BolaSkor.com - Akhir musim 2018-19 sudah di depan mata. Bagi beberapa pesepakbola top di Eropa, akhir musim ini bisa jadi perjalanan terakhir mereka dengan klubnya masing-masing karena kontrak yang akan segera berakhir.

Beberapa pemain sudah memutuskan hengkang, ingin bertahan tapi belum menemui titik cerah dalam melakukan negosiasi dengan klub, atau bahkan mereka sudah memilih klub baru yang menjadi destinasi selanjutnya.

Contoh itu bisa dilihat dari Aaron Ramsey yang mengakhiri dedikasi 11 tahun dengan Arsenal dan pergi ke Juventus. Ramsey, baru ini di Emirates Stadium, mengucapkan salam perpisahan emosional kepada fans pada laga kandang terakhir di Premier League.

Baca Juga:

Akhir Cerita Duet Robbery, Batman dan Robin dari Bayern Munchen

Ander Herrera Respons Ketertarikan PSG

Arsene Wenger Beri Wejangan kepada Man United Jelang Bursa Transfer

Ramsey merupakan salah satu contoh pemain top Eropa yang sedianya punya banderol 40-50 juta poundsterling di bursa transfer. Tapi, pada akhirnya pergi dengan gratis karena kontraknya berakhir di akhir musim ini.

Berikut beberapa contoh pemain top berkualitas Eropa lainnya yang akan pergi di akhir musim 2018-19 dengan status free transfer:

1. Ander Herrera

Ander Herrera

Gelandang berusia 29 tahun telah membela Manchester United dari tahun 2014. Fans berharap Ander Herrera bertahan dengan klub karena mereka menyukai karakter dan jiwa kepempinan dari pemain berpaspor Spanyol tersebut.

Akan tapi, belum ada kabar bagus soal perpanjangan kontrak Herrera dan ia disinyalir akan bergabung dengan PSG (Paris Saint-Germain), yang memberikannya tawaran kontrak berdurasi empat tahun. Herrera diplot sebagai pengganti Adrien Rabiot.

2. Arjen Robben

Arjen Robben

Usianya boleh jadi berusia 35 tahun, namun jangan pernah meragukan kualitas Arjen Robben jika ia terbebas dari cedera dan berada dalam kondisi bugar. Robben salah satu penyerang sayap top Eropa berkaki kidal yang kerapkali merepotkan pertahanan lawan.

Permainannya sederhana: dribel bola di kiri pertahanan lawan, bawa bola masuk mendekati area kotak penalti, lalu melepaskan tendangan dengan kaki kiri yang kerap merepotkan kiper-kiper. Uniknya, gaya itu terus diulanginya selama bertahun-tahun dan tetap saja efektif.

Robben memilih pergi dari Bayern Munchen yang sudah dibelanya dari tahun 2009. Pemain asal Belanda sudah meraih segalanya di sana dan sudah saatnya membuka jalan untuk pemain muda. Jika tidak ke salah satu liga top Eropa, Robben mungkin kembali ke Belanda dan pensiun di sana.