BolaSkor.com - Leeds United lebih sering berkutat di divisi bawah sepak bola Inggris ketimbang Premier League dalam beberapa musim terakhir. Nama Leeds United terdengar asing di era sepak bola modern dan terlihat bak klub papan tengah biasa.

Akan tapi The Whites bukanlah sembarang klub di Inggris. Klub yang sudah didirikan sejak 17 Oktober 1919 merupakan klub bersejarah dan prestisius di Inggris. Tidak main-main di masa lalu saingan United adalah Manchester United.

Era kejayaan Leeds terjadi kala berada di bawah arahan Don Revie pada medio 1961-1974. Masa-masa itu belum tentu terulang lagi. Namun tiap generasi memiliki cerita tersendiri dan cepat atau lambat Leeds akan bangkit jika terus memercayai Marcelo Bielsa sebagai manajer tim.

Baca Juga:

Hasil Tes Virus Corona Teranyar Premier League: Tidak Ada Penambahan Kasus Baru

Gareth Barry Layak Dilabeli Tukang Jegal dari Premier League

Jadwal dan Jam Pertandingan Premier League Diumumkan, Liverpool Berpeluang Juara pada Tengah Pekan

Berbicara mengenai masa-masa keemasan klub yang sudah meraih tiga titel Divisi Satu (format lama sebelum Premier League), sejarah mencatat setidaknya ada lima pemain dari Leeds yang namanya populer di Premier League. Siapa saja? berikut penjelasan BolaSkor.com:

1. Eric Cantona

Eric Cantona

Nama yang ikonik. Talenta jenius yang esentrik dan melegenda bersama Manchester United pada medio 1992-1997. Usai membantu Leeds juara Divisi Satu Eric Cantona berkontribusi besar memberikan empat titel Premier League untuk Red Devils.

Karakter yang unik dan permainan yang elegan di atas rumput hijau menjadikan Eric Cantona pemain terbaik di masanya - dan juga langka. Dia tipikal pemain yang dapat membedakan hasil akhir laga dengan kemampuannya sendiri bak Paul Gascoigne atau Zinedine Zidane.

2. Rio Ferdinand

Rio Ferdinand

Dua kali memecahkan rekor transfer klub kala direkrut Leeds United dari West Ham United pada 2000 sebesar 18 juta poundsterling, serta saat Man United merekrutnya pada 2002 dengan banderol 30 juta poundsterling.

Itu sudah membuktikan betapa besar kualitas bermain Rio Ferdinand sebagai bek tengah: disiplin, elegan, dan pandai membaca permainan. Mantan kapten Leeds United sukses meraih enam titel Premier League dengan Man United, dua Piala Liga, empat Community Shield, dan satu Liga Champions. Kini dia menjadi pandit sepak bola di Inggris.

3. Harry Kewell

Harry Kewell

Cedera kerapkali menggangu performanya hingga ia sulit tampil optimal. Kendati demikian dalam kondisi prima Harry Kewell salah satu pengguna kaki kiri terbaik di Eropa dengan perannya sebagai penyerang sayap, penyerang kedua, dan gelandang serang.

Visi bermain dan penyelesaian akhirnya juga bagus. Kewell terpilih jadi Pemain Muda Terbaik PFA pada 2000 setelah musim yang bagus. Dia bermain di Leeds dari medio 1996-2003 setelah promosi dari akademi dan pernah membantu tim lolos ke semifinal Liga Champions.

Pasca memainkan 180 laga dengan Leeds Kewell pindah ke Liverpool pada 2003 dan bermain di sana sampai 2008. Pada 2014 Kewell pensiun di negeri kelahirannya, Australia bersama Melbourne Heart. Terakhir terlihat melatih Notts County pada 2018.

4. Mark Viduka

Mark Viduka

Bukan pemain yang bergelimang trofi di Premier League ketika bermain di sana, meski begitu Mark Viduka akan selalu identik dengan salah satu striker bersejarah timnas Australia dengan tubuhnya yang besar dan kelebihannya dalam duel bola udara.

Viduka bermain di Leeds United dari medio 2000 hingga 2004 sebelum menghabiskan lima tahun berikutnya dengan Middlesbrough (2004-2007) dan Newcastle United (2007-2009).

5. Robbie Keane

Robbie Keane

Selebrasinya cukup berkesan: berguling ke depan dan melakukan gerak pukul kanan kiri beruntun dengan cepat di depan fans. Bermain di Leeds pada 2001-2002 sebelum melegenda dengan Tottenham Hotspur dari 2002 hingga 2008.

Robbie Keane juga memiliki 68 gol dari 146 caps bersama timnas Republik Irlandia. Satu trofi Piala Liga dimenanginya bersama Spurs pada 2008 dan ini masih jadi titel terakhir yang diraih klub asal London Utara itu.