BolaSkor.com - Keputusan Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai pelatih pada Januari 2020 menjadi tanda tanya. Maklum, Setien bukanlah jago taktik yang punya nama besar.

Apa yang ditakutkan pun mulai terasa. Barcelona kesulitan ketika menghadapi Napoli di Liga Champions. Selain itu, Barcelona digusur Real Madrid pada puncak klasemen LaLiga.

Selain itu, Setien dikabarkan juga tidak mendapatkan rasa hormat dari pemain Barcelona. Hubungan sang pelatih dengan para pemain dilaporkan tak berjalan dengan baik.

Namun, apakah Quique Setien merupakan pelatih terburuk dalam sejarah Barcelona? Masih ada nama lainnya seperti di bawah ini:

Hennes Weisweiler - Mei 1975 hingga April 1976

Hennes Weisweiler

Hennes Weisweiler tiba di Camp Nou setelah memenangi Piala UEFA bersama Borussia Monchengladbach. Selain itu, ia juga melengkapi profil diri dengan gelar Bundesliga dua kali. Tak heran, Hennes Weisweiler membuat publik Barcelona berharap besar.

Tugas Hennes Weisweiler meraih trofi menjadi sulit setelah hubungan dengan Johan Cruyff retak. Cruyff tak menyukai metode latihan Hennes Weisweiler. "Hennes Weisweiler bukan pelatih pilihan saya," ulas Johan Cruyff.

Pada akhirnya, Hennes Weisweiler meninggalkan Barcelona satu musim kemudian tanpa meraih gelar apa pun.

Laszlo Kubala - Mei 1980 hingga November 1980

Laszlo Kubala

Sebagai legenda Barcelona, Kubala mencatatkan diri dua kali menukangi Blaugrana. Namun, para periode kedua lebih banyak malapetaka.

Pelatih asal Hungaria itu membuat kontroversi dengan mengumumkan keinginan melatih Barcelona ketika masih menukangi Spanyol di Piala Eropa 1980.

Ketika meramu Barcelona, Laszlo Kubala keok enam kali dari 13 pertandingan. Pada akhirnya ia dipecat usai Barcelona kalah empat gol tanpa balas dari Cologne di Camp Nou pada Piala UEFA.

Llorenc Ferrer - Mei 2000 hingga April 2001

Llorenc Ferrer

Llorenc Ferrer datang dengan status sebagai mantan juru taktik Real Betis. Namun, ia memicu kekhawatiran soal kemampuannya setelah bertanya kepada rekrutan baru, Emmanuel Petit, mengenai posisi yang biasa dilakoni.

Dengan kondisi Barcelona yang masih terhuyung-huyung usai Luis Figo membelot ke Real Madrid, Ferrer berjuang mendapatkan yang terbaik dari skuat sisa.

Akhirnya, apa yang diharapkan tidak tercapai. Barcelona disisihkan pada Liga Champions dan Liga Europa masing-masing di tanga Leeds United dan Liverpool. Ferrer pun dipecat setelah Barcelona kalah 3-1 dari Osasuna.

Louis van Gaal - Mei 2002 hingga Januari 2003

Louis van Gaal

Louis van Gaal memenangi LaLiga berturut-turut dan satu titel Copa del Rey pada periode pertama di Barcelona. Namun, ia tak bisa mengulangi catatan tersebut ketika kembali menjabat.

Presiden Barcelona, Joan Gaspart, meminta Louis van Gaal kembali mengambil alih tim setelah dua musim tanpa gelar. Namun, keputusan itu adalah awal dari kekacauan.

Dosa Louis van Gaal mulai tertulis setelah melepas Rivaldo secara gratis. Padahal, sang bintang masih memiliki kontrak satu musim lagi.

Sementara itu, pemain pengganti, Juan Roman Riquelme, diminta beroperasi pada sisi sayap. Padahal, ketika bermain di Boca Juniors, Riquelme adalah seorang playmaker.

Pelatih asal Belanda itu bertahan selama 30 pertandingan dengan torehan kemenangan di LaLiga hanya enam kali. Pada saat Louis van Gaal angkat kaki, Los Cules berjarak tiga poin dari zona degradasi dan 20 poin dari peringkat teratas.

Gerardo 'Tata' Martino - Juli 2013 hingga Mei 2014

Tata Martino

Seperti Pep Guardiola, Tata Martino adalah murid dari filosofi sepak bola Marco Bielsa. Tata Martino membuat Barcelona keluar dari tradisi menunjuk pelatih yang punya kaitan dengan klub.

Akan tetapi, nasib Tata Martino tak seperti Pep Guardiola. Barcelona gagal di Copa del Rey dan Liga Champions. Sang pelatih pun mengakui kegagalannya.

"Jika Barcelona memainkan gaya mereka, namun tak memenangi gelar, itu bukan kegagalan. Namun, kami tidak menang dan juga tak bermain bagus," ulas Martino.