BolaSkor.com - Sepak bola Belanda selalu menghasilkan bakat-bakat baru yang meregenasi pendahulunya. Berkat didikan sepak bola Belanda di bawah pengawasan KNVB regenerasi itu tak pernah berhenti.

Baru beberapa waktu lalu Ajax Amsterdam mengorbitkan Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Donny van de Beek, yang sekarang bermain di liga top Eropa, kali ini ada satu nama lain yang mencuri perhatian.

Dia adalah pemain berusia 23 tahun AZ Alkmaar Teun Koopmeiners. Kapten Alkmaar diincar oleh Liverpool yang mengantisipasi kepergian kompatriotnya Georginio Wijnaldum yang kontraknya berakhir di akhir musim.

Baca Juga:

Isi Pembicaraan Presiden Real Madrid dengan Fabinho

Kalah dari Madrid, Klopp Singgung Comeback Liverpool Kontra Barcelona

Sejarah Liverpool Vs Madrid, dari Paris hingga Pembantaian di Ukraina

Belum ada kabar perpanjangan kontrak dari mantan kapten Newcastle United tersebut. Wijnaldum juga dibidik oleh Barcelona untuk bereuni dengan pelatihnya di timnas Belanda Ronald Koeman.

Liverpool tentunya tidak sembarang mengincar pemain. Berikut BolaSkor.com jabarkan lima hal mengenai Teun Koopmeiners:

1. Kapten di Usia Muda

Koopmeiners sudah jadi kapten Alkmaar sejak usia 21 tahun

Dahulu Ruben Neves mencuri perhatian kala menjadi kapten Porto di usia 17 tahun. Hal serupa terjadi kepada Koopmeiners. Dia menjadi kapten AZ Alkmaar pada usia 21 tahun dan memimpin generasi muda lainnya seperti Owen Wijndal, Calvin Stengs, dan Myron Boadu.

Koopmeiners jadi kandidat tepat karena ia produk akademi Ajax yang sudah bermain di tim utama sejak 2017. Pengalaman sebagai kapten itu mengangkat level bermainnya secara personal.

2. Karier Internasional

Perkembangan Koopmeiners berangsur dan tidak langsung lompat level dari timnas Belanda U-17 hingga U-21. Pemanggilannya ke timnas Belanda senior juga terjadi pada 2020 di bawah arahan Frank de Boer.

Koopmeiners menjalankan debut di timnas Belanda kala timnya menang 1-0 atas Meksiko di laga uji coba. Bersama Frenkie de Jong, Van de Beek, Koopmeiners bisa jadi tulang punggung Belanda di masa depan.

3. Gaya Main

Kedewasaan dan kecerdasan bermain jadi nilai plus yang memperkuat kualitas Koopmeiners. Dia pemain berteknik dan tidak terlalu mengandalkan fisik, meski posisi aslinya gelandang bertahan.

Koopmeiners suka mengatur tempo bermain dari kedalaman, punya visi bermain bagus, dan juga dapat mencetak gol dengan kemampuannya mengambil penalti dan tendangan bebas. Statistik 30 gol dari 77 laga sudah memperlihatkan kelebihan lainnya itu.

4. Bisa Bermain di Posisi Lain

Tipikal pemain sepak bola modern yang disukai pelatih, Koopmeiners juga dapat beradaptasi cepat bermain di posisi yang berbeda. Posisi Koopmeiners aslinya gelandang bertahan, namun ia juga dapat ditempatkan sebagai bek tengah - seperti De Jong.

Tentu saja jika ada pemain lain di posisi bek tengah Koopmeiners tidak akan bermain di sana. Tapi fakta itu menambah nilai plus dari Koopmeiners.

5. Jadi Incaran Klub-klub Eropa

Pemain muda berbakat tak pernah hilang dari daftar pemuda-pemuda di pemandu bakat. Pun demikian Koopmeiners yang dikabarkan masuk radar transfer Inter Milan, Leeds United, Roma, hingga Liverpool.

Menilik ketertarikan klub-klub Eropa itu, wajar jika Liverpool juga tak mau kalah, apalagi Koopmeiners bisa menggantikan Wijnaldum langsung jika ia hengkang.