BolaSkor.com - Barcelona mendatangkan sejumlah bintang untuk bermain bersama Lionel Messi dan sebagian dipersiapkan sebagai penerus. Namun, pada kenyataannya, tak jarang para pemain tersebut justru terjebak berada di bawah bayang-bayang Messi.

Lionel Messi merupakan pemain terhebat dalam sejarah Barcelona. Sejak dipromosikan dari La Masia, La Pulga menorehkan sejumlah rekor dan membawa Barcelona meraih banyak gelar.

Baca Juga:

Ronald Koeman Berikan Misi Khusus untuk Gelandang Barcelona

Barcelona Bisa Bekukan Status Coutinho

Situasi Terkini Pertukaran Antoine Griezmann-Saul Niguez

Lionel Messi

Dalam perjalanannya itu, Messi pernah bersanding dengan sejumlah pemain yang diharapkan bisa menjadi sekadar teman duet atau bahkan penerus. Namun, beberapa di antaranya justru tenggelam di bawah bayang-bayang Messi.

Berikut ini adalah lima pemain Barcelona yang berada di bawah bayang-bayang Lionel Messi:

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann masuk sebagai satu di antara rekrutan gagal Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Dengan dana yang dikeluarkan hingga 126 juta euro untuk memboyongnya dari Atletico Madrid pada 2019, tetapi Griezmann belum menunjukkan penampilan seperti harapan.

Ketika masih di Atletico, Griezmann sering berperan sebagai penyerang tunggal atau second striker. Namun, dengan keberadaan Lionel Messi dan Luis Suarez, pemain internasional Prancis itu digeser ke sisi sayap.

Griezmann pun hanya mendulang sembilan gol di LaLiga pada musim debutnya. Sang pemain tidak mampu keluar dari bayang-bayang Lionel Messi.

Walhasil, Barcelona dilaporkan ingin menjual Griezmann pada musim panas ini. Beban gaji Griezmann memberatkan Barcelona yang sedang berhemat.

David Villa

David Villa

David Villa bergabung dengan Barcelona dari Valencia pada musim panas 2010. Selama tiga musim bersama Barca, Villa mengemas 48 gol dalam 119 penampilan. Selain itu, sang striker juga membawa Barca memenangi LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Namun, selama di Barcelona, Villa gagal melampaui sinar Lionel Messi. Pemain yang membawa Spanyol juara Piala Dunia 2010 itu kerap tersingkir dari posisi utama sebagai ujung tombak demi memberikan tempat untuk La Pulga.

David Villa pun dijual ke Atletico Madrid dengan harga hanya 5 juta euro pada musim panas 2013. Padahal, Barca menggelontorkan 40 juta euro ketika memboyong Villa.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Ketika Barca memboyong Alexis Sanchez dari Udinese dengan harga 26 juta euro pada 2011, stirker internasional Chile itu merupakan bakat mentah yang siap dibentuk menjadi satu di antara penyerang terbaik di Eropa.

Sanchez dikenal sebagai striker yang punya kecepatan, semangat juang, dan insting mencetak gol tinggi. Bahkan, pada musim terakhirnya di Barcelona, Sanchez mengemas 19 gol dalam 34 penampilan di LaLiga.

Namun, Barcelona tidak membutuhkan Sanchez dalam waktu yang lama karena memiliki Lionel Messi. Sanchez pun dijual ke Arsenal pada 2014 dengan banderol 32 juta euro.

Neymar

Neymar

Barcelona mempersiapkan Neymar sebagai penerus Lionel Messi. Namun, karena tak kuasa berada terus di bawah bayang-bayang sang megabintang, Neymar memutuskan angkat kaki.

Neymar membentuk satu di antara trio penyerang paling berbahaya bersama Lionel Messi dan Luis Suarez. Pemain asal Brasil itu mendulang 105 gol hanya dalam 187 laga di semua kompetisi. Neymar juga membawa Barca juara LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Namun, meski bahagia di Barcelona, tetapi Neymar tidak pernah benar-benar mendapatkan sorotan utama. Neymar kalah saing dengan Lionel Messi yang terus berada di performa tertinggi.

Tak heran, Neymar menerima tawaran pindah ke PSG pada musim panas 2017. Untuk bisa mendapatkan Neymar, PSG mengucurkan dana hingga 222 juta euro. Hingga saat ini, itu adalah nilai transfer tertinggi dalam sejarah Barcelona.

Zlatan Ibrahimovich

Caption

Barcelona merekrut Zlatan Ibrahimovich dari Inter Milan dengan imbalan 59 juta euro plus Samuel Eto'o. Ketika itu, Ibra sedang berada di usia emas dan merupakan satu di antara penyerang tertajam di Eropa.

Meskipun demikian, Ibra tidak pernah melampaui apa yang diberikan Messi untuk Barcelona. Eks Juventus itu kian tersudut karena hubungannya dengan Pep Guardiola retak.

Dalam buku otobiografinya, I am Zlatan, Ibra mengatakan jika taktik memainkan Lionel Messi dari sisi tengah daripada sayap menyebabkan penurunan ketajamannya.