18 dan menang di kandang Liverpool di Liga Champions, November 2020.

3. United memenangkan enam dari tujuh laga kandang melawan klub Italia di Liga Champions. Namun terakhir kali menjamu klub Italia, United kalah. Saat itu MU kalah 0-1 dari Juventus pada Oktober 2018.

4. Atalanta merupakan satu dari dua klub di komeptisi Eropa yang memiliki persentase kemenangan lebih dari 50 persen (67 persen: 2 dari 3). Klub lainnya adalah FC Dinamo Berlin dengan catatan yang sama.

5. Manchester United memiliki persentase kekalahan 58 persen di Liga Champions saat di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer (tujuh kekalahan dari 12 laga). Catatan ini tertinggi di antara manajer-manajer klub Inggris di ajang ini.