BolaSkor.com - Kualitas Serie A sering dianggap menurun dalam beberapa waktu terakhir. Namun, Serie A tidak kehilangan tajinya dengan bukti para alumnus yang bisa bersinar di liga lain, tak terkecuali Premier League.

Serie A kerap menjadi pilihan bagi pemain yang mulai memasuki usia senja. Gaya bermain yang lebih lambat menjadi satu di antara alasan para pemain itu memilih melanjutkan karier di Serie A.

Namun, ada beberapa pemain yang melawan arus seperti di atas. Mereka memilih Serie A sebagai destinasi pada awal karier sebelum akhirnya bersinar di liga lain seperti Premier League.

Para pemain tersebut membuktikan diri jika bisa bersaing dengan pemain-pemain yang terlebih dahulu beraksi di Premier League.

Berikut ini adalah lima jebolan Serie A yang meraih kesuksesan di Premier League:

Antonio Rudiger

Antonio Rudiger merupakan palang pintu tangguh milik Chelsea. Rupanya, sebelum memiliki cerita manis di sepak bola Inggris, pemain asal Jerman itu pernah berkarier di Italia.

Nama Rudiger mulai banyak dikenal usai tampil apik bersama VfB Stuttgart. Kemudian, AS Roma yang terpincut meminjam sang pemain sebelum memermanenkannya pada Juli 2016.

Sepak bola Italia membuat pemahaman Rudiger akan cara bertahan berkembang pesat. Bek 29 tahun itu mencatatkan 72 penampilan bersama Roma, hingga akhirnya menuju Chelsea dengan mahar 35 juta euro pada musim panas 2017.

Mateo Kovacic

Mateo Kovacic merupakan bagian dari transfer musim panas 2013 milik Inter Milan. Nerazzurri mendatangkannya dari Dinamo Zagreb dengan bermodalkan 11 juta euro.

Selama dua tahun di Inter, Kovacic menjadi satu di antara elemen penting di lini tengah. Meskipun, ia juga tidak selalu mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter.

Kovacic yang dianggap akan menjadi tulang punggung Inter Milan di masa depan pun pada akhirnya angkat kaki ke Real Madrid. Inter tak kuasa menolak tawaran 38 juta euro yang disodorkan El Real.

Kemudian, karena gagal bersaing di lini tengah Madrid, Kovacic dikirim ke Chelsea dengan status pinjaman. The Blues pun memermanenkan pemain asal Kroasia itu pada awal Juli 2019. Harga yang disepakati ketika itu adalah 45 juta euro.

Kepindahan ke Chelsea tidak membuat sinar Kovacic meredup. Ia berhasil mengulangi kesuksesan di Madrid yakni memenangi titel Liga Champions.

Marcos Alonso

Pemain berikutnya juga datang dari Chelsea yakni Marcos Alonso. Sebelum bersinar bersama The Blues, bek 31 tahun itu pernah berjuang bersama Fiorentina.

Setelah gagal menembus tim utama Real Madrid, Marcos Alonso memilih berkarier di Bolton Wanderers. Namun, karena ingin naik kelas dan merasakan kompetisi yang lebih kompetitif, Alonso memilih Fiorentina sebagai destinasi berikutnya.

Bersama La Viola, pemain kelahiran Spanyol itu mencatatkan 85 penampilan. Dari kesempatan itu, Alonso mengemas lima gol dan tujuh assist.

Pada saat itu juga kemampuan Alonso bermain sebagai gelandang kiri mulai berkembang. Sebab, Fiorentina kerap menggunakan taktik tiga bek.

Mohamed Salah

Pemain yang satu ini menjadi satu di antara alumnus Serie A dengan prestasi paling berkilau di Premier League. Mohamed Salah menuai berbagai gelar dan rekor pribadi selama membela panji Liverpool.

Sebelum mencapai tangga kesuksesan itu, Salah pernah membela dua klub Serie A yakni Fiorentina dan AS Roma. Total, Salah mendulang 35 gol dan 22 assist dalam 81 laga Serie A.

Menariknya, sebelum berkembang di Italia, Salah merupakan pemain yang tidak terpakai di Chelsea. Kemampuan sang striker baru terlihat ketika mendapatkan jam terbang cukup yang diberikan klub-klub Italia.

Bruno Fernandes

Bruno Fernandes memiliki tugas untuk membangun serangan Manchester United. Rupanya, jauh sebelum itu, pemain asal Portugal tersebut pernah menjadi pilar Udinese dan Sampdoria.

Bahkan, klub yang pertama kali memboyong Bruno Fernandes dari Portugal adalah Novara pada musim panas 2012. Kemudian, Fernandes melebarkan sayapnya dengan tampil membela Udinese dan Sampdoria.

Selama berkarier di Serie A, Bruno Fernandes menorehkan 119 penampilan dengan catatan 15 gol dan 14 assist. Meski demikian, namanya belum banyak dikenal saat itu.

Kemudian, Bruno Fernandes memilih mudik ke kampung halaman dengan memperkuat Sporting CP. Setelah itu, barulah pada bursa transfer musim dingin 2020 sang gelandang dibeli Manchester United seharga 63 juta euro.