BolaSkor.com - Minggu, 11 Maret 2018, menjadi hari yang spesial untuk Arsenal pada lanjutan laga pekan ke-30 Premier League melawan Watford. The Gunners menang 3-0 melalui gol yang diciptakan Shkodran Mustafi, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Henrikh Mkhitaryan.

Kemenangan itu bukan hanya melanjutkan momentum Arsenal yang sebelumnya menang 2-0 melawan AC Milan di Liga Europa. Namun di laga itu juga, sejumlah rekor dipecahkan Arsenal mulai dari: kemenangan ke-700 Arsene Wenger melatih klub dari tahun 1996, dari total 1.222 pertandingan, rekor 200 clean sheets Petr Cech di Premier League, gol kandang ke-1000 Arsenal di Premier League, dan rekor 50 assists Mesut Ozil di Premier League.

Rekor yang diciptakan Ozil bahkan memecahkan rekor yang dipegang legenda Manchester United, Eric Cantona. Ozil melakukannya lebih cepat melalui 141 laga, berbanding 143 laga Cantona bersama Leeds United dan Man United di era 90-an.

Nama Ozil pun masuk ke dalam daftar sejarah sepak bola Premier League, bersanding dengan 33 nama lainnya yang juga telah memberikan 50 assists di Premier League, yang sudah dibentuk dari tahun 1992.

Gelandang serang berpaspor Jerman menambah koleksi assist-nya ketika melepaskan tendangan bebas yang ditanduk Mustafi, untuk mengoyak jala gawang Watford. Torehan assist Ozil bahkan bisa bertambah menjadi 51, apabila umpan terobosannya di menit pertama dapat dikonversi menjadi gol oleh Aubameyang.

Ozil telah bermain di Inggris sejak tahun 2013, ketika Arsenal mendatangkannya dari Real Madrid. Ozil datang dengan status raja assist di La, di mana assist-nya mencapai angka 26 dan total, Ozil memberikan 29 assists di musim 2012/13 bersama Madrid.

"Dia (Ozil) pesepakbola yang berkualitas. Ketika bola ada di kakinya, Anda takkan pernah tahu apa yang terjadi, tapi Anda selalu tahu dia bisa memberikan operan yang pas. Ketika dia menerima bola dan Anda memberinya sedikit waktu, dia dapat menggerakkan bola dengan sangat baik," ucap pengamat sepak bola, Jamie Redknapp, memuji kualitas bermain Ozil.

Kualitas bermain yang dimiliki Ozil tersebut menggambarkan dengan jelas, mengenai peran dan kontribusinya untuk Arsenal, yang tidak terlalu dilihat fans. Ozil sering disebut pemalas karena gestur tubuhnya tampak terlihat malas, dan jarang turun membantu tim tim bertahan. Namun di balik semua itu, Ozil sedianya seorang pekerja keras.

Ketika kerja keras seorang pemain diukur dengan daya jelajah atau ruangnya bergerak, khususnya ketika bertahan, maka Ozil memiliki cara berbeda untuk membantu tim. Peran bermainnya playmaker yang mengatur serangan, seperti raumdeuter (penafsir ruang) yang bergerak mencari ruang untuk dieksploitasi. Ozil merupakan perwujudan modern raumdeuter laiknya Thomas Muller atau Dele Alli, karena ia tidak dikhususkan mencetak gol, melainkan menciptakan ruang bagi rekan setim.