BolaSkor.com - Striker Paris Saint-Germain, Lionel Messi, mendapat banyak sorotan belakangan ini. Beberapa kalangan memberikan kritik seputar penampilan Messi yang dianggap masih biasa saja bersama PSG. Jauh lebih dari itu, Messi memang kerap mendapatkan pernyataan kontroversial.

Sebagai satu di antara pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, merupakan hal yang wajar jika muncul perdebatan soal Lionel Messi. Ada beberapa kalangan yang tidak setuju dengan anggapan jika Messi adalah yang terbaik.

Baca juga:

Update Transfer Man United: Martial Pergi, Lingard dan Van de Beek Menyusul

Menilik 5 Kandidat Manajer Pengganti Rafael Benitez di Everton

Menilik Laga-laga Februari Liverpool dan Man City dalam Perebutan Titel Premier League

Berikut ini adalah lima pernyataan paling kontroversial soal Lionel Messi:

Lionel Messi Harus Menuju Real Madrid

Pernyataan pertama datang dari legenda Boca Juniors, Hugo Gatti. Ia turut memanaskan rivalitas Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, Messi perlu menuju Real Madrid untuk membuktikan diri lebih hebat dari apa yang ditorehkan Ronaldo.

"Sepertinya saya anti-Argentina. Namun, hingga Messi tampil di laga besar, dia akan terus menjadi pemain yang jago kandang. Dia harus punya nyali untuk menuju Real Madrid dan membuktikan segalanya di sana seperti Cristiano Ronaldo. Jika tidak, dia hanya akan menjadi pemain biasa saja," tegas Gatti.

Dengan kisah panjang bersama Barca, sulit melihat Messi menuju Real Madrid. La Pulga bisa dianggap sebagai Judas terbesar dalam sejarah sepak bola.

Ronaldo Punya Hasrat seperti Maradona, Messi Tidak

Setelah meninggalnya Diego Maradona pada 2020, perdebatan soal siapa yang menjadi "Goat" semakin memanas. Sebab, beberapa penikmat sepak bola menilai Maradona atau Pele adalah dua pemain terhebat dalam sejarah.

Mantan pelatih Benfica, Jorge Jesus, menilai Maradona adalah pemain terbaik yang pernah dilihatnya. Dia juga lebih memilih Cristiano Ronaldo daripada Messi karena satu alasan mendasar.

"Hari ini, di antara dua yang terbaik di dunia, Cristiano Ronaldo memiliki sedikit hasrat seperti apa yang dimiliki Maradona. Sementara itu, Messi tidak punya apa-apa. Dia tidak punya gairah," kata Jesus.

"Messi adalah pemain hebat. Namun, kita bicara soal hidup dan perasaan. Memiliki gairah untuk bermain sepak bola. Saya pikir Maradona di atas siapa pun dalam hal itu."

Lionel Messi Punya Wajah Berbeda ketika Membela Barcelona dan Argentina

Batu sandungan terbesar Lionel Messi sejak debut internasionalnya pada 2005 adalah ekspektasi. Seorang pemain yang hampir memenangi segalanya dengan Barcelona, tetapi punya kisah kegagalan bersama Argentina.

Sebelum meraih gelar Copa America pada tahun lalu, Messi hanya meraih titel Piala Dunia U-20 dan satu emas Olimpiade bersama Argentina.

Tak pelak, Maradona kerap memberikan kritik keras kepada Messi soal perbedaan penampilan di Barcelona dan Argentina. Satu di antara yang paling telak adalah ketika Messi memutuskan keluar dari timnas Argentina usai tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 dari Argentina.

"Kita seharusnya tidak lagi mengagungkan Messi. Dia adalah Messi ketika bermain untuk Barcelona. Messi adalah Messi ketika mengenakan jersey itu, tetapi dia adalah Messi lainnya bersama Argentina," ujar Maradona.

"Dia pemain hebat, tetapi bukan pemimpin. Tidak ada gunanya mencoba menjadi pemimpin dari pria yang pergi ke toilet 20 kali sebelum pertandingan."

Lionel Messi Hanya Memiliki Satu Keterampilan

Kutipan kontroversial lainnya datang dari legenda sepak bola, Pele, pada 2018. Mantan pemain internasional Brasil itu tidak setuju dengan pendapat Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa.

"Bagaimana Anda bisa membuat perbandingan antara seorang pria yang menyundul dengan baik, menembak dengan kaki kiri dan kanan, dengan orang lain yang hanya melepaskan tembakan dengan satu kaki? Dia hanya memiliki satu keterampilan dan tidak menyundul bola dengan baik," terang Pele.

"Bagaimana Anda bisa membandingkannya? Untuk membandingkan dengan Pele, dia haruslah seorang yang menembak dengan baik menggunakan kaki kiri dan kanan. Dia juga harus mencetak gol melalui sundulan."

Golden Ball Piala Dunia 2014 untuk Lionel Messi Keliru

Lional Messi memimpin timnas Argentina ke final Piala Dunia 2014 melawan Jerman. Argentina akhirnya kalah usai Mario Gotze mendulang gol penentu pada perpanjangan waktu.

Messi terlihat sedih atas kekalahan tersebut, kendati meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik pada turnamen. Ketika itu, Messi membukukan empat gol dan satu assist.

Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, mengakui penghargaan Golden Ball yang didapatkan La Pulga tidak tepat. Sebab, Messi tidak keluar sebagai juara.

"Saya pikir, keputusan memberikan Golden Ball tidak tepat. Saya terkejut menerima keputusan komite. Mereka mengatakan kepada saya jika hanya melihat 10 pemain yang ambil bagian di final," ulas Blatter.