BolaSkor.com - Sejak melatih Liverpool dari 2015 Jurgen Klopp telah memegang kontrol penuh klub dari tim muda hingga tim utama, tentu saja dalam perannya sebagai manajer. Klopp memantau produk akademi yang dapat dipromosikan ke tim utama.

Sudah banyak pemain-pemain muda yang dipromosikan Klopp ke tim utama Liverpool dan diberi kans memainkan debutnya, semisalnya, Connor Randall, Sheyi Ojo, Ryan Kent, Trent Alexander-Arnold, Ben Woodburn, dan banyak lagi.

Pun demikian di musim 2021-2022. Satu nama yang mencuri perhatian itu adalah Tyler Morton. Pada laga kelima grup B Liga Champions Klopp memberinya debut Liga Champions di kandang melawan Porto.

Baca Juga:

Terima Kasih Mo Salah untuk Serie A

5 Bintang Tak Terduga dalam Sejarah Derby Merseyside

Klopp Temukan Cara Maksimalkan Kualitas Thiago Alcantara

Tyler Morton

Liverpool yang sudah lolos ke fase gugur Liga Champions menang 2-0 atas Porto dari gol Thiago dan Mohamed Salah. Morton bermain penuh di laga itu dan tampil apik dengan catatan impresif.

Dilansir dari Football Talent Scout, Morton punya catatan 41 operan bola, akurasi operan 83 persen, satu operan kunci, satu dribel sukses, memenangi dua tekel, dua kali memotong bola dari jalur bola lawan, dua sapuan bola, dan tiga kali memenangi adu duel bola udara.

"Dia (Morton) tampil dengan luar biasa hebat. Dia pemain bagus. Saya benar-benar senang untuknya karena dia menampilkan performa seperti itu," ucap Klopp memuji Morton.

Berikut BolaSkor menjabarkan sejumlah informasi atau hal-hal menarik mengenai Tyler Morton, apa saja?

1. Kagumi Steven Gerrard dan Thiago

Lahir di Wallasey, 31 Oktober 2002, Merseyside, selayaknya produk akademi lainnya Morton juga menjadikan Steven Gerrard, legenda Liverpool sebagai idolanya. Morton tumbuh sebagai fans Liverpool, bersama ayahnya dan juga saudaranya mereka pemegang tiket terusan klub di Anfield.

Tidak hanya mengagumi Gerrard di sepak bola modern Morton juga menjadikan Thiago sebagai idola, contoh untuk diikuti.

"Saat ini Thiago! (mengagumi Thiago). Sulit tak melihatnya ketika dia bermain. Terkadang, Anda menemukan diri Anda coba mengikuti hal-hal yang dilakukannya - memainkan bola di bawah kaki saya, operan tak melihat rekan, hal-hal seperti itu. Pemain yang hebat," tutur Morton.

Morton memunculkan vibe Steven Gerrard di antara fans Liverpool. Dengan permainannya yang sederhana, operan bola sederhana tapi efisien, Morton punya masa depan cerah.

2. Gaya Main

Digambarkan oleh Jack Lusby di Thisisanfield, Morton gelandang petarung yang dapat jadi gelandang box tox box: aktif kala bertahan dan juga dapat membantu serangan.

"Saya lebih seperti gelandang box to box. Saya suka melakukan tekel. Orang-orang selalu terkejut ketika mereka melihat saya melakukan tekel, tapi saya sering melihatnya! Saya tidak hanya seorang playmaker. Saya suka berpikir saya bisa sedikit melakukan segalanya," terang Morton kepada Goal.

Keberadaannya di lini tengah memberikan enerji bermain bagi Liverpool setelah kehilangan Georginio Wijnaldum ke PSG. Apalagi Morton bermain dengan pemain-pemain berpengalaman seperti Fabinho, Jordan Henderson, dan Thiago.

3. Debut

Usai teken kontrak jangka panjang bersama Liverpool pada Januari 2021, Morton memainkan debut pertama di tim utama pada laga uji coba (Juli 2021) melawan Wacker Innsbruck. Lalu pada September 2021 dia memainkan debut kompetitif dengan Liverpool di Piala Liga melawan Norwich City.

Morton menggantikan Naby Keita dan bermain di lini tengah dalam peran gelandang nomor 6 (box to box). Klopp senang dengan efisiensi bermain Morton.

"Tyler sudah jelas masuk dan jujur saja, bermain di posisi yang benar-benar bagus secara natural. Operan sederhana tapi bagus, sangat percaya diri, saya suka itu," ujar Klopp.

"Tyler, benar-benar, memberikan kami kans untuk kembali terkoneksi (dalam permainan) karena dia hanya bermain simpel, operan bola di ruang yang tepat, bertahan di ruang yang tepat."

Debutnya di Premier League terjadi pada 20 November kala Liverpool menang 4-0 atas Arsenal di Anfield. Kemudian, Klopp memainkannya penuh (juga debut) di Liga Champions kontra Porto.

4. Perkembangan Cepat di Tim Muda

Cedera sempat menganggu Morton di Liverpool U-16 dan kemudian Morton sudah berada di tim U-18. Perlahan, Morton dengan kualitas bermain dan kerja keras meranjak naik ke tim U-23 sebelum ke tim senior.

"Saya harus menemukan ritme bermain saya di U-18 karena saya mengalami cedera lutut saat di U-16 dan tidak bermain untuk mereka," kata Morton.

"Tapi saya membuat dampak dengan U 18, dan ketika Anda mulai bermain lebih banyak maka Anda menjadi lebih percaya diri pada diri sendiri. Sekarang saya telah mengambil langkah ke tim U-223, saya harus menemukan kaki saya (ritme) lagi."

Pada musim 2019-2020 Morton mencetak tiga gol dan memberikan lima assists dari 16 laga di tim muda, lalu pada 2020-2021 angka itu meningkat jadi 10 gol dan tujuh assists dari 25 laga. Dia bahkan pernah jadi kapten di tim muda.

5. Pengakuan dari Thiago

Diakui secara langsung oleh idolanya merupakan kehormatan. Itu juga yang didapat gelandang berusia 19 tahun asal Inggris dari Thiago Alcantara, selepas keduanya bersanding di satu lapangan kala melawan Porto.

"Saya suka berlatih dan bermain bersama para pemain muda, yang memiliki rasa lapar ini di awal karier mereka dan memberikan beberapa kata-kata pengajaran kepada mereka untuk membantu membuat mereka lebih cerah dan lebih baik," papar Thiago.

“Kami senang dengan Tyler. Dia pemain yang luar biasa. Dia telah berlatih bersama kami dan pantas menjadi bagian dari tim malam ini."

"Dia melakukan permainan yang luar biasa juga dan saya pikir dia akan memiliki karier yang hebat di sini di Liverpool dan di sepak bola secara umum. Kami senang memilikinya dan itu fantastis untuk bermain dengannya malam ini."

“Anda tahu bahwa dia memiliki bakat alami yang membuatnya berbeda dengan usianya. Dia memiliki jalan yang panjang, tetapi jalannya akan lebih mudah baginya karena bakatnya dan juga kecerdasannya – tidak hanya selama pertandingan, tetapi juga menontonnya."

Tak ada kecanggungan dari cara Morton bermain di laga sebesar Liga Champions, bertandem dengan Thiago, melawan gelandang-gelandang Porto seperti Mateus Uribe, Sergio Oliveira.