BolaSkor.com - Tak banyak yang menyangka Islandia bisa jauh melangkah pada Piala Eropa 2016. Kini, ada sejumlah tim yang berpotensi menjadi kuda hitam pada empat tahun berselang, mengikuti jejak Islandia.

Islandia melaju hingga perempat final sebelum akhirnya ditekuk Prancis. Catatannya cukup luar biasa yakni menyingkirkan Inggris pada babak 16 besar.

Tentunya, pada Piala Eropa 2020 pun terdapat sejumlah tim yang layak dilabeli sebagai kuda hitam. Meski materi pemain tidak terlalu berkilau dibanding para raksasa, tetapi siap bertarung sejauh mungkin.

Baca Juga:

Hasil Laga Uji Coba Internasional: Belanda Pesta Gol, Inggris Menang

Skuad Lengkap Grup B Piala Eropa 2020

7 Pemain Kinclong yang Tidak Masuk Skuad Inggris di Piala Eropa 2020

Berikut ini adalah lima tim kuda hitam paling menjanjikan pada Piala Eropa 2020:

Polandia

Polandia

Kuda hitam pertama dalam Piala Eropa 2020 kali ini adalah Polandia. Bia?o-czerwoni bergabung di Grup E bersama Swedia, Slovakia, dan Spanyol.

Polandia melakoni babak kualifikasi dengan cukup menjanjikan. Dari delapan laga, Polandia meraih enam menang, satu imbang, dan hanya satu kali kalah.

Materi pemain Polandia pun menjanjikan. Pada lini serang, Robert Lewandowski dan Arkadiusz Milik siap menebar ancaman. Sementara itu, pada sektor tengah, Piotr Zielinski siap mengambil peran sebagai motor permainan.

Austria

Austria

Tim berikutnya adalah Austria. Pantang menganggap remeh David Alaba dan kawan-kawan. Austria memendam potensi membuat kejutan meski bergabung di grup yang cukup berat yakni bersama Belanda, Makedonia Utara, dan Ukraina.

Das Team dipimpin oleh pelatih yang mengenal dengan baik sepak bola Austria, Franco Foda. Juru taktik 55 tahun itu sudah memimpin tim nasional Austria sejak 2017.

Selain Alaba, Austria juga punya pemain berbahaya lainnya seperti Sasa Kalajdzic, Christoph Baumgartner, Konrad Laimer, Xaver Schlager, dan Martin Hinteregger.

Swiss

Swiss

Setelah hanya menembus 16 besar pada edisi terakhir, tentunya tim nasional Swiss ingin lebih berbicara banyak kali ini. La Nati membawa sejumlah pilar yang memperkuat tim elite Eropa.

Skuad Swiss terlihat seimbang pada setiap lininya. Dari sektor pertahanan, Bek Borussia Dortmund, Manuel Akanji, siap gotong royong dengan penggawa Borussia Monchengladbach, Nico Elvedi.

Swiss juga punya gelandang-gelandang petarung seperti Granit Xhaka, Denis Zakaria, dan Remo Freuler. Pada sisi sayap, Xherdan Shaqiri yang punya banyak pengalaman siap beraksi.

Urusan membobol gawang lawan, Swiss diperkuat Breel Embolo yang memiliki musim cukup apik bersama Monchengladbach. Selain itu, ada juga penyerang senior, Haris Seferovic.

Para pemain tersebut akan diramu oleh taktik Vladimir Petkovic. Pelatih yang membawa Lazio juara Coppa Italia itu sudah memimpin sejak 2014.

Swedia

Swedia

Swedia menerima kabar buruk jelang bergulirnya Piala Eropa 2020. Sang legenda, Zlatan Ibrahimovic, tidak bisa tampil karena masih dalam masa penyembuhan. Meski demikian, Swedia tetaplah tim yang punya modal cukup untuk membuat kejutan.

Janne Andersson sebagai pelatih memboyong pemain yang merupakan campuran senior dan junior. Pada sisi pemain muda, Swedia memiliki Jordan Larsson, Alexander Isak, Dejan Kulusevski, Mattias Svanberg, dan Jens Cajuste.

Sementara itu, Sebastian Larsson, Marcus Berg, Andreas Granqvist, dan Victor Lindelof siap memimpin para pemain lainnya bermodal segudang pengalaman. Tentunya, Swedia tak ingin mengulangi catatan pahit pada 2016 yang hanya menjadi juru kunci.

Denmark

Denmark

Denmark mengusung misi mengulangi kesuksesan pada Piala Eropa 1992. Tim Dinamit siap kembali meledak.

Meski hanya menempati posisi kedua pada babak kualifikasi, tetapi Denmark tidak pernah menelan kekalahan. Dari delapan laga, Christian Eriksen dan kawan-kawan mengoleksi 16 poin.

Materi pemain yang dibawa pun cukup mumpuni. Pada posisi kiper, penjaga gawang syarat pengalaman, Kasper Schmeichel bisa diandalkan. Sementara itu, bek Chelsea, Andreas Christensen menjadi palang pintu.

Untuk mencetak gol, Denmark memiliki pemain-pemain impresif seperti Yussuf Poulsen dan Kasper Dolberg. Selain itu, jangan lupakan striker Barcelona, Martin Braithwaite.