BolaSkor.com - Real Madrid sukses mempecundangi Barcelona pada El Clasico jilid 1 LaLiga 2021-2022. Hasil ini tak lepas dari penampilan apik bek anyarnya, David Alaba.

Dalam laga yang berlangsung di Camp Nou, Minggu (24/10), Madrid mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1. Alaba berperan penting dalam kemenangan ini.

Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti memainkan Alaba sejak menit pertama. Pemain berkebangsaan Austria itu berduet dengan Eder Militao untuk mengawal jantung pertahanan Los Blancos.

Baca Juga:

Barcelona 1-2 Real Madrid: Blaugrana Perpanjang Nestapa di El Clasico

Ancelotti Ungkap Resep Madrid Tumbangkan Barcelona

5 Momen Paling Sering Dibicarakan Mengenai El Clasico

Barcelona yang tampil di depan publik sendiri lebih menguasai permainan. Namun El Barca kesulitan untuk membongkar pertahanan Madrid.

Barcelona tercatat hanya mampu melepaskan dua tembakan ke arah gawang sepanjang laga. Hal ini tentu tak lepas dari performa solid Alaba.

Tak hanya itu, Alaba juga memberikan kontribusi nyata dalam skema serangan Madrid. Ia sukses menjadi pencetak gol pertama di pertandingan ini pada menit ke-32.

Berawal dari kejeliannya memotong serangan Barcelona, Alaba melakukan overlap. Ia kemudian menerima umpan dengan bebas sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok gawang Marc-Andre Ter Stegen.

Momen tersebut sangat istimewa bagi Alaba. Itu merupakan gol perdananya bagi Madrid dan diciptakan pada El Clasico yang sangat bergengsi.

Gol tersebut juga membuat Madrid bermain lebih tenang. Alhasil Lucas Vazquez mampu menggandakan keunggulan tim tamu di masa injury time sebelum Sergio Aguero mencetak gol hiburan tak lama kemudian.

Tak heran jika Alaba mulai dielu-elukan suporter Madrid. Mereka seolah sudah menemukan sosok pengganti Sergio Ramos.

BolaSkor.com coba merangkum sejumlah fakta menarik terkait Alaba yang mungkin masih jarang diketahui pecinta sepak bola. Berikut ini rangkumannya:

1. Punya Garis Keturunan Filipina

David Alaba bersama orang tua dan saudara perempuannya.

Alaba merupakan bek andalan Timnas Austria. Namun ia bukanlah penduduk asli negara tetangga Swiss Tersebut.

Ayah Alaba merupakan pria berkebangsaan Nigeria. Sementara sang ibu yang berprofesi sebagai perawat berasal dari Filipina.

Alaba juga tampak sangat bangga dengan latar belakangnya tersebut. Dalam beberapa kesempatan. ia mau memasang bendera Filipina di sepatunya.


2. Putra musisi ternama Austria

David Alaba dan sang ayah

Ayah Alaba yang bernama George merupakan seorang musisi ternama di Austria. Padahal semasa muda, yang bersangkutan merupakan seorang tentara.

George awalnya ingin Alaba mengikuti jejaknya menjadi musisi. Namun sang putra lebih memilih sepak bola.

Keputusan itu kini berbuah manis. Alaba menjadi salah satu bintang sepak bola Eropa.

Fakta tersebut seharusnya membuat sang ayah tak kecewa. Apalagi saudara Alaba yang bernama Rose May akhirnya menjadi penyanyi dan penulis lagu populer di Austria.


3. Pernah Tolak Bayern Munchen

Nama Alaba pertama kali mulai dikenal publik saat memperkuat Bayern Munchen. Namun siapa sangka ia ternyata sempat menolak tawaran untuk bergabung bersama Die Roten.

Alaba bergabung ke akademi Munchen pada musim panas 2008. Saat itu usianya baru menginjak 16 tahun.

Namun Alaba sebenarnya bisa saja bergabung lebih cepat andai tak dua kali menolak lamaran Munchen. Raksasa Jerman itu memang sudah mencium bakat besarnya sejak sang pemain berlaga dalam sebuah turnamen di Manchester bersama akademi Austria Wina.

Alaba sendiri punya alasan kuat dua kali menolak Munchen. Ia tak suka dengan reputasi Munchen sebagai klub besar.

"Saya selalu membenci Bayern. Mereka memiliki perlengkapan latihan terbaik dan selalu datang ke turnamen remaja dengan bus terbaik, lalu pergi merayakannya," kata Alaba.


4. Pemain Fleksibel

Alaba kini mengemban tanggung jawab sebagai pengganti Ramos di jantung pertahanan Madrid. Namun ia bisa bermain di sejumlah posisi dengan sama baiknya.

Alaba memulai karier sebagai seorang gelandang tengah. Lalu posisinya dimundurkan menjadi gelandang bertahan saat dipinjamkan Munchen ke Hoffenheim pada 2011 silam.

Setelah kembali ke Munchen, posisi Alaba semakin mundur. Louis van Gaal mencobanya bermain di pos bek kiri dan bek tengah.

Seiring bertambahnya usia, Alaba mulai bermain reguler sebagai bek tengah. Namun naluri menyerangnya masih kerap terlihat seperti saat mencetak gol ke gawang Barcelona.


5. Pernah Ditolak Timnas Nigeria

Sebelum memperkuat Timnas Austria, Alaba ternyata sempat berpikir untuk membela Nigeria yang merupakan negara leluhur sang ayah. Namun niatnya tersebut tidak disambut dengan baik.

Federasi sepak bola Nigeria enggan mengurus berbagai persyaratan agar Alaba muda diizinkan membela Elang Super. Mereka tentu sangat menyesal sekarang.

"Saya mendapat informasi bahwa Nigeria hanya akan mempertimbangkan mereka yang berada di negara tersebut. Mungkin karena logistik perjalanan dan itu adalah akhir dari semuanya," kata Alaba.

Meski mendapat perlakuan tak menyenangkan, Alaba tampak tidak menyimpan dendam kepada Nigeria. Terbukti, ia mengibarkan bendera Nigeria saat merayakan gelar juara Liga Champions 2012-2013 di Stadion Wembley.