BolaSkor.com - Sepak bola Eropa acapkali berputar di sirkulasi yang sama hingga reuni-reuni seringkali terjadi di tiap musimnya. Seperti Real Madrid, usai ditinggal Zinedine Zidane mereka menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih anyar.

Disebut baru pun tidak demikian, sebab pelatih berusia 61 tahun sudah pernah melatih Madrid pada medio 2013-2015 dan mempersembahkan La Decima (titel ke-10) Liga Champions. Ancelotti memutus kontraknya dengan Everton untuk kembali ke Madrid.

Madrid mengontraknya selama tiga musim dan Ancelotti senang kembali ke klub yang sudah dianggap sebagai rumahnya sendiri. Ancelotti berjanji akan memberikan segalanya untuk mempersembahkan trofi di Madrid.

Baca Juga:

Bahaya Terjebak Nostalgia Antara Real Madrid dengan Carlo Ancelotti

Menolak Lupa: Ketika Ancelotti Mencibir Ide Presiden Madrid Bikin Liga Super Eropa

Real Madrid Akan Berikan Hadiah Penyerang Baru untuk Ancelotti

Carlo Ancelotti berjabat tangan dengan Florentino Perez

"Real Madrid adalah rumah saya dan saya sangat bahagia kembali lagi ke sini," ucap Ancelotti dilansir dari Twitter resmi Madrid.

"Menangani Real Madrid merupakan tanggung jawab besar. Anda memiliki kehormatan melatih klub terbaik dunia dan tentu saja, Anda punya tanggung jawab lebih ketimbang di klub lainnya."

"Saya sepenuhnya menerima ini dan saya akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan di masa lalu - memberikan segenap kemampuan terbaik."

Skuad Madrid tidak lagi sama seperti dulu tanpa Cristiano Ronaldo, tetapi sebagian besar pemain yang pernah dilatihnya masih ada di sana seperti Luka Modric, Karim Benzema, Sergio Ramos, hingga Gareth Bale yang berpeluang kembali ke Madrid karena keberadaannya.

Pada edisi terkini BolaSkor.com akan menjabarkan lima hal menarik yang mungkin belum diketahui mengenai Carlo Ancelotti. Menilik dari rilis yang diterima dari LaLiga, berikut lima hal menarik tersebut.

1. Pemain Terbaik di Eranya

Bagi Anda yang belum mengetahuinya, Carlo Ancelotti merupakan mantan pesepak bola profesional dan berposisi sebagai gelandang. Klub-klub yang pernah dibelanya adalah Parma (1976-1979), Roma (1979-1987), dan AC Milan (1987-1992).

Ancelotti pensiun pada 1992 dan dia merupakan pemain sukses, gelandang terbaik di eranya, khususnya karena ia bagian skuad legendaris Milan besutan Arrigo Sacchi yang memenangi dua Scudetto dan dua Piala Eropa (format lama Liga Champions).

2. Tumbuh di Daerah Pertanian

Lahir di Reggiolo, Italia pada 10 Juni 1959. Reggiolo merupakan kota di antara Parma dan Bologna, tetapi Ancelotti lebih banyak menghabiskan masa kecilnya di daerah pertanian dan peternakan untuk membantu keluarganya mengurus sawah.

Keluarga Ancelotti memproduksi keju parmesan dan Ancelotti menolong keluarganya dengan memerah susu dari sapi. Selalu ada nilai yang diambil dari pengalaman hidup dan dari situ Ancelotti belajar satu hal: kesabaran.

3. Skuad Madrid Tak Asing dengannya

Periode kedua melatih Madrid dan Ancelotti akan melihat wajah-wajah lama yang sudah mengenalnya. Modric, Ramos, Benzema, Toni Kroos, Isco, Casemiro, serta Martin Odegaard mengenal karakteristik Ancelotti.

Bahkan pemain anyar Madrid David Alaba sudah mengenalnya dari masa keduanya bersama di Bayern Munchen. Hal tersebut akan memudahkan proses adaptasi Ancelotti.

4. Cameo di Star Trek

Percaya atau tidak Ancelotti pernah tampil di film fiksi ilmu pengetahuan "Star Trek" pada 2016. Ancelotti menjadi cameo usai berbicara kepada sang sutradara, Justin Lin ketika Ancelotti ke Vancouver untuk melihat lokasi syuting. Peran Ancelotti adalah ilmuwan yang memeriksa alien.

"Saya memainkan peran sebagai ilmuwan yang harus memeriksa alien," ucap Ancelotti kala itu. "Itu merupakan pengalaman yang bagus. Saya berpura-pura menganggap itu (alien) adalah Cristiano Ronaldo di depan saya!"

5. Sejarah di Depan Mata Ancelotti

Karier kepelatihan Ancelotti diwarnai kesuksesan ketika melatih Milan, Chelsea, PSG, Chelsea, Madrid (periode pertama), dan Bayern Munchen. Pengalamannya itu ditambah dengan pengalaman melatih tim lain seperti Juventus, Napoli, dan Everton.

Sejarah ada di depan mata untuk dipecahkan Ancelotti, salah satunya adalah memenangi titel LaLiga yang gagal dimenanginya di periode pertama. Jika mampu mewujudkannya dia akan jadi pelatih pertama yang memenangi titel liga di lima liga top Eropa.