BolaSkor.com - 15 tahun sintas di Serie A Genoa pada akhirnya gagal "bertahan hidup" dan degradasi ke Serie B. Perjalanan mereka menuju ke Serie B dijadikan momen bagi fans rival sekota, Sampdoria, untuk melontarkan ejekan.

Apa yang terjadi kepada Genoa musim ini memang miris. Musim 2021-2022 belum berakhir dan Genoa sudah dipastikan degradasi. Ironisnya, jumlah kemenangan mereka musim ini (empat kemenangan) sama dengan jumlah pelatih yang menangani Genoa di musim ini.

54 pergantian kepelatihan terjadi selama 30 tahun terakhir. Gian Piero Gasperini melatih Genoa selama tujuh tahun dan itu juga dibagi menjadi dua periode. Sebuah bukti sulitnya kepercayaan kepada pelatih di Genoa.

Baca Juga:

Terakhir Kali Pemenang Titel Serie A Ditentukan di Laga Terakhir

Jadwal Laga Penentuan Serie A Beserta Syarat Milan dan Inter Raih Scudetto

Ketika Juventus Melepas Kepergian Dua Legenda

Genoa bukanlah tim top di Serie A dalam urusan ambisi mengejar trofi setiap musimnya, kendati demikian mereka pernah memiliki pemain-pemain top Eropa yang namanya tenar dan kemudian direkrut klub lain. Siapa saja?

1. Diego Milito

Julukannya adalah El Principe atau Si Pangeran. Diego Milito memang pangeran untuk Inter Milan, tapi begitu juga di Genoa selama dua periode di sana (2003-2005 dan 2008-2009).

Pada periode kedua Milito mencetak 24 gol dari 31 laga Serie A dan kemudian pindah ke Inter. Sisanya menjadi cerita sejarah keemasan Inter dan Milito dengan klimaks treble winners 2010. Pada eranya Milito penyerang yang oportunis dalam mencetak gol.

2. Hernan Crespo

Genoa jadi klub tempat Hernan Crespo singgah di penghujung kariernya pada musim 2009-2010 sebelum pensiun di Parma pada 2012. Seperti halnya Milito, Crespo penyerang oportunis ketika mendapatkan peluang dan mengonversinya jadi gol.

Saat ini Crespo jadi pelatih di Al-Duhail. Pengemas 64 caps dan 35 gol dengan timnas Argentina sebelumnya pernah membela Parma, Lazio, Inter Milan, Chelsea, dan AC Milan.

3. Sime Vrsaljko

Banyak dirundung cedera ketika membela Genoa pada medio 2013-2014 hingga ia jarang main, tetapi Sime Vrsaljko memiliki 23 laga di sana sebelum akhirnya pindah ke Sassuolo. Vrsaljko (30 tahun) bek kanan yang berasal dari Kroasia.

Memiliki 51 caps, Vrsaljko kini jadi bek berpengalaman yang membela Atletico Madrid dan terkenal dengan kegigihannya kala bermain. Mentalitas ala khas Negeri Balkan ada pada dirinya.

4. Thiago Motta

Jalan kariernya seperti Milito dengan pindah ke Inter Milan dari Genoa. Genoa lah yang membangkitkan kariernya setelah sebelumnya membela Barcelona (2001-2007) dan Atletico Madrid (2007-2008).

Motta bermain di Genoa pada medio 2008-2009 dan setelahnya di Inter dan PSG. Pada 2019 lalu Motta juga pernah melatih Genoa. Motta dahulu berposisi sebagai gelandang bertahan.

5. Ciro Immobile

Sebelum lama menetap di Lazio dan jadi penyerang andalan saat ini, Ciro Immobile bertualang ke banyak klub dari Juventus, Genoa, Torino, Borussia Dortmund, dan Sevilla. Immobile membela Genoa pada medio 2012-2013.

Immobile tak banyak mencetak gol di Genoa karena performa terbaiknya justru terlihat saat membela Torino.

6. Krzysztof Piatek

Pemain yang namanya cukup sulit disebut ini mempopulerkan namanya di Genoa (2018-2019). Krzysztof Piatek menyamai rekor Gabriel Batistuta di sana hingga akhirnya AC Milan kepincut merekrutnya.

Piatek (26 tahun) setelahnya tak menjalani karier yang bagus dengan membela Milan, Hertha Berlin, dan kini sebagai pemain pinjaman di Fiorentina.

7. Mattia Perin

Prajurit yang loyal dengan Genoa dan wajar karena ia produk akademi klub. Pasca promosi pada 2010 Mattia Perin, berposisi sebagai kiper, bermain dari 2010 hingga 2018 dan sempat dipinjamkan ke Padova dan Pescara.

Perin dibeli Juventus pada 2018 dan diplot sebagai pengganti Gianluigi Buffon, tapi pada akhirnya ia kalah saing dengan Wojciech Szczesny dan saat ini kembali dipinjamkan ke Genoa.