BolaSkor.com - Sejumlah klub yang berpatisipasi di Liga Europa dan Liga Champions 2020-2021 telah memberikan daftar pemain untuk skuad di fase grup. Di antara klub-klub tersebut mereka mengambil keputusan untuk mencoret beberapa pemain.

UEFA (Federasi Sepak Bola Eropa) memiliki aturan yang diperuntukkan untuk klub-klub memberikan daftar nama skuad A dan skuad B. Skuad A terdiri dari maksimal 25 pemain dan dua di antaranya harus kiper.

Ada jumlah minimum delapan tempat yang ditempati ekslusif oleh 'pemain-pemain lokal yang dilatih klub'. Sementara untuk skuad B yang didaftarkan terakhir pada 21 Oktober 2020 isinya adalah pemain yang lahir pada 1 Januari 1999 atau setelahnya dan diperbolehkan bermain untuk klub.

Baca Juga:

Hasil Undian Grup Liga Europa 2020-2021: Arsenal Jumpa Eks Klub Haaland, Milan Tantang Juara Skotlandia

9 Fakta Menarik Undian Babak Grup Liga Champions 2020-2021: Rekor Messi Vs Ronaldo

Reuni 8 Pemain dengan Mantan Klub di Fase Grup Liga Champions 2020-2021

Dari tim-tim yang sejauh ini sudah mendaftarkan namanya, ada beberapa pemain top yang cukup terkenal di Eropa namun tak masuk skuad grup Liga Champions atau Liga Europa dengan alasan yang berbeda-beda. Siapa saja?

1. Sami Khedira

Sami Khedira

Andrea Pirlo menyertakan lima rekrutan anyar Juventus dalam skuad grup Liga Champions: Dejan Kulusevski, Weston McKennie, Federico Chiesa, Alvaro Morata, dan Arthur Melo. Juventus ada di grup G bersama Barcelona, Dynamo Kyiv, dan Ferencvaros.

Dalam skuad yang didaftarkan Juventus tidak ada nama juara Piala Dunia 2014 dengan timnas Jerman, Sami Khedira. Gelandang berusia 33 tahun sedari awal musim ini dimulai memang tidak masuk dalam rencana bermain Pirlo.

Akan tapi mantan pemain Real Madrid tersebut juga tidak meninggalkan klub. Tak ayal yang tersisa darinya adalah berlatih keras di sesi latihan dan berusaha meyakinkan Pirlo agar bisa kembali ke tim utama Juventus di Serie A.

Meski tidak mudah karena masih ada Arthur, McKennie, Adrien Rabiot, Rodrigo Bentancur, dan Aaron Ramsey di lini tengah, pengalaman dan kualitas Khedira masih dapat berguna untuk Juventus yang coba merebut seluruh trofi musim ini.

2. Mesut Ozil

Mesut Ozil

Situasi semakin tak menentu untuk bintang dari Jerman lainnya juga terjadi kepada Mesut Ozil. Gelandang serang berusia 31 tahun tak memiliki tempat bermain dalam skuad Arsenal saat ini di bawah arahan Mikel Arteta.

Namanya tidak ada di tim utama, tidak dimainkan di turnamen domestik, dan parahnya lagi tidak masuk dalam skuad Liga Europa. Mesut Ozil terus berlatih dengan Arsenal tanpa kejelasan bermain di tim utama.

Situasi itu tak ideal baginya namun uniknya Ozil tak berganti klub di bursa transfer musim panas 2020. Hal itu sangat disayangkan mengingat betapa bagusnya Ozil dalam kondisi prima dengan visi bermain dan operan bolanya yang akurat.

3. Sergio Romero

Sergio Romero

Kedatangan Dean Henderson semakin mengecilkan peran Sergio Romero yang notabene punya pengalaman dengan 96 caps bersama timnas Argentina. Romero (33 tahun) tidak masuk dalam skuad Manchester United bersama dengan Phil Jones dan Marcos Rojo.

Romero sempat dikaitkan dengan sejumlah klub di masa lalu namun pada akhirnya ia tak berganti klub. Mantan kiper AZ Alkmaar dan Sampdoria masih prima pada usia 33 tahun. Romero tidak pernah tampil mengecewakan ketika dipercaya bermain.

4. Danny Rose

Danny Rose

Bek kiri yang underrated (tidak banyak disorot tapi punya kualitas bagus) di Inggris. Namanya tidak lagi jadi pilihan utama Tottenham Hotspur sejak Jose Mourinho datang ke klub. Posisi bek kiri kini direbutkan oleh Sergio Reguilon dan Ben Davies.

Danny Rose (30 tahun) sudah berada di Tottenham sejak 2007 dan sempat dipinjamkan ke Watford, Sunderland, dan Newcastle United. Dia gagal berganti klub pada bursa transfer musim panas 2020 dan kini situasinya tak bagus baginya di klub.

5. Sokratis

Sokratis

Direkrut Arsenal pada 2018 dari Borussia Dortmund dan saat ini tak punya tempat di lini belakang klub. Banyaknya bek tengah yang dimiliki Arsenal dari David Luiz, Shkodran Mustafi, Rob Holding, Pablo Mari, hingga Gabriel dan William Saliba menyulitkan Sokratis bersaing.

Seperti halnya Ozil nama Sokratis juga tidak masuk dalam skuad Arsenal di grup Liga Europa. Berstatus bek tengah timnas Yunani, Sokratis butuh waktu banyak bermain untuk menjaga performanya.