BolaSkor.com - Achraf Hakimi dikabarkan selangkah lagi akan dijual Real Madrid ke Inter Milan. Ia menjadi pemain muda kesekian yang bakatnya disia-siakan oleh Los Blancos.

Madrid dikenal memiliki akademi sepak bola yang tak kalah dengan La Masia Barcelona. Sejumlah bintang lahir dari sini.

Namun ironisnya, Madrid jarang memberikan kesempatan kepada pemain mudanya untuk tampil di skuat utama. Alhasil karier mereka justru bersinar bersama klub lain.

Baca Juga:

Quique Setien Mengecewakan di Barcelona, Berikut 3 Calon Penggantinya

5 Hal yang Belum Dicapai Jurgen Klopp di Liverpool Usai Menangi Titel Premier League

5 Pemain yang Bisa Gusur Dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Ballon d'Or 2020

Situasi ini tak lepas dari kebijakan yang diterapkan presiden Madrid, Florentino Perez. Ia lebih suka mendatangkan pemain bintang untuk membentuk Los Galacticos.

Padahal menjual pemain mudanya bukan tanpa resiko. Hal ini tak jarang menjadi bumerang bagi Madrid karena memperkuat para rivalnya secara tak langsung.

Banyak pemain muda jebolan akademi Madrid memang mampu menjadi bintang bersama klub lain. Beberapa di antaranya bahkan pernah menjegal klub ibu kota Spanyol tersebut untuk menjadi juara.

Berikut lima pemain muda yang bakatnya disia-siakan Madrid dan menjadi andalan di klub lain:

1. Jose Callejon

Jose Callejon sempat dilabeli sebagai calon bintang masa depan Real Madrid. Ia sempat bermain di Santiago Bernabeu pada periode 2011 hingga 2013.

Namun karier Callejon tak juga mengalami peningkatan meski tampil dalam 77 laga dan mencetak 20 gol selama dua musim. Akhirnya, ia dijual ke Napoli pada musim panas 2013.

Bersama Napoli, Callejon mendapat kepercayaan penuh untuk menunjukkan kualitasnya. Selama tujuh tahun, ia sudah bermain sebanyak 339 kali dan mencetak 81 gol.

Callejon juga baru saja mempersembahkan trofi Coppa Italia untuk Napoli. Pada laga final, mereka menaklukkan Juventus lewat drama adu penalti.


2. Marcos Llorente

Real Madrid mungkin akan menyesali keputusannya melepas Marcos Llorente ke Atletico Madrid pada musim panas 2019 lalu. Pemain berusia 25 tahun itu menunjukkan penampilan yang mengesankan bersama klub barunya.

Salah satu penampilan terbaik Llorente tersaji saat mengalahkan Liverpool di Anfield pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Dalam pertandingan tersebut, ia menyumbang dua gol yang sekaligus menyingkirkan sang juara bertahan.

Llorente sejauh ini sudah mencetak empat gol dan empat assist untuk Atletico di semua kompetisi. Bukan tidak mungkin ia akan menjadi penjegal Madrid yang berambisi menjuarai Liga Champions lagi.


3. Saul Niguez

Saul Niguez merupakan gelandang Atletico Madrid yang menjadi buruan Manchester United. Siapa sangka pemain berusia 25 tahun itu pernah mengecap pendidikan sepak bola bersama akademi Real Madrid.

Saul menjadi bagian akademi Real Madrid pada 2006 hingga 2008. Ia terakhir memperkuat tim U-17 sebelum akhirnya menyebrang ke Atletico.

Salah satu alasan Saul hengkang ke Atletico dikabarkan karena perlakuan buruk yang ia terima dari rekan-rekannya di akademi Madrid. Sang pemain tentu tidak akan menyesali keputusannya untuk berkhianat.

Saul menembus tim utama Atletico pada musim panas 2014. Sebelumnya, ia sempat menjalani masa peminjaman bersama Rayo Vallecano.


4. Juan Mata

Nama Juan Mata mungkin pertama dikenal sewaktu memperkuat Valencia. Namun ia merupakan jebolan akademi real Madrid yang gagal menembus skuat utama.

Mata sempat memperkuat berbagai tim kelompok umur Madrid hingga tahun 2007. Ia kemudian memilih hengkang ke Valencia yang menjanjikannya tampil di skuat utama.

Tak butuh waktu lama bagi Mata untuk menjadi andalan Valencia. Ia menjadi pengganti yang sepadan untuk David Silva yang hengkang ke Manchester City.

Empat musim membela Valencia, Mata akhirnya menyusul jejak Silva berkarier di Inggris. Ia sempat menjadi andalan Chelsea saat menjuarai Liga Champions 2012 sebelum berlabuh ke Manchester United hingga saat ini.


5. Samuel Eto'o

Samuel Eto'o bisa dibilang menjadi penyesalan terbesar Madrid dalam menyia-nyiakan pemain mudanya. Hal itu karena sang pemain akhirnya menjadi andalan Barcelona dan selama bermusim-musim mendominasi Spanyol.

Madrid mendatangkan Eto'o pada tahun 1996 dari klub Kamerun untuk dimasukkan ke tim Castilla (Madrid B) saat berusia 15 tahun. Ia beberapa kali sempat dipinjamkan ke klub lain hingga dibeli secara permanen oleh Real Mallorca pada Januari 2000.

Bersama Mallorca, Eto'o mampu tampil tajam sehingga Madrid tertarik memboyongnya kembali, Namun penyerang berkepala plontos itu memilih menerima pinangan Barcelona.

Eto'o mampu mempersembahkan berbagai trofi bergengsi untuk Barcelona. Ia membela El Barca selama lima musim sebelum hengkang ke Inter Milan.