BolaSkor.com - Memenangi Liga Champions menjadi salah satu pencapaian tertinggi yang dapat diraih pesepak bola profesional di Eropa selain Piala Dunia. Meraihnya tidak mudah dan beberapa pemain sudah cukup senang mewujudkan bermain di Liga Champions.

Drama, adu jenius, kualitas, dan pengalaman tersaji di turnamen antarklub terbaik Eropa yang sudah berlangsung sejak 1992. Pengalaman bermain di dalamnya menjadi hal yang tak tergantikan bagi para pemain yang pernah berpatisipasi.

Real Madrid masih menjadi raja di Eropa melalui raihan 13 titel Liga Champions diikuti AC Milan (tujuh titel) dan Liverpool (enam titel). Pemain-pemain yang pernah menjuarainya cukup beruntung dapat meraih trofi berjuluk Si Kuping Besar.

Baca Juga:

Ketika Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Tinggal Real Madrid di Kiev

Final Liga Champions 2009, Treble Pertama Barcelona dan Akhir Era Cristiano Ronaldo di Manchester United

Bantahan Chiellini Terkait Konflik Ruang Ganti Juventus Pada Final Liga Champions 2017

Akan tapi ada beberapa pemain atau legenda sepak bola Eropa yang tidak beruntung menjuarainya. Siapa saja? Berikut penjabaran dari BolaSkor.com:

1. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Saking seringnya Zlatan Ibrahimovic gagal memenangi Liga Champions sampai ada istilah tim yang dibelanya tidak akan bisa menjuarainya selama ada dia. Ironis, pasalnya Ibrahimovic salah satu striker top Eropa yang bahkan saat ini masih prima dan bermain pada usia 38 tahun dengan AC Milan.

Ibrahimovic sudah sering meraih trofi liga dengan klub-klub yang pernah dibelanya dari Juventus, Inter Milan, FC Barcelona, AC Milan, hingga PSG (Paris Saint-Germain), namun baru pada 2017 ia meraih trofi Eropa pertamanya - Liga Europa - dengan Manchester United.

Titel Eropa itu bukan Liga Champions namun bisa menjadi hiburan baginya yang tak pernah menjadi juara di Eropa. Kutukan yang unik jika mengingat kualitasnya dalam bermain.

2. Ronaldo

Ronaldo

Bukan Cristiano Ronaldo tentunya karena ia sudah meraih lima titel Liga Champions, melainkan Ronaldo yang menjadi ikon sepak bola Brasil dan legenda bagi Barcelona, Inter Milan, dan Real Madrid. Dalam kondisi prima kualitasnya tak perlu diragukan lagi.

Ronaldo mengombinasikan ketajaman mencetak gol dengan keahlian mendribel bola ala khas Negeri Samba. Ronaldo - yang kini jadi Presiden Real Valladolid - sudah memenangi LaLiga dan dua Piala Dunia dengan Brasil, namun titel Liga Champions tak diraihnya. Trofi Eropa yang pernah diraihnya adalah UEFA Cup Winners' Cup dan Piala UEFA (format sebelum Liga Europa).

3. Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro

Legenda Parma dan Juventus pernah menjuarai titel Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Pada eranya Fabio Cannavaro bek yang komplit dengan tingkat kedisiplinan yang bagus, memiliki jiwa kepemimpinan, dan taktis ketika bertahan serta membaca permainan.

Tidak banyak lawan yang dapat melaluinya dalam kondisi prima. Namun dalam 19 tahun kariernya Cannavaro tidak pernah menjuarai Liga Champions dan satu-satunya titel Eropa adalah Piala UEFA bersama FC Parma pada 1999.

4. Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon

Tiga kali mencapai final Liga Champions pada 2003, 2015, dan 2017, sejumlah itu juga kiper legendaris Juventus dan Italia kalah di final dan urung menjadi juara.

"Saya ingin mengakhiri karier saya dengan kemenangan besar. 12 tahun lalu saya memenangi Piala Dunia, namun saya kalah tiga kali di final Liga Champions," ucap Buffon pada 2017 ketika dia mengumumkan pensiun.

Akan tapi rasa penasaran disinyalir masih dirasakan Buffon yang pada akhirnya bermain semusim bersama PSG dan kini kembali membela Juventus pada usia 42 tahun.

5. Patrick Vieira

Patrick Vieira

Legenda Arsenal salah satu gelandang top di eranya dengan kemampuan bertahan dan melakukan transisi bermain dengan baik. Patrick Vieira sudah memenangi tiga titel Premier League, tiga Piala FA, dan empat Scudetto, serta Piala Dunia dan Piala Eropa dengan timnas Prancis namun tak punya trofi Liga Champions.

Uniknya Vieira meninggalkan Inter setelah bermain selama empat tahun di sana pada momen yang tidak tepat. Vieira ke Manchester City pada 2010 dan di tahun yang sama Inter mengukir sejarah treble winners di era kepelatihan Jose Mourinho.