BolaSkor.com - Atletico Madrid besutan Diego Simeone tidak terlalu aktif di bursa transfer musim panas 2022. Namun perlahan mereka memperkuat area tertentu untuk menambah kekuatan dan pemain anyar yang direkrut menunjukkannya.

Atletico merekrut gelandang asal Belgia berusia 33 tahun, Axel Witsel, dengan status free transfer setelah kontraknya berakhir dengan Borussia Dortmund. Witsel menghadirkan pengalaman yang dibutuhkan Atletico untuk bersaing musim depan.

Pengalamannya tidak main-main karena Witsel pernah bermain di Liga Belgia, Portugal, Rusia, Cina, dan Jerman. Witsel juga punya 124 caps dengan timnas Belgia dan jadi pemain kedua dengan jumlah penampilan terbanyak.

Witsel gelandang serba bisa dengan kemampuan bertahan, membaca permainan, serta dapat melakukan transisi kala membantu serangan. Itu ideal dengan permainan Atletico Madrid yang identik dengan Simeone: kuat dalam bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Baca Juga:

Real Madrid Punya Rencana Khusus untuk Erling Haaland pada 2024

Asal-usul Nama Stadion Klub LaLiga

5 Pemain yang Sering Diincar Manchester United, tetapi Belum Juga Bergabung hingga Saat Ini

Witsel juga pernah mengalami cedera parah otot sobek pada Januari 2020 tapi ia bisa bangkit dengan motivasi yang kuat. Buktinya Witsel pulih sebelum Piala Eropa 2020 dan bisa membantu Belgia arahan Roberto Martinez mencapai perempat final.

Mentalitasnya ideal untuk Atletico dan Atletico beruntung memilikinya gratis. Menilik informasi dari rilis yang diterima BolaSkor.com dari LaLiga, berikut lima hal menarik yang mungkin belum diketahu mengenai Axel Witsel.

1. Nomor 28

Nomor punggung berbeda dimiliki oleh Witsel di timnas Belgia dan saat ini mengenakan nomor 6. Di Atletico Witsel tak memiliki nomor yang identik dengannya yakni nomor 28. Nomor itu selalu digunakannya di klub jika tersedia.

2. Futsal

Axel Witsel melalui akademi RRC Vottem, CS Vise, sebelum menembus tim utama di klub top Belgia Standard Liege. Tapi uniknya jalan karier Witsel diawali dari futsal, bukan sepak bola. Witsel terinspirasi sang ayah, Thierry, yang bermain di divisi pertama futsal Belgia. Akan tapi sang ayah memberitahunya untuk fokus sepak bola dan Witsel mendengarkan saran tersebut.

3. Kewarganegaraan

Lahir di Liege, Belgia, pada 12 Januari 1989, Witsel saat ini pemain kedua dengan caps terbanyak di timnas Belgia. Uniknya di masa lalu, Witsel bisa saja membela timnas Prancis.

Ayah Witsel, Thierry, berasal dari Martinique yang notabene adalah wilayah di seberang laut Prancis. Witsel tapi lebih memilih ke timnas Belgia. Tak terbayangkan jika ia membela Prancis dengan persaingan ketat di area tersebut, tapi bisa saja Witsel ada dalam skuad Prancis kala menjadi juara Piala Dunia 2018.

4. Ancaman Pembunuhan

Suatu momen di lapangan pertandingana berubah jadi ancaman pembunuhan. Kala masih berusia 20 tahun, Witsel melakukan tekel keras kepada Marcin Wasilewski hingga cedera pada laga Standard Liege kontra Anderlecht.

Selepas laga itu Witsel mendapatkan ancaman pembunuhan dan bahkan jendela rumahnya dilempari batu. Itu menguji mental Witsel yang pada akhirnya bertambah dewasa.

5. Gol Penalti Krusial

Terjadi pada musim 2008-2009 di Liga Pro Jupiler, Belgia. Liege ada di urutan dua dan wajib menang di markas Gent untuk mendapatkan play-off melawan pemuncak klasemen, Anderlecht.

Liege mendapatkan hadiah penalti dan Witsel menjadi eksekutor, menjalankan tugasnya dengan baik. Liege menang 1-0 dan melaju ke final yang dimainkan dua leg. Liege menang agregat gol 2-1 dan Witsel kembali mencetak gol penalti penting bagi klubnya.