BolaSkor.com - Skotlandia masuk dalam rombongan terakhir klub yang akan berlaga di Piala Eropa 2020. Dalam perjalanan menuju Piala Eropa, ada sejumlah pemain penting yang terlihat.

Pada babak playoff, Skotlandia menantang Serbia di Rajko Mitic. Pertandingan tersebut diselesaikan melalui babak tos-tosan.

Pada waktu normal, kedua tim bermain sama kuat 1-1. Gol Ryan Christie pada menit ke-52 dibalas Luka Jovic jelang akhir pertandingan atau tepatnya menit ke-90.

Baca Juga:

Faktor di Balik Peningkatan Jumlah Cedera Pemain di Premier League Musim Ini

Ditunda karena Virus Corona, Penamaan Piala Eropa Tidak Berubah

'Generasi Emas' Norwegia Gagal Lolos Playoff Piala Eropa 2020

Kieran Tierney

Setelah tidak ada gol yang tercipta pada babak tambahan, pertandingan dilanjutkan ke adu tendangan penalti. Pada babak tersebut, kelima algojo Skotlandia menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pada sisi lain, Aleksandar Mitrovic gagal mencetak gol.

Dengan hasil itu, Skotlandia dipastikan melaju ke Piala Eropa 2020. Ini merupakan pertama kalinya Tartan Army berlaga di kompetisi internasional sejak Piala Dunia 1998.

Dalam perjalanan meraih kesuksesan, Skotlandia memiliki beberapa pemain inti. Berikut lima di antaranya:

Ryan Christie

Ryan Christie

Ryan Christie menjadi satu di antara sosok penting dalam tim nasional Skotlandia saat ini. Biasanya, penggawa Celtic itu memiliki tugas sebagai pemain sayap.

Ryan Christie sempat tidak masuk dalam skuat Skotlandia pada empat pertandingan awal pada babak kualifikasi karena cedera. Usai pulih, Christie mulai mendapatkan menit bermain dan menorehkan gol plus assist.

Satu di antara penampilan terbaik Ryan Christie adalah pada laga terakhir melawan Serbia. Ia mencetak gol pada waktu normal.

David Marshall

David Marshall

David Marshall merupakan kiper veteran yang dimiliki Skotlandia. Meski demikian, Marshall tetap memiliki refleks dan ketenangan yang patut dipuji.

Penampilan David Marshall pada laga kontra Serbia menjadi satu di antara kunci Skotlandia bisa melaju ke Piala Eropa. Selain menepis tendangan penalti, ia juga membendung empat peluang mengarah ke gawang.

Tak heran, Andrew Robertson memberikan sanjungan kepada sang kiper. Baginya, David Marshall merupakan kiper yang bisa dipercaya.

"Saya selalu percaya kepada David Marshall ketika menghadapi tendangan penalti. Sebagai tim, kami melaju sangat jauh dan saya bangga kepada semuanya," papar Robertson kepada Sky Sports.

Scott McTominay

Scott McTominay

Meski tidak menjadi pemain inti di Manchester United, tetapi tenaga Scott McTominay sangat dibutuhkan Tartan Army. Apalagi, McTominay dapat bermain di berbagai posisi.

Pada pertandingan melawan Serbia, Steve Clarke menempatkan McTominay sebagai bek. Kemampuannya dalam bertahan memang tidak kalah bagus dengan pemain sebenarnya pada posisi tersebut.

Meskipun tidak mencetak gol pada babak kualifikasi, tetapi McTominay menjadi aktor penting dalam sistem bertahan Skotlandia. Hal itu ditunjang dengan kemampuan fisiknya yang di atas rata-rata.

Andrew Robertson

Andrew Robertson

Tak lengkap rasanya jika tidak menyebut sang kapten, Andrew Robertson. Penggawa Liverpool itu memimpin rekan-rekannya menghadapi laga-laga sulit hingga menembus Piala Eropa.

Andrew Robertson menjalankan peran yang berbeda dibanding di Liverpool. Ia tampil sebagai pemain sayap kiri.

Meski demikian, kemampuan Andrew Robertson tidak luntur. Posisi tersebut justru membuatnya lebih agresif dalam melakukan tusukan.

Pengalamannya bermain di Liverpool juga membuat peran Andrew Robertson kian penting. Bek 26 tahun tersebut jarang diganti ketika membela timnas Skotlandia.

Kieran Tierney

Kieran Tierney

Pemain berikutnya kembali dari posisi bertahan. Penggawa Arsenal, Kieran Tierney, menampilkan performa gemilang ketika membela timnas Skotlandia.

Kemampuan Kieran Tierney bermain dari sisi sayap kiri menjadi satu di antara senjata milik Skotlandia. Biasanya, ia bekerja sama dengan Robertson untuk membangun serangan.

Kieran Tierney memang sempat mengalami cedera yang membuatnya absen pada beberapa laga pada babak kualifikasi. Namun, dengan kemampuan yang dimiliki, Kieran Tierney langsung menembus tim utama setelah kembali. Besar peluang bek 23 tahun itu menjadi starter ketika berlaga di Piala Eropa.