BolaSkor.com - Arsenal akhirnya mengakhiri kerja sama dengan manajer asal Spanyol, Unai Emery, pada Jumat (29/11). The Gunners kecewa karena Emery tidak bisa meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun.

"Terima kasih yang paling tulus kami ucapkan untuk Unai Emery dan rekan-rekannya yang tidak berhenti dalam upaya membuat Arsenal kembali bersaing di tingkat atas. Itu adalah apa yang kami semua harapkan dan minta. Kami berharap Unai Emery sukses di masa depan," jelas pemilik Arsenal, Josh Kroenke, pada laman resmi tim.

Unai Emery mulai menukangi Arsenal pada awal musim lalu. Eks juru taktik Paris Saint-Germain itu melakoni 78 pertandingan dengan perolehan rata-rata 1,87 poin per laga.

Baca juga:

14 Klub yang Nasibnya Ditentukan pada Matchday Pamungkas Fase Grup Liga Champions 2019-2020

Joao Felix dan 9 Pemenang Golden Boy dalam 10 Tahun Terakhir

Unai Emery

"Keputusan telah diambil karena hasil dan kinerja tidak berada pada level yang diperlukan," lanjut bunyi pernyataan resmi Arsenal.

Saat ini, kursi manajer Arsenal diduduki Freddie Ljunberg. Namun, posisi sang legenda hanyalah manajer interim. Arsenal tetap akan mencari manajer tetap.

"Kami telah meminta Freddie Ljunberg untuk bertanggung jawab sebagai pelatih kepala sementara. Kami punya keyakinan penuh kepada Ljunberg untuk membawa maju," terang Arsenal.

"Pencarian pelatih anyar sedang berlangsung. Kami akan membuat pengumuman lebih lanjut saat proses tersebut selesai," The Gunners menerangkan.

Kini, pertanyaan besarnya adalah siapa manajer yang akan menggantikan posisi Unai Emery. Kabar dari Inggris sudah menyebutkan beberapa manajer seperti Mauricio Pochettino, Massimiliano Allegri, Nuno Espirito Santo, dan Mike Arteta.

Nantinya, manajer anyar Arsenal akan mengemban tugas yang tidak mudah. Ia perlu menyelesaikan beberapa masalah dan mencapai target yang sudah ditentukan. Lantas, apa saja tugas berat pengganti Unai Emery? Berikut lima di antaranya.

Membawa Arsenal Meraih Gelar

Freddie Ljunberg

Arsenal terakhir kali merengkuh titel Premier League adalah pada musim 2003-2004. Sedangkan, dalam 10 musim terkahir, gelar yang dimenangi pasukan London Merah berlabel kasta kedua seperti Piala FA dan Piala Super Liga Inggris.

Sang manajer anyar punya tugas berat untuk mengakhiri kekeringan gelar bergengsi tersebut. Ia tidak punya banyak waktu karena Arsenal sudah terlalu lama tidak memenangi kejuaraan level teratas.

Kendalanya, skuat Arsenal saat ini belum mampu bersaing dengan klub-klub papan atas di Eropa dan Inggris. Walhasil, jika ingin meraih trofi dengan cepat, sang manajer anyar wajib punya taktik jitu untuk memanfaatkan pemain yang tersedia.