BolaSkor.com - Lebih dari satu pekan lagi, putaran final Piala Eropa 2020 akan bergulir. Ajang ini menjadi salah satu panggung terbaik bagi pesepak bola untuk mencuri perhatian klub-klub besar.

Gengsi Piala Eropa mungkin hanya kalah dari Piala Dunia. Namun turnamen ini tetap dimeriahkan nama-nama besar yang menjadi andalan klub-klub elite benua biru.

Namun Piala Eropa bukan hanya milik pemain yang kualitasnya sudah diakui. Terkadang, nama yang sebelumnya tak pernah didengar juga muncul ke permukaan.

Baca Juga:

3 Alasan Portugal Akan Gagal Pertahankan Gelar Piala Eropa

5 Pemain Muda yang Siap Mengguncang Piala Eropa 2020

Kariernya Sempat Dinilai Berakhir, Muller Tak Dendam dengan Low

Wajar jika banyak klub yang mengirim banyak pemandu bakatnya untuk mengamati pertandingan-pertandingan Piala Eropa. Mereka tentu berharap mendapatkan tambahan kekuatan jelang melakoni musim yang akan datang.

Sejumlah nama yang kini populer menjadikan Piala Eropa sebagai batu loncatan untuk memperkuat klub besar. Bolaskor.com telah merangkum lima di antaranya seperti di bawah ini:

1. Pavel Nedved

Pavel Nedved (kiri)

Pavel Nedved hanya bermain di Sparta Praha sebelum memperkuat Republik Ceko di ajang Piala Eropa 1996. Namun nasibnya berubah drastis usai membawa negaranya melaju hingga final.

Ceko berstatus debutan pada Piala Eropa 1996 usai berpisah dengan Slovakia tiga tahun sebelumnya. Namun hanya Jerman yang mampu menggagalkan ambisi mereka meraih trofi lewat golden goal Oliver Bierhoff pada laga final.

Nedved sendiri merupakan salah satu andalan Ceko di lini tengah. Ia hanya absen satu kali sepanjang turnamen karena harus menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

Setelah turnamen berakhir, Nedved pindah ke Lazio yang kala itu berstatus sebagai juara bertahan Serie A. Il Biancocelesti harus mengeluarkan dana sebesar 4,65 juta euro untuk mewujudkan transfer ini.

Usai pindah ke Lazio, karier Nedved kian bersinar. Ia mampu membantu timnya meraih berbagai trofi termasuk Scudetto dan Piala UEFA hingga akhirnya pindah ke Juventus pada 2001.


2. David Trezeguet

David Trezeguet

David Trezeguet hanya berstatus penyerang pelapis di Timnas Prancis pada ajang Piala Eropa 2000. Pemain yang kala itu memperkuat AS Monaco itu kalah bersaing dengan Thierry Henry, Niocolas Anelka dan Sylvain Wiltord.

Trezeguet tercatat hanya tampil tiga kali di turnamen tersebut. Dua di antaranya bahkan hanya berstatus sebagai pengganti.

Namun kesempatan minim itu mampu dimanfaatkanh Trezeguet dengan maksimal. Ia menjadi kunci Prancis mampu mengangkat trofi di akhir turnamen.

Trezeguet mencetak golden goal saat Prancis menang 2-1 atas Italia pada laga final. Kedua tim sempat bermain 1-1 hingga waktu normal berakhir.

Menariknya, Trezeguet pindah ke Italia usai Piala Eropa 2000. Juventus rela mengeluarkan dana sekitar 23 juta euro untuk menebusnya dari Monaco.

Trezeguet kemudian menjadi salah satu ujung tombak andalan Juventus selama satu dekade. Ia berada di peringkat keempat dalam daftar top skorer sepanjang masa Bianconeri dengan 171 gol.


3. Wayne Rooney

Wayne Rooney

Wayne Rooney memang sudah diramal akan menjadi salah satu penyerang top usai mencetak gol spektakuler saat Everton berhadapan dengan Arsenal pada Oktober 2002. Namun tidak ada klub besar yang berani menebusnya dengan harga mahal saat itu.

Namun keraguan terkait kualitas Rooney akhirnya sirna usai berlaga di Piala Eropa 2004. Berstatus debutan, pemain yang cukup tempramental itu mampu menanggung beban sebagai ujung tombak.

Rooney menjawab kepercayaan tersebut dengan mencetak empat gol di fase grup. Sayang ia harus mengalami cedera patah tulang metatarsal saat Inggris menantang Portugal pada babak perempat final.

Akibat cedera tersebut, Rooney harus absen cukup lama. Namun kondisi itu tak membuat Manchester United ragu untuk meminangnya.

Dengan biaya sekitar 25 juta poundsterling, Manchester United resmi memboyong Rooney dari Everton pada akhir Agustus 2004. Perjudian tersebut akhirnya berbuah manis karena Wazza mampu menahbiskan diri sebagai legenda Setan Merah di akhir kariernya.


4. Petr Cech

Petr Cech

Petr Cech menjadi salah satu komoditas terpanas pada bursa transfer musim panas 2004. Penampilan apik bersama Republik Ceko di Piala Eropa membuat sang kiper menjadi buruan Chelsea dan Manchester United.

Nama Cech memang masih kurang familiar sebelum berlaga di Piala Eropa 2004. Ia hanya berstatus sebagai pemain asal klub Prancis, Rennes.

Namun Cech menjadi salah satu kunci Ceko mampu melaju hingga semifinal. Sayang langkah mereka dihentikan Yunani yang akhirnya keluar sebagai juara.

Cech pada akhirnya memilih pindah ke Chelsea ketimbang Manchester United. Ia kemudian menjadi salah satu kiper terbaik yang pernah berlaga di Premier League.


5. Andrey Arshavin

Andrey Arshavin

Timnas Rusia menjadi salah satu kuda hitam di Piala Eropa 2008. Tim yang ditangani Guus Hiddink melaju hingga semifinal.

Dalam perjalanannya, Rusia mampu mengalahkan tim-tim yang lebih diunggulkan. Belanda menjadi salah satu korban keganasan Sbornaya.

Hiddink memang menjadi sosok kunci di balik penampilan apik Rusia. Namun Andrey Arshavin merupakan aktor utamanya di lapangan.

Arshavin kemudian diburu klub-klub besar usai turnamen berakhir. Namun pemain Zenit Saint Petersburg tersebut harus menunggu selama setengah tahun untuk pindah ke Arsenal.

Sayang, karier Arshavin seperti jalan di tempat sejak pindah ke Arsenal. Ia gagal tampil maksimal secara konsisten hingga akhirnya dipulangkan ke Zenit.