BolaSkor.com - Sepak bola tidak akan sempurna tanpa adanya para kreator serangan yang biasa memberikan suplai bola kepada rekan setimnya. Mereka yang memberikan operan atau umpan yang berujung gol dikenal sebagai pemberi assist.

Pemberi assist jika diartikan seperti halnya 'pelayan' dalam memberikan servis bola, entah bola matang atau setengah matang, untuk dikonversi menjadi gol - biasanya oleh penyerang.

Peran mereka acapkali underrated (tidak banyak disorot publik) dan kalah dari penyerang. Akan tapi, para pemberi assists sangat diapresiasi oleh rekan setimnya seperti peran-peran lainnya dalam sepak bola semisal: gelandang bertahan, bek tengah, dan kiper.

Baca Juga:

Selepas Cristiano Ronaldo Pergi, Lionel Messi Selalu Gigit Jari di El Clasico

Gattuso dan Insigne Silang Pendapat soal Kehebatan Messi

Kevin De Bruyne Jelaskan Suasana Internal Manchester City Usai Disanksi UEFA

Tidak mudah memberikan assist. Dibutuhkan timing (penempatan waktu) yang tepat, visi bermain bagus, operan akurat, dan kepekaan kepada area sekitarnya dalam memelajari gerakan lawan serta kawan.

Sejauh ini di musim 2019-20 di antara liga-liga top Eropa ada lima pemain yang layak disebut sebagai raja assists. Menggunakan data Transfermarkt, berikut kelima pemain tersebut.

1. Kevin De Bruyne - Manchester City

Kevin De Bruyne

Gelandang serang berusia 28 tahun menjalani salah satu musim terbaiknya dengan Manchester City. Berada di usia prima pesepakbola Eropa, Kevin De Bruyne telah bermain 35 kali di seluruh kompetisi, mencetak sembilan gol, dan memberikan 20 assists.

De Bruyne sudah memberikan 17 assists dari 26 pertandingan di Premier League. Mengingat kompetisi masih panjang di Premier League, Piala FA, dan Liga Champions, De Bruyne masih bisa menambah jumlah assist-nya tersebut.

2. Lionel Messi - Barcelona

Lionel Messi

Peraih enam Ballon d'Or sudah mencetak 23 gol dari 30 laga musim ini di seluruh kompetisi. Namun peran Lionel Messi bukan sebagai pencetak gol saja, melainkan juga kreator serangan dengan visi bermain dan operan bolanya yang akurat.

La Pulga merupakan salah satu jenius sepak bola karena kemampuannya menjadi pengatur serangan (playmaker) selain pencetak gol. Musim ini pemain berusia 32 tahun telah memberikan 12 assists di LaLiga dan 16 assists di seluruh kompetisi.

3. Thomas Muller - Bayern Munchen

Thomas Muller

Pergantian pelatih dari Niko Kovac ke Hans-Dieter Flick menjadi berkah bagi Thomas Muller. Pemain berusia 30 tahun bermain reguler di belakang Robert Lewandowski dalam taktik 4-2-3-1 Bayern Munchen. Muller telah tampil 34 kali di seluruh kompetisi.

Sumbangan golnya adalah sembilan dan 19 assists di seluruh kompetisi. Di Bundesliga, Muller telah memberikan 16 assists dari 24 penampilan dan mencetak lima gol. Isu hengkang juara Piala Dunia 2014 itu pun perlahan sirna.

4. Luis Alberto - Lazio

Luis Alberto

Semenjak pindah dari Liverpool ke Lazio pada 2016 karier Luis Alberto terus meroket di bawah asuhan Simone Inzaghi. Berperan sebagai gelandang serang dan juga dapat bermain sebagai penyerang sayap, Luis Alberto berpeluang membantu Lazio meraih Scudetto musim ini.

Luis Alberto, 27 tahun, telah bermain 25 kali di Serie A dengan torehan empat gol dan 13 assists. Di seluruh kompetisi Alberto bermain 30 kali dengan catatan lima gol dan 14 assists.

5. Angel Di Maria - Paris Saint-Germain

Angel Di Maria

Di balik ketajaman Kylian Mbappe, Neymar, dan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain ada peran gelandang serang asal Argentina, Angel Di Maria, yang dapat ditempatkan di sisi sayap atau sentral permainan. Musim ini pun dia masih menjadi pemain andalan Thomas Tuchel.

Angel Di Maria, 32 tahun, telah bermain 36 kali di seluruh kompetisi dengan torehan 12 gol dan 20 assists. Di Ligue 1 Di Maria memberikan 14 assists dan mencetak delapan gol dari 26 pertandingan yang telah berlalu.