BolaSkor.com - Perebutan titel Premier League 2021-2022 pada akhirnya memang masih direbutkan dua tim top di Inggris saat ini, Manchester City dan Liverpool. Keduanya menjaga jarak jauh dari 18 tim Premier League lainnya.

Level bermain keduanya tak perlu dipertanyakan lagi. Man City sudah menjadi kekuatan di Inggris dan konsisten memenangi Premier League bersama Pep Guardiola. Sementara Liverpool jadi tim tangguh di bawah arahan Jurgen Klopp.

Betapa sengitnya persaingan dua klub itu bisa dilihat musim ini. Titel Premier League belum dimenangi sampai pekan 37 Premier League. Man City di puncak klasemen dengan 90 poin dan terpaut hanya satu poin dari Liverpool (89 poin).

Baca Juga:

Rio Ferdinand Klaim Liverpool Butuh N'Golo Kante

Chelsea 1-1 Leicester City: The Blues Masih Inkonsisten

Sengitnya Perebutan Sepatu Emas Premier League antara Son Heung-min Vs Mohamed Salah

Titel Premier League pun ditentukan di laga terakhir. Bukan kali ini saja perebutan titel liga di Premier League ditentukan di matchday terakhir. Berikut musim-musim ketika juara Premier League ditentukan di hari terakhir pertandingan:

1. Musim 1994-1995

Musim bersejarah bagi Blackburn Rovers dan sejarah besar mereka di Premier League. Di bawah arahan Kenny Dalglish Blackburn mengukir kisah cinderella di Premier League pada musim 1994-1995 melawan Manchester United.

Jarak di antara dua klub terpaut dua poin dan pemenang titel Premier League ditentukan di laga terakhir. Blackburn yang memiliki Alan Shearer, Chris Sutton, dan Tim Sherwood di dalam tim menentukan nasib mereka sendiri.

Blackburn kalah dari Liverpool tapi di laga berbeda antara West Ham United lawan Man United, laga berakhir imbang 1-1. Kiper West Ham Ludek Miklosko tampil heroik di laga itu. Satu poin tak cukup bagi United menyalip Blackburn yang memenangi titel liga pertama sejak 1914.

2. Musim 1998-1999

Akhir 1990-an dan awal 2000-an menjadi musim yang membentuk rivalitas Arsenal dan Man United. Arsenal dengan Arsene Wenger dan Man United di bawah arahan Sir Alex Ferguson.

Tapi di musim itu Man United dalam ambisi memenangi treble winners bersejarah. Di Premier League Man United butuh kemenangan lawan rival sekota Arsenal, Tottenham Hotspur, untuk jadi juara Premier League.

Di laga lain Arsenal menang 1-0 atas Aston Villa dan mengerjakan tugas dengan baik. Man United sempat dibuat khawatir kala tertinggal 0-1 dari Tottenham, tapi David Beckham dan Andy Cole membalikkan keadaan jadi 2-1. United pun meraih titel Premier League dengan Piala FA dan Liga Champions.

3. Musim 2007-2008

Chelsea dan Man United bersaing sengit di musim ini. Chelsea bahkan tak terkalahkan sejak Hari Natal serta mengalahkan Man United di Stamford Bridge. Tapi United tetap konsisten meraih hasil dan bersaing dengan Chelsea dalam perebutan titel Premier League.

Jelang laga terakhir ada selisih gol besar di antara Chelsea dan Man United - kedua tim juga sama-sama meraih 84 poin. Chelsea butuh bantuan Wigan Athletic untuk jadi juara.

Tapi Man United tak melewatkan kesempatan besar dan menang 2-0 melalui gol Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs, ironisnya Chelsea gagal mengalahkan Bolton di laga terakhir. Chelsea semakin dibuat kesal United yang kembali bertemu di final Liga Champions dan kembali gagal memenanginya.

4. Musim 2011-2012

Musim penanda kebangkitan Man City dari bayang-bayang rival sekota di bawah arahan Sheikh Mansour. Pada laga terakhir Man United sudah menyelesaikan laga mereka dengan kemenangan atas Sunderland.

Pertandingan Man City dan QPR pun menjadi krusial karena mereka menentukan nasib sendiri dalam perburuan titel Premier League.

Laga berlangsung sengit dengan kedudukan 2-2, sebelum akhirnya Sergio Aguero menorehkan sejarah dengan golnya (sampai ia dibuatkan patung di Etihad Stadium). Man City memenangi titel Premier League.

5. Musim 2018-2019

Bukan di musim ini saja Liverpool dan Man City bersaing ketat merebutkan titel Premier League, ada juga di musim 2013-2014 dan 2018-2019. Di antara kedua musim itu musim 2018-2019 berlangsung seru.

Man City dan Liverpool sama sekali tak memperlihatkan penurunan level bermain dan tampil konsisten. Itu berbeda dari musim 2021-2022 dengan penurunan poin di beberapa laga.

Man City pada musim 2018-2019 pada akhirnya menjadi juara dengan jarak satu poin dari Liverpool. Total kedua tim mengoleksi 195 poin. Fantastis.

Liverpool hanya kalah sekali semusim saat menghadapi Man City, tapi City tancap gas dengan 14 kemenangan beruntun jelang akhir musim dan pada akhirnya memenangi Premier League.