BolaSkor.com - Salah satu kiprah yang dinantikan dari serunya panggung Premier League adalah pemenang penghargaan Sepatu Emas atau top skor di Inggris. Hal itu menjadi sajian menarik untuk disimak menjelang musim 2020-2021.

Musim lalu Inggris selayaknya bangga karena penyerang lokal, Jamie Vardy memenangi penghargaan top skor Premier League dengan torehan 23 gol yang diikuti Pierre-Emerick Aubameyang dan Danny Ings (22 gol) plus Raheem Sterling (20 gol).

Lima nama dari delapan top skor terbaik Premier League musim lalu dihuni pemain-pemain Inggris. Selain Vardy, Ings, dan Sterling ada juga Harry Kane (18 gol) dan Marcus Rashford (17 gol). Akankah mereka kembali bersaing musim ini? Bisa jadi.

Baca Juga:

Tanpa Penonton di Stadion, Klub Premier League Terancam Rugi Rp13,3 Triliun

Jelang Laga Perdana Kontra Leeds United, Liverpool Didukung Statistik

Profil Singkat 3 Klub Promosi Premier League 2020-2021

BolaSkor.com memiliki analisis mengenai potensi keenam pemain di bawah ini untuk menjadi calon top skor Premier League 2020-2021. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang

Menorehkan 22 gol di Premier League musim lalu dan di musim sebelumnya menjadi top skor bersama dengan Sadio Mane dan Mohamed Salah. Sudah jelas Pierre-Emerick Aubameyang jadi kandidat kuat top skor musim ini.

Konsistensinya mencetak gol benar-benar meningkatkan performa Arsenal. Musim lalu dua golnya membantu Arsenal juara Piala FA dan di Community Shield 2020 golnya juga membantu Arsenal mengalahkan Liverpool.

Kecepatan, intuisi, naluri mencetak gol Aubameyang tak bisa dianggap sepele meski ia sudah berumur 31 tahun.

2. Harry Kane

Harry Kane

Jika tidak diganggu cedera musim lalu Harry Kane bisa jadi bersaing dengan Vardy dalam perebutan top skor musim lalu. Kane (27 tahun) selalu jadi ujung tombak andalan Tottenham Hotspur.

Dalam kondisi terbaik Kane bisa menyelesaikan peluang dengan efisiensi yang bagus dan juga menjadi target man andalan. Permasalahannya taktik Jose Mourinho di Tottenham bisa menyulitkannya mencetak banyak gol, sebab Mourinho bukan manajer yang terkenal dengan permainan ofensif tim yang diasuhnya.

3. Jamie Vardy

Caption

Rubah di dalam kotak penalti lawan. Seperti halnya julukan Leicester City (The Foxes), Jamie Vardy (33 tahun) mewakili klub dengan ketajamannya melihat celah di antara bek, berlari menghindari offside, dan mengintip peluang mencetak gol.

Selama Vardy bisa menjaga konsistensi bermain dan bebas dari cedera sepanjang musim, plus Leicester bermain baik memberikan bola kepadanya, Vardy bisa bersaing juga menjadi top skor.

4. Mohamed Salah

Mohamed Salah

Sejak bermain untuk Liverpool Mohamed Salah meningkatkan kemampuannya. Tidak sekedar jadi penyerang sayap yang lincah dan membuka celah bagi rekan setim, Mo Salah juga menjelma jadi top skor Liverpool.

Kelebihannya dalam melakukan penetrasi yang diakhiri menjadi gol jadi senjata utama Liverpool di lini depan. Bersama dengan Sadio Mane dan Roberto Firmino, Mo Salah membentuk trisula lini depan yang mengerikan.

5. Sergio Aguero

Sergio Aguero

Tidak ada yang meragukan kualitas Sergio Aguero. Jika tidak diganggu cedera striker berusia 32 tahun sulit dihentikan dalam urusan mencetak gol. Apalagi Manchester City arahan Pep Guardiola bermain ofensif.

Apabila Aguero bebas dari cedera sepanjang musim dan dapat bermain konsisten maka bukan tidak mungkin pemain asal Argentina kembali ke daftar top skor tim.

6. Timo Werner

Timo Werner

Musim lalu bersaing dengan Robert Lewandowski di Bundesliga untuk merebutkan status top skor. Meski baru pindah ke Chelsea dan masih harus beradaptasi dengan kultur bermain di Inggris, Timo Werner tetap masuk ke dalam calon top skor Premier League.

Apabila Frank Lampard dapat meracik skuad Chelsea dan memadukan Werner dengan Hakim Ziyech, Kai Havertz, dan Christian Pulisic, maka striker timnas Jerman itu bisa menjaga ketajamannya mencetak gol di Inggris.