BolaSkor.com - Piala Dunia 2018 hanya tinggal satu hari lagi diselenggarakan. Piala Dunia 2018 akan dimulai pada tanggal 14 Juni mendatang. Pertandingan pertama melibatkan tuan rumah Rusia menghadapi Arab Saudi, pada laga Grup A Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Rabu (14/6) malam WIB.

Piala Dunia kali ini merupakan edisi ke-21. Tentu sepanjang pagelaran Piala Dunia banyak sisi menarik dari dalam maupun luar lapangan hijau.

Tak hanya itu, Piala Dunia memiliki kutukan dan mitos yang menghantui tim-tim peserta di tahun ini. Entah kebetulan atau memang terjadi, mitos dan kutukan ini terus berlanjut.

Apa saja itu? BolaSkor.com telah merangkumnya dalam ulasan empat kutukan dan mitos sepanjang sejarah Piala Dunia yang belum terpecahkan hingga saat ini. Berikut ulasannya:

1. Inggris Tak Akan Juara Piala Dunia Lagi

Inggris saat menjuarai Piala Dunia 1966. (Sumber Foto: FIFA)

Inggris dianggap menerima kutukan Jerman Barat, tidak akan pernah juara Piala Dunia lagi usai tahun 1966. Kisah bermula ketika Inggris menghadapi Jerman Barat, pada laga final Piala Dunia 1966 di Wembley.

Saat itu, Inggris bermain imbang 2-2 melawan Jerman Barat sepanjang waktu 90 menit normal. Pertandingan pun dilanjutkan pada babak tambahan waktu.

Inggris akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 4-2 atas Jerman Barat. Dalam pertandingan tersebut, Geoff Hurst menciptakan hat-trick dalam pertandingan tersebut. Ia menjadi satu-satunya pemain sepanjang sejarah Piala Dunia yang menciptakan hat-trick di laga final.

Dua gol bersarang di babak tambahan waktu. Sekaligus membawa Inggris menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Geoff Hurst pun diberi gelar kehormatan Sir oleh Kerajaan Inggris.

Namun, satu gol dari Geoff Hurst dinilai tak melewati garis gawang. Jerman Barat merasa dirugikan oleh wasit. Jerman Barat mengucapkan kutukan bahwa Inggris tak akan juara Piala Dunia lagi usai tahun 1966.

Percaya atau tidak, sampai saat ini Inggris belum pernah meraih gelar juara Piala Dunia. Jangankan menjadi juara, mencapai final saja belum kembali terulang.