BolaSkor.com - Peran pemain pengganti tak selamanya hanya sekadar menjadi pelengkap. Tak jarang mereka justru menjadi penentu kemenangan bahkan di ajang sebesar Liga Champions.

Liga Champions merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia. Pesertanya merupakan klub-klub terbaik di Eropa.

Persaingan untuk menjadi juara di ajang ini sangatlah ketat. Maka dari itu setiap pelatih tidak boleh hanya mengandalkan sebelas pemain terbaiknya untuk meraih trofi.

Baca Juga:

Lionel Messi dan 4 Pemain Paling Loyal pada Medio 2000-an

4 Hal yang Bisa Jadi Alasan di Balik Pembekuan Mesut Ozil oleh Mikel Arteta

5 Kandidat Calon Pengganti Josep Maria Bartomeu di Barcelona

Pemain cadangan dengan kualitas setara juga dibutuhkan. Tak heran jika kemudian sejumlah pemain mendapat julukan sebagai supersub.

Supersub adalah label untuk seorang pemain pengganti yang mengubah jalannya pertandingan. Tak jarang mereka menjadi penyelamat timnya.

Ole Gunnar Solskjaer menjadi salah satu pemain yang lekat dengan julukan supersub. Salah satu alasannya tentu gol ke gawang Bayern Munchen di final Liga Champions 1998-1999 yang memastikan kemenangan Manchester United.

Kesempatan pemain pengganti untuk mencetak gol dan tampil sebagai pembeda sebenarnya sangat sulit dilakukan di ajang Liga Champions. Namun ada sejumlah nama yang bahkan mampu mencetak hat-trick dengan peran seperti itu.

Hingga musim 2020-2021 bergulir, ada lima pemain pengganti yang mampu mencatatkan hat-trick di Liga Champions. Berikut rangkumannya:

1. Uwe Rosler

Uwe Rosler menjadi pemain pengganti pertama yang mampu mencetak hat-trick di ajang Liga Champions. Pria berkebangsaan Jerman itu melakukannya saat membela Kaiserslautern pada musim 1998-1999.

Tiga gol bersejarah Rosler itu tercipta saat Kaiserslautern menjamu HJK Helsinki pada fase grup, 9 Desember 1998. Ia baru masuk ke lapangan pada menit ke-37 menggantikan Harry Koch saat skor 1-0 untuk tim tamu.

Masuknya Rosler membawa angin segar bagi Kaiserslautern. Ia langsung mencetak gol penyama kedudukan hanya enam menit usai masuk ke lapangan.

Gol Rosler itu mengubah arah pertandingan. Kaiserslautern langsung mendominasi laga dan memborbardir gawang Helsinki.

Dua gol tambahan Rosler tercipta pada menit ke-61 dan 80. Kaiserslautern menutup laga dengan skor 5-2.


2. Walter Pandiani

Walter Pandiani juga pernah membukukan catatan langka ini pada awal kariernya di Deportivo La Coruna. Ia mencetak hat-trick saat Super Depor menang 4-3 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada fase grup kedua Liga Champions 2000-2001, 7 Maret 2001.

Dalam pertandingan itu, La Coruna tertinggal 0-3 hingga babak pertama usai. Padahal wakil Spanyol tersebut tampil di kandang sendiri.

Tak mau menanggung malu, Javier Irureta selaku pelatih La Coruna melakukan perjudian di babak kedua. Ia menarik dua gelandangnya untuk memasukkan Pandiani dan Diego Tristan untuk membantu Roy Makaay di lini depan.

Perjudian tersebut berbuah manis. Kombinasi Pandiani dan Tristan membuat La Coruna melakukan comeback.

Pandiani mencetak tiga gol pada menit 57, 76, dan 84. Sementara Tristan mencatatkan namanya di papan skor.


3. Joseba Llorente

Nama Joseba Llorente mungkin kurang dikenal pecinta sepak bola. Namun ia merupakan satu dari lima nama yang mampu mencetak hat-trick di ajang Liga Champions saat tampil sebagai pemain pengganti.

Momen istimewa tersebut terjadi pada 21 Oktober 2008. Hari itu, Villarreal yang diperkuat Llorente menjamu AaB Aalborg dalam lanjutan grup E di Estadio El Madrigal.

Villarreal bermain imbang 2-2 dengan tamunya hingga babak pertama berakhir. Padahal Kapal Selam Kuning butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke 16 besar.

Pelatih Villarreal, Manuel Pellegrini memasukkan Llorente pada awal babak kedua untuk menambah daya dobrak. Keputusan itu terbukti jitu.

Llorente hanya butuh waktu 12 menit untuk mencetak gol pertamanya. Dua gol lainnya dicetak pada menit ke-69 dan 84 untuk mengakhiri pertandingan dengan skor 6-3.


4. Kylian Mbappe

Kylian Mbappe secara sensasional mampu mencetak hat-trick saat PSG bertandang ke markas Club brugge pada fase grup Liga Champions 2019-2020. Les Parisiens menutup laga dengan kemenangan 5-0.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel memilih menyimpan Mbappe di bangku cadangan dalam pertandingan ini. Sebagai gantinya, ia memberi kesempatan kepada Mauro Icardi.

Namun hingga babak pertama berakhir, PSG hanya unggul 1-0 atas wakil Belgia tersebut. Tuchel kemudian memasukkan Mbappe pada menit ke-52 untuk mengamankan kemenangan.

Hebatnya, Mbappe membayar kepercayaan Tuchel dengan mencetak tiga gol sekaligus. Hal itu dilakukannya dalam tempo 22 menit saja.


5. Marcus Rashford

Marcus Rashford menjadi pemain terbaru yang mampu melakukan hal ini. Ia mencetak hat-trick untuk Manchester United saat berperan sebagai pemain pengganti pada laga kontra RB Leipzig di Old Trafford, Kamis (29/10) dini hari WIB.

Rashford masuk ke lapangan pada menit ke-63 saat skor masih 1-0 untuk Manchester United. Tak butuh waktu lama baginya untuk meneror pertahanan Leipzig.

Rashford mencetak gol pertama pada menit ke-74. Berselang 18 menit kemudian, ia menyempurnakan hat-trick di pertandingan ini.

Torehan tersebut membuat Rashford menjadi pemain pengganti tercepat yang mampu mencetak hat-trick di Liga Champions. Ia mengalahkan rekor Mbappe dengan waktu 22 menit.