BolaSkor.com - Sering terjadi perdebatan ketika dilontarkan pertanyaan siapa pemain sepak bola terbaik. Biasanya, jumlah penghargaan yang berada di dalam lemari menjadi senjata saling mengalahkan.

Sepanjang sejarah sepak bola, ada beberapa penghargaan bergengsi. Tolok ukurnya berbeda-beda, mulai dari keindahan, performa, atau hal-hal yang berbau statistik.

Pertanyaannya, penghargaan mana yang paling bergengsi? Biasanya, penghargaan itu mempertemukan para jago-jago sepak bola untuk saling bersaing.

Berikut ini adalah lima penghargaan paling bergengsi di sepak bola:

FIFA Puskas Award

Cristiano Ronaldo pemenang pertama Puskas Award

FIFA Puskas Award mulai diselenggarakan FIFA pada 2009 untuk memberikan apresiasi kepada gol terindah per tahun. Secara teknis, pernghargaan tersebut dapat diberikan kepada pemain pria atau wanita.

Saat ini, Lionel Messi menjadi pemimpin dengan tujuh pernghargaan. Sementara itu, Cristiano Ronaldo menjadi pemenang pada edisi pertama.

Nama penghargaan diambil dari legenda Hongaria, Ferenc Puskas. Pada perjalanannya, Puskas Award sempat diterpa kontroversi karena sifat yang subjektif. Contohnya adalah ketika Mohamed Salah menjadi pemenang pada 2018.

Penghargaan diberikan kepada pemain yang golnya dipilih oleh panel FIFA Legends. Dari tiga gol yang terpilih akan dipertandingkan lagi dan ditentukan oleh pemungutan suara di fifa.com.

Sepatu Emas Eropa

Luis Suarez meraih Sepatu Emas dengan dua klub berbeda

Awalnya, penghargaan Sepatu Emas Eropa dibuat oleh majalah L'Equipe untuk pencetak gol terbanyak di semua liga teratas Eropa.

Namun, L'Equipe menangguhkan penghargaan Sepatu Emas Eropa selama lima tahun setelah muncul kontroversi mengenai Cypriot scorer.

Akhirnya, sejak musim 1996-1997, European Sports Media mengambil alih penghargaan dan menggunakan koefisien yang memberikan bobot lebih kepada liga-liga top.

Sejauh ini, Lionel Messi sudah enam kali menjadi yang terbaik. Tempat kedua menjadi milik Cristiano Ronaldo yang empat kali menjadi pemenang.

Dalam 25 tahun terakhir, hanya ada dua pemain di luar lima liga top Eropa yang berhasil meraih penghargaan (Henrik Larsson dan Mario Jardel).

The Golden Ball

Luka Modric

Golden Ball adalah penghargaan bergengsi lainnya untuk memberikan apresiasi kepada pesepak bola terbaik di Piala Dunia FIFA. Pada Piala Dunia 2018, Golden Ball menjadi milik Luka Modric yang tampil gemilang bersama tim nasional Kroasia.

Pemain terbaik mungkin bukan bagian dari tim juara atau mungkin tak memiliki statistik mentereng (gol, penyelamatan, assist). Namun, ia harus meninggalkan jejak yang tak terhapuskan pada gelaran empat tahunan tersebut.

Faktanya, peraih terakhir Golden Ball yang juga menjadi juara Piala Dunia adalah Romario saat memperkuat Brasil di Piala Dunia 1994. Sementara itu, dua pemenang terakhir, Lionel Messi dan Modric, dikalahkan di laga puncak.

Satu di antara yang membuat Golden Ball penuh dengan prestise adalah kesempatan menjadi pemenang yang lebih sedikit. Sebab, penghargaan itu hanya diberikan dalam waktu empat tahun sekali.

Pemain Terbaik Dunia FIFA

Zinedine Zidane

Dari 1991 hingga 2009, FIFA menggelar penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA sebelum pada akhirnya bersinergi dengan Ballon d'Or selama enam tahun.

Setelah kerja sama tersebut, penghargaan kategori pria dan wanita dimasukkan dalam program FIFA yang baru. Itu artinya, sudah tidak ada lagi penggabungan dengan Ballon d'Or.

Pemain-pemain top seperti Ronaldo Nazario, Zinedine Zidane, dan Cristiano Ronaldo pernah maju ke podium untuk mengambil piala.

Ballon d'Or

Cristiano Ronaldo

Ballon d'Or merupakan penghargaan tertua dan yang paling bergengsi di sepak bola. Meskipun, Ballon d'Or sempat digabungkan dengan penghargaan FIFA selama enam tahun hingga 2009.

Ballon d'Or pertama kali digagas oleh jurnalis olahraga, Gabriel Hanot. Penghargaan tersebut awalnya diberikan kepada pemain terbaik Eropa dalam satu musim.

Namun, pada 1995, peraturan berubah. Pemain dari negara mana pun yang tampil di Liga Eropa memenuhi syarat menjadi pemenang.

Pada awal kemunculannya, pemenang Ballon d'Or dipilih oleh junalis sepak bola. Namun, sejak 2007, kapten dan pelatih tim berhak memberikan suara.

Lionel Messi menjadi pemegang rekor usai meraih Ballon d'Or sebanyak enam kali. Sementara itu, Ronaldo bercokol pada posisi kedua dengan satu gelar lebih sedikit. Pemain terakhir yang mematahkan hegemoni kedua bintang itu adalah Luka Modric usai menang pada 2018.

Sayangnya, Ballon d'Or 2020 dibatalkan dengan alasan pandemi virus corona. Beberapa pihak menilai, keputusan tersebut merampok gelar yang seharusnya diberikan kepada Robert Lewandowski setelah tampil gemilang di Bayern Munchen.