BolaSkor.com - Turnamen sekaliber Piala Eropa selalu menjadi panggung spesial bagi pemain-pemain muda atau bertalenta menunjukkan aksi mereka, tidak heran jika banyak pemandu bakat menjadikan Piala Eropa bak etalase pemain.

Satu nama yang cukup menarik perhatian untuk dibahas adalah Denzel Dumfries. Pemain berusia 25 tahun menjadi Man of the Match ketika Belanda menang 3-2 atas Ukraina di laga pertama grup Piala Eropa, Senin (14/06) dini hari WIB.

Dumfries konstan menjadi momok pertahanan Ukraina di sisi kiri pertahanan (sisi kanan serangan Belanda) dan mengakhirinya dengan gol ketiga Belanda, mencetak gol pertamanya untuk timnas Belanda.

Baca Juga:

5 Hal Menarik dari Laga Pertama Grup C Piala Eropa 2020

Bintang Laga Belanda Vs Ukraina: Denzel Dumfries, Pantang Surut

Klasemen Sementara Grup C Piala Eropa 2020: Belanda Tempel Austria

Denzel Dumfries

"Itu (kemenangan Belanda atas Ukraina) merupakan momen yang luar biasa. Saya frustrasi karena ingin mencetak gol pada babak pertama, jadi sangat melegakan memiliki peluang dan menyelesaikannya dengan sempurna," ucap Dumfries di situs resmi UEFA.

"Alasan saya dapat mencetak gol karena kami terus percaya. Saya tahu akan ada lebih banyak peluang dan Anda harus siap ketika saatnya tiba. Sangat menyenangkan kami bermain di depan suporter lagi."

Kendati baru laga pertama Dumfries telah memperlihatkan talenta yang dimilikinya. Namanya tidak familiar terlepas dari adanya ketertarikan Everton. Berikut BolaSkor.com menjabarkan hal-hal menarik mengenai Denzel Dumfries:

1. Karier

Pemain kelahiran Rotterdam, 18 April 1996 produk akademi BVV Barendrecht yang bermain di tim utama Sparta Rotterdam, SC Heerenveen, dan kini memperkuat PSV Eindhoven. Pada usia 25 tahun Dumfries telah memiliki 20 caps dan satu gol untuk timnas Belanda.

Kendati baru mencicipi Eredivisie, ada potensi Dumfries bermain di salah satu liga top Eropa jika melihat talenta yang dimilikinya tersebut.

2. Pernah Membela Aruba

Lahir dari ayah yang berasal dari Aruba dan ibu Suriname, Dumfries sempat mencicipi dua caps dengan timnas senior Aruba dan di sana dia punya julukan De Stier. Aruba negara eksotik yang berafiliasi dengan Karibean.

Meski begitu bersama Aruba itulah jalan Dumfries terbuka, sebab Giovanni Franken, eks pelatih Aruba mendampingi Dumfries ke tim U-18 ADO Den Haag dan melihat talentanya sebagai bek kanan.

"Saya telah melihat Denzel sebagai bek kanan ketimbang bek tengah, sebuah posisi yang sering diperankannya di masa lalu," tambah Dumfries.

3. Berganti Agen

Ketenaran Mino Raiola sebagai agen super Eropa tampak menggoda Dumfries sampai ia berganti agen. Pilihan itu tak salah sebab Dumfries bisa 'lebih cepat' membela salah satu klub top Eropa dengannya.

Klien-klien Raiola seperti Gianluigi Donnarumma, Alessio Romagnoli, Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic telah memperlihatkan kemampuan sang agen. Cepat atau lambat Dumfries dapat bermain di klub top Eropa.

4. Hidup Sehat

Berkaca dari kehidupan sehat ayahnya, Dumfries menjalani hidup sehat dengan diet teratur pada usia 12 tahun dan mengkonsumsi sayur serta air.

"Bir sama dengan racun baginya," begitu pengakuan mantan rekan setim Dumfries, Sean Verburg kala keduanya menghabiskan enam tahun bersama di tim muda dan amatir VV Smitshoek.

Verburg bercerita kala keduanya bersama rekan setim berpesta dan bir bergulir, Dumfries menolaknya dan memberikannya kepada Verburg. Kehidupan sehatnya itu bisa membuat kariernya panjang.

5. Bek Kanan Top di Eredivisie

Pada musim 2018-2019 Dumfries mencatatkan tujuh assists dan mencetak empat gol bersama PSV di musim debutnya. Ronald Koeman, eks pelatih timnas Belanda sudah melihat talentanya itu dan membawanya ke timnas.

Memulai debut pada 2018 Dumfries sudah menjadi pilihan di sisi sayap kanan permainan Belanda. Kecepatan, presisi, naluri mencetak gol, menciptakan peluang, serta membaca permainan menjadi kemampuan yang dimiliki Dumfries. Harganya diprediksi meningkat setelah Piala Eropa 2020.

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini