BolaSkor.com - Merger atau peleburan menjadi satu bukan hal yang baru lagi dalam dunia sepak bola. Merger dua atau tiga klub menjadi satu klub acapkali menjadi sukses dalam jangka waktu panjang.

Sukses itu relatif: bisa sukses dalam artian bertahan lama bermain di liga teratas dengan konsisten atau sukses meraih trofi. Beberapa klub di Eropa bisa jadi tak diketahui banyak penikmat sepak bola merupakan hasil merger.

Satu di antara klub itu bahkan sangat sukses dan dominan menjadi kekuatan di Prancis. Apa klub tersebut? berikut BolaSkor.com menjabarkan secara lengkap lima klub di Eropa yang merupakan hasil merger:

Baca Juga:

5 Hal yang Mungkin Tidak Anda Ketahui Mengenai Derby della Capitale

Masa Depan Neymar di PSG Positif, Mbappe Masih Tanda Tanya

Masa Depan Mbappe di PSG Bisa Bikin Monaco Raup Rp596 Miliar

1. PSG (Paris Saint-Germain)

PSG

Saat ini dikenal sebagai klub top dari Prancis yang mulai menunjukkan kekuatannya di Eropa. PSG juga dihuni skuad bertabur bintang seperti Kylian Mbappe, Neymar, Mauro Icardi, dan Angel Di Maria.

Nama PSG semakin terangkat di Eropa setelah diakuisi oleh Nasser Al-Khelaifi pada 2011. Jika Anda melihat PSG sebagai klub yang berdiri sendiri sejak awal maka itu tak benar.

Pasalnya PSG adalah hasil peleburan dua klub, Paris FC dan Stade Saint-Germain pada Agustus 1970. PSG memenangi titel Ligue 2 dan promosi ke Ligue 1 di musim pertama.

Akan tapi pada 1972 keduanya berpisah. PSG tetap ada namun Paris FC berdiri sendiri. Nasib keduanya berbeda: PSG sempat di divisi tiga dan kemudian naik kembali hingga ke Ligue 1 dan Paris FC berkutat di divisi bawah.

Sejak saat itu PSG terus berdiri sebagai klub yang terkenal dari Paris dan menghidupkan atmosfer kota yang juga Ibu Kota Prancis tersebut.

2. Newcastle United

Newcastle United

Klub bersejarah Inggris hingga dijadikan film berjudul "Goal". Newcastle United adalah hasil merger antara Newcastle West End dan Newcastle East End pada 1892. Sebelum dimerger keduanya adalan rival pada 1889.

Berawal dari kesulitan West End yang kemudian diambilalih East End, stadion milik West End St James Park kemudian menjadi milik East End. Saat ini dikenal sebagai stadion ikonik milik Newcastle United.

The Magpies naik turun di divisi bawah Inggris sebelum perlahan membangun konsistensi di Premier League. Medio 1990-an menjadi era-era bersejarah Newcastle di Premier League kala masih diperkuat legenda klub seperti Alan Shearer.

3. Fiorentina

Fiorentina

Anggota Fasis Nasional Luigi Ridolfi melebur CS Firenze dan PG Libertas pada 1926 dengan dua tujuan alasan. Satu dengan harapan klub dari Florence menjadi rival-rival kuat di Italia dan dominan di Utara Barat Italia.

Lalu yang kedua adalah penemuan Calcio Fiorentina, leluhur dari sepak bola modern dan rugby yang dimainkan oleh anggota keluara Medici.

Lambat laun Fiorentina membangun kekuatan hingga mencapai Serie A pada 1931, sempat bangkrut dan turun kasta pada 2002, kemudian kembali lagi ke Serie A pada 2005 dan konsisten bermain di liga teratas sepak bola Italia.

4. FC Koln

FC Koln

Menjadi kekuatan utama di awal didirikannya FC Koln yang notabene hasil merger Kolner BC dan Spielvereinigung 1907 Koln-Sulz pada 1948, setelah Perang Dunia II.

Pada 1963 Koln salah satu dari 16 tim original yang bermain di Bundesliga dan di musim perdana liga itu mereka menjadi juara. Koln kekuatan utama dan klub tersukses di Jerman Barat pada awal Bundesliga berdiri.

Akan tapi pada medio 2000 sampai saat ini Koln menjadi tim 'yoyo' yang naik turun di divisi bawah sepak bola Jerman dan juga di Bundesliga.

5. AS Roma

Roma

Klub terkenal dari Italia yang juga memiliki basis fans di dunia. Menelurkan nama-nama ikonik produk akademi setempat seperti Francesco Totti, Daniele De Rossi, dan Alessandro Florenzi. AS Roma juga salah satu kebanggaan Ibu Kota Italia selain Lazio.

AS Roma juga hasil merger. Bukan dua klub tapi tiga yakni: Roman FC, SS Alba-Audace, dan Fortitudo-Pro Roma SGS. Ketiganya adalah tiga klub tua di Italia.

Legenda Italia Italo Foschi adalah sosok yang menggabungkan ketiga klub tersebut. Tujuannya agar Roma memiliki klub yang dapat bersaing dengan klub-klub kuat lainnya di Italia. Tujuan itu tercapai.

Roma menjadi kuda hitam persaingan Scudetto atau juga empat besar alias zona Liga Champions. Il Giallorossi sudah memenangi tiga titel Serie A sejauh ini.