BolaSkor.com - Inter Milan dan Real Madrid akan saling berjibaku pada matchday 1 Grup D Liga Champions 2021-2022. Menariknya, Inter Milan punya sejumlah kenangan manis dengan mantan pemain Madrid.

Seperti musim lalu, Inter dan Madrid kembali berada dalam satu grup. Bahkan, kedua tim tersebut juga ditemani Shakhtar Donetsk. Satu anggota baru adalah Sheriff.

Baca Juga:

Dikaitkan dengan Inter, Giacomo Raspadori: Bohong jika Mengaku Tidak Senang

Alasan Inter Milan Tak Goyah Selepas Kepergian Hakimi dan Lukaku

Keuangan Membaik, Inter Milan Mulai Perpanjang Kontrak Pemain

Meski pertandingan nanti diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi, tetapi Inter kerap diuntungkan dengan kedatangan mantan pemain Madrid. Tak jarang eks penggawa El Real membawa La Beneamata jadi juara.

Berikut ini adalah lima mantan pemain Real Madrid yang bersinar di Inter Milan:

Ivan Zamorano

Ivan Zamorano

Ivan Zamorano adalah satu di antara striker terbaik dalam sejarah Chile. Sinar Zamorano tidak meredup usai pindah dari Real Madrid ke Inter Milan.

Nama Ivan Zamorano mulai dikenal usai tampil impresif bersama Sevilla. Kemudian, Real Madrid melirik bakatnya. Sang striker datang ke Santiago Bernabeu pada musim panas 1992.

Zamorano pun menjelma menjadi satu di antara penyerang berbahaya. Ia mencetak 101 gol hanya dalam 173 pertandingan. Selain itu, Zamorano juga merasakan gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

Kemudian, sang striker ingin merasakan tantangan baru. Ia pindah ke Inter Milan pada awal Juli 1996. Ketika itu, Zamorano datang dengan status bebas transfer.

Ketajaman Zamorano di Inter memang berkurang. Ia hanya mencetak 41 gol dari 150 laga. Namun, Zamorano merasakan gelar Eropa satu-satunya dalam kariernya yakni Liga Europa.

Esteban Cambiasso

Esteban Cambiasso

Inter Milan mendapatkan durian runtuh setelah merekrut Esteban Cambiasso dari Real Madrid dengan status bebas transfer. Sebab, setelah itu, Cuchu adalah bagian penting di balik kesuksesan Inter pada level domestik dan Eropa.

Cambiasso membela Inter selama 10 tahun. Dari waktu tersebut, Cambiasso bermain dalam 315 laga. Cambiasso dikenal sebagai gelandang yang punya mobilitas tinggi.

Apa yang diraih Cambiasso bersama Inter pun tak kalah mengilap dibanding prestasi di Madrid. Cambiasso membawa Inter merengkuh lima gelar Scudetto, empat trofi Coppa Italia, empat Piala Super Italia, dan Liga Champions 2009-2010.

Walter Samuel

Walter Samuel

Real Madrid berharap banyak pada Walter Samuel setelah membelinya dari AS Roma pada musim panas 2004. Ketika itu, El Real menghabiskan dana 25 juta euro.

Namun, karier Samuel justru meredup. Hanya satu musim, Madrid memilih menerima tawaran Inter yang ingin memboyong Samuel.

Rupanya, Samuel bangkit dari keterpurukan di Inter. Samuel dikenal sebagai bek yang sulit ditembus. Bek internasional Argentina itu pun turut membawa Inter meraih treble winners.

Wesley Sneijder

Wesley Sneijder

Real Madrid membutuhkan 27 juta euro untuk mendapatkan Wesley Sneijder dari tangan Ajax Amsterdam. Saat itu, gelandang asal Belanda itu disebut-sebut sebagai satu di antara bakat paling menjanjikan di Eropa.

Real Madrid pun merasakan dampak positif kehadiran Sneijder. El Real juara LaLiga dan Piala Super Spanyol pada musim 2007-2008.

Namun, kisah Madrid dan Sneijder hanya bertahan dua musim. Sebab, Inter Milan pengin memenuhi permintaan Jose Mourinho yang ingin mendatangkan gelandang kreatif.

Sneijder pun menjadi kartu as dalam taktik Jose Mourinho di Inter Milan. Sneijder banyak memberikan asupan umpan akurat untuk para striker. Selain itu, tendangan jarak jauh Sneijder juga kerap berbuah gol.

Pada musim pertamanya, Sneijder membawa Inter meraih treble winners. Kemudian, ia hengkang ke Galatasaray pada musim panas 2013.

Samuel Eto'o

Samuel Eto'o

Meskipun mengukir prestasi bersama Barcelona, tetapi Samuel Eto'o adalah jebolan akademi Real Madrid. Ia lebih sering dipinjamkan ketika masih di Madrid.

Kemudian, setelah sukses bersama Barca, Eto'o menjadi bagian dari transfer Zlatan Ibrahimovic ke Barcelona. Saat itu, Inter mendapatkan uang tunai dan Eto'o dari hasil melepas Ibra ke Barca.

Hebatnya, sinar Eto'o tidak meredup bersama Nerazzurri. Ia menjadi satu-satunya pemain yang meraih dua titel Liga Champions secara beruntun dengan dua klub berbeda.