BolaSkor.com - Manchester United diakui sebagai salah satu klub yang memiliki akademi terbaik di Inggris. Kesuksesan Clash of 92 menjadi bukti sahihnya.

Clash of 92 merupakan kumpulan pemain akademi Manchester United angkatan 1992 yang dipromosikan ke tim senior. Mereka adalah David Beckham, Nicky Butt, Ryan Giggs, Gary Neville, Phil Neville, Paul Scholes.

Para pemain ini kemudian menjadi tulang punggung kesuksesan Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson. Mereka juga termasuk dalam skuat Setan Merah saat meraih treble winners pada tahun 1999.

Baca Juga:

Akan Pikul Beban Besar di Manchester United, Jadon Sancho Dianjurkan Pilih Liverpool

Tak Hanya Cristiano Ronaldo yang Ada di Hati Rio Ferdinand

Kisah di Balik Kontroversi Klausul Kontrak dalam Transfer Alan Smith ke Manchester United

Setelah era Clash of 92, Manchester United rutin mempromosikan para pemain akademinya ke tim senior. Dari mulai Danny Welbeck, Tom Cleverley, Jonny Evans, hingga yang terbaru Marcus Rashford dan Mason Greenwood.

Namun tidak semua pemain dari akademi mampu tampil konsisten mengisi skuat utama Manchester United. Sejumlah nama yang sempat digadang-gadang akan menjadi andalan justru menghilang.

Ada juga pemain yang hanya tampil baik dalam satu atau dua pertandingan lalu kemudian menghilang. mereka seperti bunga yang layu sebelum berkembang.

Berikut ini 5 wonderkid Manchester United yang kariernya layu sebelum berkembang:

1. Giuseppe Rossi


Manchester United tentu menganggap Giuseppe Rossi sebagai pemain dengan bakat istimewa saat membajaknya dari akademi Parma pada tahun 2004 silam. Saat itu sang pemain baru berusia 17 tahun.

Pada tahun itu juga Rossi juga mndapat kesempatan melakukan debut di tim senior Manchester United. Ia tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Crystal Palace di ajang Piala FA, November 2004.

Sementara debut Premier League baru dijalani Rossi semusim kemudian. Hebatnya,ia langsung mencetak gol pada laga debut saat menghadapi Sunderland meski baru dimainkan sembilan menit terakhir.

Namun bercokolnya nama-nama besar seperti Wayne Rooney, Ruud Van Nistelrooy, Cristiano Ronaldo, hingga Louis Saha membuat kesempatan bermain Rossi sangatlah minim. Total ia hanya mampu mencetak empat gol sebelum dipinjamkan ke Newcastle United dan Parma.

Rossi akhirnya dijual ke Villarreal pada musim panas 2007. Di Spanyol, Rossi menunjukkan kemampuannya sebagai penyerang berkualitas.

Sayang kariernya terganggu dengan serangkaian cedera parah yang dialaminya. Namanya terus meredup hingga kini berkarier di Major League Soccer bersama Real Salt Lake.


2. Federico Macheda


Tidak banyak orang yang tahu nama Federico Macheda hingga ia membobol gawang Aston Villa pada laga debutnya di tim senior Manchester United, April 2009. Gol tersebut membantu Setan Merah meraih gelar Premier League 2008-2009.

Saat melakukannya, Macheda baru berusia 17 tahun. Namun sejak saat itu, namanya digadang-gadang sebagai penyerang masa depan Manchester United.

Ferguson mulai memberikannya kesempatan untuk tampil. Namun Macheda hanya bisa mencetak dua gol tambahan setelah menjalani debut impian di Old Trafford.

Pada 2011, Macheda dipinjamkan ke Sampdoria. Sejak saat itu dirinya tak bisa lagi menembus skuat utama Manchester United hingga dilepas permanen ke Cardff City pada tahun 2014.

Kariernya Macheda terus meredup dari tahun ke tahun. Ia kini memperkuat Panathinaikos sejak tahun 2018 dan sudah mencetak 22 gol bagi klub Yunani tersebut.


3. Ravel Morrison


Ravel Morrison merupakan anggota akademi Manchester United yang menjuarai Piala FA Junior 2011. Saking hebatnya, tim ini kerap dijuluki sebagai Clash of 2011.

Ravel Morrison dianggap sebagai pemain terbaik dalam skuat ini. Padahal ada juga nama-nama seperti Paul Pogba, Jesse Lingard, hingga Keane (Michael dan Will) bersaudara yang juga berkualitas.

Hal tersebut diakui oleh para pemain senior Manchester United seperti Wayne Rooney dan Rio Ferdinand. Sayang perilaku buruk di luar lapangan membuat Morrison gagal mengeluarkan potensinya secara maksimal.

Morrison menjalani debut di tim utama Manchester United pada usia 17 tahun dalam pertandingan Piala Liga melawan Wolverhampton. Namun setelah itu ia hanya membuat dua penampilan lagi sebelum dilepas secara gratis pada tahun 2012.

Setelah meninggalkan Manchester United, Morrison sempat berpetualang ke beberapa negara seperti Italia, Meksiko dan Swedia. Sejak awal tahun ini, ia memperkuat Middlesbrough dengan status pinjaman dari Sheffield United.

4. Adnan Januzaj


Manchester United memang menjalani musim yang mengecewakan saat ditangani David Moyes. Namun pada momen tersebut, muncul seorang idola baru bernama Adnan Januzaj.

Dengan keterampilannya mengolah bola, Januzaj digadang-gadang sebagai penerus Cristiano Ronaldo. Ia menjadi andalan Moyes di lini sayap.

Namun kariernya secara perlahan menurun seiring dipecatnya Moyes pada penghujung musim 2013-2014. Faktor cedera juga membuatnya beberapa kali absen.

Kedatangan Louis Van Gaal semakin membuatnya kesulitan mengembalikan performanya. Bersama pelatih asal Belanda itu, Januzaj jarang mendapat kesempatan tampil sebelum akhirnya dilepas ke Real Sociedad.

Januzaj total hanya bermain sebanyak 63 kali bersama Manchester United. Koleksinya golnya juga hanya menyentuh angka lima.


5. James Wilson


James Wilson mencetak dua gol dalam laga debutnya sebagai starter saat Manchester United menang 3-1 atas Hull City di penghujung musim 2013-2014. Saat itu Ryan Giggs dipercaya sebagai caretaker menggantikan Moyes yang dipecat.

Sama seperti Januzaj, karier Wilson meredup seiring kedatangan Van Gaal. Ia jarang mendapat kesempatan tampil sebelum akhirnya dipinjamkan ke Derby County.

Kariernya semakin memburuk setelah mengalami cedera lutut parah. Saat ini Wilson bermain di Liga Skotlandia bersama Aberdeen.