BolaSkor.com - Kesuksesan Timnas Spanyol lolos ke final UEFA Nations League 2021 ditandai dengan pecahnya sebuah rekor. Nama Pablo Martin Paez Gavira atau yang akrab disapa Gavi menjadi pelakunya.

Laga kontra Italia di San Siro, Kamis (7/10) dini hari WIB, memang menjadi penampilan perdana Gavi bersama Timnas senior Spanyol. Pemanggilannya ke skuat La Furia Roja bahkan sempat menimbulkan pro dan kontra.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique tampak tak ambil pusing dengan hal itu. Ia bahkan berani menurunkan Gavi sebagai starter dalam laga yang krusial ini.

Baca Juga:

Ukir Rekor, Gavi Tampil Kontra Italia bak Bermain di Taman

Debut di Timnas Spanyol, Gavi Pecahkan Rekor

Meski Unggul Jumlah Pemain, Spanyol Tak Lebih Superior dari Italia

Gavi baru berusia 17 tahun 62 hari saat tampil kontra Italia. Ia memecahkan rekor berusia 85 tahun milik Angel Zubieta.

Zubieta memang memegang rekor debutan termuda Timnas Spanyol sejak 1936. Ia melakukannya saat berusia 17 tahun 284 hari.

Hebatnya, Gavi tak merasa canggung meski berstatus debutan. Ia menandai debutnya dengan penampilan gemilang dan berperan penting membawa Tim Matador menang 2-1 untuk lolos ke final.

Tak heran jika Gavi langsung menjadi pusat perhatian. Ia dianggap talenta terbaru milik Barcelona yang siap bersinar.

Meski begitu, informasi terkait Gavi masih sangat minim. Maka dari itu BolaSkor.com coba memberikan sejumlah fhal menarik terkait dirinya yang terangkum lengkap di bawah ini:

1. Bukan putra daerah Catalunya

Gavi merupakan lulusan akademi Barcelona yang terkenal melahirkan banyak pemain berbakat. Namun dirinya bukan putra daerah Catalunya.

Gavi merupakan pemuda Andalusia yang berasal dari Los Palacios y Villafranca, Sevilla. Ia lahir ke dunia pada Agustus 2004.

Ia memulai pendidikan sepak bolanya di akademi Real Betis. Dari situ, bakatnya dalam mengolah si kulit bundar mulai tercium.


2. Rebutan klub besar Spanyol

Gavi menjadi salah satu pemain akademi Real Betis terbaik di generasinya. Ia tercatat mampu mencetak 96 gol yang merupakan sebuah angka fantastis.

Salah satu kebintangan Gavi terlihat saat akademi Betis mengikuti turnamen di Algarve, Portugal. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Usai turnamen, sejumlah klub besar Spanyol berniat membajaknya. Real Madrid, Atletico Madrid, dan Villarreal menjadi yang paling bernafsu.

Namun Gavi akhirnya memilih menerima pinangan Barcelona. El Barca memang menjadi klub impiannya.

“Dia selalu sangat menyukai Barca. Ketika tawaran (Barcelona) datang, kami tidak pergi untuk melihat Valdebebas atau fasilitas Atlético,” kata ayah Gavi, Pablo Paez kepada SER Catalunya.


3. Pengidola Isco dan Iniesta

Sebagai pemain Barcelona, Gavi mulai dibanding-bandingkan dengan para pendahulunya. Banyak orang menilainya sebagai titisan Xavi Hernandez dan David Silva.

Namun Gavi ternyata mengidolakan sosok Isco dan Andres Iniesta. Hal itu diungkapkan langsung oleh sang ayah.

“Dia selalu menyukai Isco seperti kebanyakan orang pikir. Dia juga banyak bicara tentang Iniesta," kata Pablo Paez lagi.

Gavi memang memiliki mobilitas yang sangat tinggi dalam bermain. Hal itu didukung dengan skill olah bola yang di atas rata-rata.

Bukan tidak mungkin Gavi akan berkembang menjadi seperti Isco dan Iniesta. Kedua sosok tersebut merupakan contoh gelandang kelas dunia yang dimiliki Spanyol.


4. Debutan Termuda Keempat Barcelona

Gavi berusia sebelas tahun saat pindah dari akademi Betis ke Barcelona. Hal itu terjadi pada 2015.

Itu artinya, Gavi hanya butuh waktu enam tahun untuk menembus tim utama Barcelona. Sebuah periode yang sangat singkat.

Pada Maret 2021, Gavi sudah bermain untuk Barcelona B. Padahal usianya saat itu baru berusia 16 tahun.

Gavi akhirnya melakoni debut di tim utama Barcelona lima bulan kemudian. Ia tampil sebagai pemain pengganti saat tim asuhan Ronald Koeman menang 2-1 atas Sevilla pada pekan ketiga LaLiga 2021-2022.

Gavi menjadi debutan termuda keempat dalam sejarah Barcelona. Dengan catatan 17 tahun 24 hari, ia hanya lebih tua dari Vicenc Martinez, Ansu Fati, dan Bojan Krkic.


5. Pemain Multifungsi

Gavi berposisi asli sebagai seorang gelandang serang. Namun ia bisa menjalankan beberapa peran lain dengan sama baiknya.

Bersama tim utama Barcelona, ia sudah pernah dimainkan sebagai sayap kiri, sayap kanan, gelandang kiri, hingga gelandang tengah.

Semua peran itu dijalaninya dengan baik. Hal ini juga yang membuat Gavi mendapat panggilan timnas Spanyol.

Salah satu yang menarik dari permainan Gavi adalah kengototannya. Ia tak ragu melakukan tekel keras kepada lawan.

Kemampuan ini jarang dimiliki deretan gelandang serang bernama besar. Wajar jika Gavi berpotensi menjadi salah satu yang terbaik di dunia.