BolaSkor.com - Cerita kesuksesan Jamie Vardy dengan Leicester City kala menjuarai Premier League 2015-2016 menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda, khususnya mereka yang bermimpi main di Premier League dan sukses.

Vardy yang saat ini berusia 34 tahun memperlihatkan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan determinasi dapat membantu dalam mewujudkan mimpi. Sebelum dikenal sebagai penyerang timnas Inggris (2015-2018) dan top di Premier League, Vardy bermain di klub non-liga.

Perjalanan kariernya tidak mulus langsung bermain di Premier League atau ia produk akademi klub-klub top di Inggris. Vardy bermain di Stocksbridge Park Steels, Halifax Town, Fleetwood Town, sebelum akhirnya gabung Leicester City pada 2012.

Kerja kerasnya terbayarkan dan pada akhirnya Leicester juara Premier League dan ini jadi salah satu kisah cinderella terbaik di Premier League. Maklum saja Leicester bukan unggulan juara seperti halnya duo Manchester, Chelsea, dan Liverpool.

Baca Juga:

Andai Punya Harry Kane, Manchester City Sudah Juara Premier League 2021-2022

Analisis Jurgen Klopp Mengenai Alasan Dominasi Man City di Premier League

Jadwal Mengerikan Manchester United dalam 10 Pertandingan ke Depan

Jamie Vardy

Itu sebuah contoh apabila kerja keras membuahkan hasil. Vardy menginspirasi banyak pemain muda khususnya pemain lokal. Salah satu pemain yang menapaki jalur itu adalah penyerang berusia 25 tahun Brentford, Ivan Toney.

"Dia (Toney) melakukannya dengan baik. Saya suka bahwa para pemain perlu membuktikan diri mereka terlebih dahulu, tetapi saya 100 persen yakin dia akan melakukannya," tutur pelatih Brentford, Thomas Frank.

"Jika dia terus berkembang dan melakukannya dengan baik maka saya yakin Gareth (Southgate) akan melihatnya ketika waktunya tepat dan saya pikir dia akan mendapatkan kesempatannya (membela timnas Inggris)."

Pujian dari Frank mengartikan Toney berada di jalur yang tepat dalam mengembangkan kariernya. Bagi Anda yang belum mengenal Ivan Toney, berikut informasi atau hal-hal menarik mengenainya:

1. Pemain Pinjaman

Sebelum ke Brentford pada 2020, Ivan Toney seperti halnya pemain-pemain muda lainnya banyak dipinjamkan ke klub lain. Produk akademi Northampton bermain di tim utama dari 2012 hingga 2015 sebelum ke Newcastle United.

Dengan Newcastle karier Toney banyak dihabiskan sebagai pemain pinjaman di Barsnley, Shrewsbury Town, Scunthorpe United, Wigan Atletico pada medio 2015-2018. Selama tiga tahun itu ia tak dapat memikat Newcastle untuk memainkannya.

Pada akhirnya Toney dilepas ke Peterborough United dan baru bergabung dengan Brentford. Bersama Brentford, Toney bersama promosi ke Premier League di musim 2021-2022.

2. Kelebihan sebagai Penyerang

Selebrasi gol Ivan Toney

Dengan tinggi badan enam kaki Toney memiliki kelebihan dalam duel bola udara, menjadikannya sebagai target man ideal. Kelebihannya itu digabungkan dengan kemampuannya menyelesaikan peluang.

Toney sudah mencetak dua gol dari tujuh penampilannya di Premier League musim ini. Frank mengandalkan kekuatan fisiknya di lini depan dari pemain yang mencetak 31 gol di Championship musim 2020-2021.

3. Dukungan Keluarga

Sepak bola profesional menjadi pilihan yang diambil oleh Ivan Toney. Tidak mudah melakukannya kala ia bermain di divisi bawah dengan segala kesulitan fasilitas hingga upah minim. Akan tapi kesabarannya membawanya ke tahapan saat ini.

Orang tua hingga saudari perempuannya sangat mendukung Toney. Sempat dipisahkan kala ia dipinjamkan ke klub lain, Toney kini siap membayar kepercayaan dan dukungan keluarganya, baik dari segi finansial hingga penampilan kala bertanding.

“Bagian terbesar dari kesuksesan saya sekarang, motivasi terbesar, adalah membuat keluarga saya bangga. Ketika Anda mendengar apa yang mereka korbankan, itu membuat Anda bertekad untuk melakukannya dengan baik sehingga Anda dapat membalasnya," terang Toney.

"Ibu dan ayah saya tidak pernah meminta apapun secara finansial; mereka tidak menginginkan itu."

"Mereka hanya mengatakan 'bayar kami dengan gol. Kami datang untuk mengawasimu, kami telah melakukan semua yang kami bisa agar kamu sampai di tempatmu sekarang. hari ini, jadi balaslah kami dengan gol'. Selama beberapa tahun terakhir, saya telah membayarnya dengan cukup baik.”

4. Ditakdirkan Bermain di Premier League

Direktur Sepak Bola Peterborough, Barry Fry berbicara kepada BBC Sport bahwa Toney punya ambisi jadi yang terbaik di Premier League pada posisinya.

"Dia memiliki ambisi yang membara untuk menjadi penyerang tengah terbaik di Premier League," terang Fry.

"Saya pikir dia akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikannya segera, baik dengan Brentford atau jika seseorang membayar 30 juta atau 40 juta poundsterling untuknya. Dia akan menjadi pemenang Sepatu Emas dalam beberapa tahun menurut saya."

Artikel lainnya di BBC menuturkan bahwa Toney penyerang yang dibangun untuk bermain di Premier League. Dengan caranya bermain Toney punya peluang mempopulerkan namanya di liga terbaik Eropa.

"Ketika Anda punya pemain seperti Toney di lini depan, yang dibangun untuk liga ini - dia besar, tenang, dan bisa mengoper bola - Anda memiliki peluang dan dia tampil sangat baik," ucap pandit sepak bola Alan Hutton.

5. Jadi Target Transfer Klub Top

Tottenham Hotspur pernah mengincarnya untuk jadi pelapis Harry Kane dan kabarnya Arsenal juga mengincar Ivan Toney. Dengan usia tersebut dan kualitas bermain yang layak di Premier League, wajar jika Toney diincar tim-tim top Inggris.

Di Brentford Toney tak tergantikan pada posisi utama di lini depan, tetapi bagi klub-klub top Toney pelapis ideal yang kompetitif dan bisa meningkatkan performa penyerang andalan.