BolaSkor.com - Pendekatan taktikal Antonio Conte kepada Chelsea akan dinanti fans The Blues menjelang leg kedua 16 besar Liga Champions, melawan Barcelona, di Camp Nou yang berlangsung Kamis, 15 Maret 2018 pukul 02.45 WIB.

Menjelang laga nanti, Chelsea dalam kondisi tertekan karena diharuskan mencetak gol, setelah leg pertama berakhir 1-1 untuk keunggulan agresivitas gol tandang Barcelona. Chelsea paling tidak harus mencetak gol melalui kedudukan 1-0 atau 2-2 untuk lolos ke fase berikutnya. Sedangkan bagi Barca, skor tanpa gol atau 1-0 sudah cukup bagi mereka lolos ke perempat final.

Bagaimana jalannya pertandingan di laga nanti sedianya sudah dapat diduga. Barca akan menguasai penguasaan bola dan bermain ofensif, mengepung pertahanan Chelsea. Sementara Chelsea, meresponnya dengan pertahanan yang rapat -tanpa memberikan celah- dan mengandalkan serangan balik, ketika mencuri bola dari penguasaan pemain Barca dengan sistem high pressing kala bertahan.

Laiknya pertandingan catur, pertandingan nanti juga berpotensi ditentukan dengan detail-detail kecil, di mana beberapa pemain dari dua kesebelasan berpotensi menjadi pembeda laga nanti. Siapa saja?

1. Willian vs Sergio Busquets

Willian merupakan pencetak gol Chelsea ke gawang Barcelona di Stamford Bridge. Ia juga berpeluang mencetak hattrick kala itu, andai dua peluang lainnya tidak mengenai mistar gawang. Tak diragukan lagi, Willian jadi salah satu pemain yang sangat dikhawatirkan Barca.

Sergio Busquets dan Ernesto Valverde sudah mengutarakan kekhawatiran mereka kepada Willian. Busquets paling berpeluang diberikan tugas oleh Valverde untuk menjaganya, karena Willian sering beroperasi di lini tengah ketika membangun serangan. Di posisi itulah Busquets muncul untuk menjaganya, membendung Willian untuk tidak leluasa ketika berhadapan langsung dengan lini belakang Barcelona.

2. Lionel Messi vs N'Golo Kante

Sama halnya seperti Busquets di Barcelona. Pun demikian N'Golo Kante di Chelsea. Tugasnya memang menjaga kekuatan di lini tengah Chelsea dan melapis lini belakang. Namun, Kante akan lebih berperan aktif dalam menjaga pergerakan salah satu pemain terbaik dunia itu.

Messi mood-nya sedang bagus karena baru saja dianugerahi kelahiran anak ketiganya. Dalam kondisi terbaiknya, Kante saja tidak cukup menghentikan Messi. Dibutuhkan permainan kolektif untuk meminimalisir ancaman dari La Pulga.

3. Eden Hazard vs Paulinho

Fokus lini belakang Chelsea memang Willian. Namun, sosok Eden Hazard tak bisa begitu saja dilupakan oleh pertahanan Chelsea. Biar bagaimanapun juga, Hazard merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Chelsea, yang memiliki kualitas untuk memberikan kerusakan di lini belakang lawan.

Sama seperti Willian, Hazard juga biasanya beroperasi dari tengah untuk mengawali serangan balik. Ketika ia melakukannya, Paulinho tidak bisa terlalu menempatkan posisinya ke depan untuk membantu serangan Barca. Paulinho juga harus membantu Barca dalam fase bertahan. Duel Hazard dengan Paulinho akan sering terjadi di laga nanti.

4. Luis Suarez vs Andreas Christensen

Gol terus lahir dari satu laga ke laga berikutnya dari penyerang berjuluk El Pistolero. Bagi Suarez, satu peluang kecil di dalam kotak penalti Chelsea, sudah sangat cukup baginya untuk dikonversi menjadi gol. Selain itu, Suarez juga memiliki pergerakan yang lincah.

Tugas utama untuk menghentikan Suarez akan diberikan kepada bek muda Denmark, Andreas Christensen. Ia akan bekerja sama dengan Cesar Azpilicueta dan Antonio Rudiger untuk membendung lini serang Barca.

5. Victor Moses vs Jordi Alba

Salah saatu kekuatan utama Chelsea sejak ditangani Conte ada pada sisi sayap permainan. Dalam formasi 3-4-3 atau 3-5-2, dua bek sayap di kiri dan kanan kerapkali mengawali serangan Chelsea. Marcos Alonso di kiri cukup tajam, begitu juga Victor Moses di sisi kanan permainan yang memiliki kecepatan melakukan penetrasi ke area 16 meter lawan.

Menarik untuk dinanti, adu kecepatan Moses dengan bek kiri Barcelona, Jordi Alba. Kehadiran Moses mungkin akan membuat Alba berpikir dua kali untuk lebih sering naik membantu serangan, karena jika dia melakukannya, maka Moses memiliki ruang untuk dieksploitasi di sisi kiri pertahanan Barcelona.

6. Andres Iniesta vs Cesar Azpilicueta

Jika dimainkan oleh Valverde, Iniesta akan menjadi ancaman bagi Chelsea dengan visinya bermain untuk menemukan celah, meski Chelsea bermain dengan sangat rapat. Di leg pertama, gelandang asal Spanyol berusia 33 tahun memberikan assist untuk gol Messi. Pergerakannya dari lini kedua akan sangat diperhatikan Chelsea.

Tugas untuk menghentikannya barangkali akan diberikan kepada kompatriotnya, Azpilicueta. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga pergerakan Iniesta, tanpa harus meninggalkan posisinya di sekitar kanan pertahanan Chelsea.