BolaSkor.com - Derby della Madonnina jilid satu akan berlangsung di Giuseppe Meazza, Sabtu (17/10) pukul 23.00 WIB. Inter Milan akan lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu AC Milan pada pekan keempat Serie A 2020-2021.

Laga dua rival sekota ini diprediksi berlangsung sengit dan menarik. Itu karena Inter dan Milan tengah dalam performa terbaik.

Dari tiga laga yang telah dilalui, kedua tim sama-sama belum menelan kekalahan. Milan menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan sedangkan Inter sedikit terhambat dengan satu kali hasil imbang.

Baca Juga:

Gianluca Pagliuca, Takhayul Sarung Tangan dan Sepatu, Tidak Pernah Kalah di Derby della Madonnina

Derby della Madonnina Datang di Waktu yang Kurang Tepat untuk Inter Milan

Cara Inter Milan Tunda Derby della Madonnina

Momen seperti sudah lama tidak terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, biasanya salah satu tim tidak dalam performa terbaik sehingga mengurangi nilai kompetitif pertandingan itu sendiri.

Namun Inter tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya dalam pertandingan nanti. Sejumlah pemain kuncinya harus menepi karena terinfeksi virus corona.

Dari rekor head to head, Inter sedikit lebih unggul. Dari total 226 pertemuan, Nerazzurri mampu meraih 83 kemenangan.

Sementara Milan sedikit tertinggal karena hanya mampu meraih 76 kemenangan. Sementara 67 laga sisanya berakhir imbang.

Untuk sedikit bernostalgia, BolaSkor.com telah merangkum lima laga Derby della Madonnina tersengit pada periode 2000-an yang berlangsung di Serie A. Berikut rangkumannya:

1. AC Milan 3-2 Inter Milan (21 Februari 2004)

Salah satu Derby della Madonnina terseru terjadi pada 21 Februari. Dalam pertandingan ini, Milan melakukan comeback gemilang untuk mengalahkan musuh bebuyutannya dengan skor 3-2.

Dalam laga ini, Milan harus tertinggal 0-2 hingga babak pertama berakhir. Saat itu Inter mencetak dua gol melalui aksi Dejan Stankovic (15') dan Cristiano Zanetti (40').

Kondisi ini membuat Milan tertekan. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu memang wajib meraih kemenangan demi menjaga posisinya di puncak klasemen.

Keajaiban pun terjadi di babak kedua. Milan secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan dalam tempo dua menit lewat dua gol yang dicetak John Dahl Tomasson (56') dan Ricardo Kaka (57').

Clarence Seedorf akhirnya memastikan kemenangan Milan lima menit jelang waktu normal berakhir, Tendangan kerasnya gagal dihentikan oleh Francesco Toldo.

Kemenangan atas Inter membantu Milan meraih Scudetto di akhir musim. Mereka unggul sembilan poin dari AS Roma pada klasemen akhir.


2. Inter Milan 3-2 AC Milan (12 Desember 2005)

Dua musim berselang tepatnya pada paruh pertama musim 2005-2006, Derby della Madonnina yang tak kalah sengit terjadi. Inter mampu mengalahkan Milan dengan skor 3-2 lewat sebuah pertandingan yang ketat.

Inter mampu ungguk lebih dulu lewat penalti Adriano pada menit ke-23. Namun 15 menit berselang, giliran Milan membalas lewat penalti Andriy Shevchenko.

Inter kembali unggul pada menit ke-63 lewat aksi Obafemi Martins. Kedudukan ini bertahan hingga waktu normal tersisa lima menit.

Pada momen ini, banyak pihak berpikir Inter akan keluar sebagai pemenang. Namun Jaap Stam kembali membuat kedudukan imbang lewat golnya pada menit ke-85.

Drama terjadi pada masa injury time. Sebuah skema sepak pojok yang didapat Inter mampu diteruskan Adriano dengan sundulan kepala yang merobek jala gawang Milan kawalan Nelson Dida.

Penyerang berkebangsaan Brasil itu merayakan gol ini dengan sangat emosional sambil melepas jersey. Sebuah pertandingan yang sangat menghibur.


3. Inter Milan 2-1 AC Milan (11 Maret 2007)

Nama Ronaldo Luis Nazario menjadi sorotan pada Derby della Madonnina edisi 11 Maret 2007. Itu merupakan pertama kalinya, sang bomber menghadapi Inter Milan dengan seragam AC Milan.

Tak heran jika Ronaldo mendapat tekanan tersendiri dari suporter Inter. Hebatnya pemain berkebangsaan Brasil itu seperti tak terpengaruh.

Ronaldo bahkan sempat membuat tifosi Inter terdiam setelah mencetak gol pembuka pada menit ke-40. Ia juga tak ragu untuk melakukan selebrasi meski membobol mantan klub yang membesarkan namanya.

Namun pertandingan itu tidak berakhir happy ending untuk Ronaldo. Inter mampu bangkit dan membalikkan kedudukan lewat dua gol Julio Cruz (55') dan Zlatan Ibrahimovic (77').


4. Inter Milan 4-2 AC Milan (6 Mei 2012)

Sebuah pil pahit harus ditelan Milan pada 6 Mei 2012. Saat itu, Rossoneri harus takluk 2-4 dari Inter pada Derby della Madonnina yang sekaligus memastikan kegagalan mereka merebut Scudetto.

Sebelum pertandingan, Milan memang wajib menang demi memaksa perburuan Scudetto berlanjut hingga pekan terakhir. Saat itu mereka hanya tertinggal dua poin dari Juventus di puncak klasemen dengan dua laga tersisa.

Namun Inter yang tak rela melihat tetangganya berpesta coba menghadang. La Beneamata bahkan mampu mencuri gol cepat lewat Diego Milito ketika laga baru berjalan 14 menit.

Milan sempat menunjukkan mental juaranya dengan membalikkan kedudukan lewat aksi Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-44 dan 46. Namun kondisi ini tak bertahan lama.

Inter mampu membalikkan kedudukan lagi di sisa laga setelah tiga kali menjebol gawang Milan. Gol-gol kemenangan Inter dicetak oleh Diego Milito (53', 79') dan Maicon (87').


5. Inter Milan 4-2 AC Milan (9 Februari 2020)

Derby della Madoninna yang tak kalah seru tersaji pada 9 Februari silam atau pertemuan terakhir kedua tim. Inter dan Milan kembali terlibat kejar-mengejar gol yang sengit.

Milan seperti akan meraih kemenangan dengan mudah saat menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Dua gol tersebut dicetak oleh Ante Rebic (40') dan Zlatan Ibrahimovic (45').

Di luar dugaan, Inter menunjukkan penampilan yang berbeda pada paruh kedua. Tim asuhan Antonio Conte tersebut secara sensasional mampu mencetak empat gol balasan untuk membalikkan kedudukan menjadi 4-2.

Empat gol balasan Inter dicetak oleh Marcelo Brozovic (51'), Matias Vecino (54'), Stefan de Vrij (70') dan Romelu Lukaku (90').