BolaSkor.com - 7 Desember 2019, Borussia Monchengladbach membuat juara bertahan Bundesliga tujuh kali beruntun, Bayern Munchen, keok di Borussia-Park dalam lanjutan laga Bundesliga. Kemenangan itu tidak hanya menjaga momentum bermain tim asuhan Marco Rose, tapi juga menjadi panggung bagi Ramy Bensebaini.

Gladbach menang dengan skor 2-1 melalui dua gol yang dicetak Ramy Bensebaini di menit 60 dan 90+2' (penalti), yang diperkecil oleh gol Ivan Perisic di menit 49. Kekalahan semakin bertambah parah bagi Bayern karena Javi Martinez menerima kartu merah di menit 90.

Usai melihat laga itu, fans yang tidak mengenal Bensebaini bisa jadi berpikir ia seorang penyerang atau setidaknya gelandang serang. Namun jika Anda mencari informasi Bensebaini dari Google maka Anda akan terkejut, mengetahui fakta bahwa dia seorang bek kiri.

Baca Juga:

6 Musisi Top Penggemar Sepak Bola dan Klub Favoritnya

Akhiri Periode Minor Tanpa Kemenangan, Arsenal Menang di Laga ke-10 Kontra West Ham

Menilik ketajaman Achraf Hakimi, full-back pinjaman Real Madrid di Borussia Dortmund, maka melihat Bensebaini mencetak gol tentu bukan hal yang asing lagi. Tapi dibandingkan dengan Hakimi, nama Bensebaini tidak sepopuler produk akademi Real Madrid itu.

Ramy Bensebaini lahir di Constantine 16 April 1995. Pemain berkebangsaan Aljazair ini memulai kariernya di Paradou AC, bergabung dengan tim junior pada tahun 2008 dan memulai debutnya sebagai pemain senior di tahun 2013.

Nama Ramy Bensebaini saat ini menjadi perbincangan di dunia sepak bola berkat penampilannya yang bisa dibilang bagus. Pemandu bakat klub-klub Eropa mulai memantau namanya. BolaSkor.com coba menjabarkan sedikit informasi mengenainya, termasuk salah satunya fakta dia hampir bergabung dengan Arsenal.

1. Nyaris Bergabung dengan Arsenal pada 2015

Ramy Bensebaini

Pemain berkebangsaan Aljazair memulai kariernya bermain untuk klub Paradou AC, bergabung dengan tim junior pada tahun 2008 dan memulai debutnya sebagai pemain senior di tahun 2013.

Paradou meminjamkannya ke Lierse dan Montpellier dari medio 2014 hingga 2016. Dalam kurun waktu tersebut, Bensebaini ternyata pernah melakukan trial (uji coba) dengan klub London Utara, Arsenal, yang kala itu ditangani Arsene Wenger.

Bensebaini mengaku telah berbicara kepada Wenger. Namun pada akhirnya dia urung ke sana karena dokumen dan kewarganegaaran menjadi masalah kala itu.

"Saya menghabiskan waktu di sana (Arsenal), sebulan menjalani masa uji coba, pada 2015," tutur Bensebaini kepada Ouest France pada Maret 2019.

"Saya berlatih dengan tim utama dan saya memainkan pertandingan bersama tim cadangan. Saya telah berbicara beberapa kali dengan Arsene Wenger."

"Saya akan menandatangani kontrak bersama Arsenal, tetapi ada masalah dengan surat-surat kewarganegaraan saya. Pada akhirnya, hal itu tidak terjadi," tambah Bensebaini.

Andai Bensebaini bermain dengan Arsenal saat ini, bisa jadi klub tidak merekrut Sead Kolasinac atau Kieran Tierney (dua pemain yang juga berposisi sebagai bek kiri).

2. Karier Internasional dan Juara Piala Afrika

Ramy Bensebaini

Pada 19 Juli 2015 Bensebaini melakukan debutnya untuk timnas U-23 Aljazair dalam pertandingan kualifikasi Piala Afrika U-23 Afrika melawan Sierra Leone.

Pada November 2015, ia dipanggil untuk memperkuat tim nasional Aljazair untuk pertama kalinya untuk melakoni kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 melawan Tanzania. Sampai saat ini Bensebaini telah mencatatkan 29 caps dan mencetak tiga gol untuk timnas Aljazair.

Prestasi terbaiknya terjadi pada 2019 ketika Aljazair melaju ke final Piala Afrika 2019 dan mengalahkan Senegal, yang diperkuat Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly, dengan skor 1-0 dari gol tunggal yang dicetak Baghdad Bounedjah.

Bensebaini bermain sebagai starter di pertandingan itu dan berkontribusi membawa negaranya juara Piala Afrika untuk kali pertama sejak 1990.

3. Posisi bermain

Serba bisa menjadi kelebihan dari Bensebaini. Dia dapat berperan sebagai bek kiri atau juga bek tengah hingga gelandang bertahan.

Dengan postur tubuh yang dimiliki oleh Ramy, ia diyakini mampu mengisi posisi tersebut untuk menjaga daerahnya dari serangan pemain lawan.

"Dia bisa bermain sebagai bek kiri atau bek tengah dan membawa banyak pengalaman bersamanya sejak tiga tahun di klub Ligue 1 (dengan Rennes pada 2016-2019)," ucap Direktur Olahraga Borusia Monchengladbach, Max Eberl.

4. Awal Mula Gabung Borussia Monchegladbach

Ramy Bensebaini

Dibeli sebesar delapan juta euro pada bursa transfer musim panas lalu, Gladbach menjadikan Bensebaini sebagai bek termahal asal Aljazair. Bensebaini datang dengan segudang pengalamannya bermain dengan Stade Rennais.

Bersama Gladbach Bensebaini mengenakan nomor punggung 25. Sejauh ini dia telah memainkan total 15 pertandingan dengan torehan tiga gol dan dua assists. Delapan penampilan ditorehkannya dengan Gladbach dan perjalanannya musim ini sedikit diganggu oleh cedera.

5. Gaya Main Seperti Alex Sandro

"Dia punya banyak kualitas. Ligue 1 merupakan langkah maju dari Aljazair dan dia benar-benar berkembang sebagai pemain," tutur mantan pemain timnas Aljazair, Tarek Lazizi.

Guna menggambarkan permainan Bensebaini dengan sederhana cukup membandingkannya dengan bek kiri Juventus, Alex Sandro. Tidak hanya kuat ketika bertahan dan cepat menyisir sisi sayap, Bensebaini juga berbahaya di sepertiga pertahanan lawan.

Selain bisa mengirim umpan silang berbahaya, Bensebaini juga bisa melakukan penetrasi dan mencetak gol seperti kala ia melawan Bayern Munchen. Bensebaini juga tidak ragu melayangkan tekel untuk menghentikan lawannya.

Penulis: Riyan Rizky