BolaSkor.com - Manchester United dan produk akademi merupakan dua hal yang relevan dan tidak dapat dipisahkan. Itu ada dalam sejarah klub berjuluk Red Devils yang sudah memenangi 20 titel Premier League.

Man United berdiri sejak 1878 kala masih bernama Newton Heath. Dalam sejarah panjangnya di sepak bola Inggris klub dibangun berdasarkan semangat dan determinasi pemain-pemain muda, khususnya yang berasal dari akademi.

Filosofi yang membangun pondasi klub itu berlanjut dengan istilah Busby Babes, istilah yang diberikan kepada Man United kala dilatih Sir Matt Busby pada medio 1940 hingga 1950-an. United mengembangkan dan melatih pemain-pemain muda dalam tim.

Baca Juga:

Profil Shola Shoretire: Titisan Jay-Jay Okocha yang Setia dengan Manchester United

Pesan Manis Solskjaer untuk Calon Bintang Man United, Shola Shoretire

Terungkap, Man United Langsung Jadikan Ronaldo Pemain Bergaji Tertinggi

Busby Babes

Sir Alex Ferguson melanjutkannya dengan United dan pada akhirnya muncul kelas terkenal 1992 (Class of 92), merujuk kepada alumni akademi yang menjadi tulang punggung tim dan memberi kesuksesan.

Mereka adalah Phil dan Gary Neville, Nicky Butt, David Beckham, Ryan Giggs, dan Paul Scholes. Selama 26 tahun melatih United, Ferguson selalu memberikan kesempatan bermain kepada produk akademi klub (meski tak semuanya dapat kans yang sama).

Tradisi itu berlanjut hingga ke era sepak bola modern. Saat ini ada Marcus Rashford, Mason Greenwood, Scott McTominay, Dean Henderson, dan Jesse Lingard yang menghiasi skuad utama tim arahan Ole Gunnar Solskjaer.

Berbicara mengenai produk akademi United ada satu nama yang cukup menarik saat ini. Dia adalah pemain berusia 17 tahun Shola Shoretire. Dia punya prospek cerah di United dan berikut BolaSkor.com menjabarkan hal menarik mengenainya.

1. Takdir Membawa Shoretire ke MU

Shoretire sudah ada di akademi United sejak usia 10 tahun, tapi ia memulai kariernya bersama Newcastle United. Shoretire pernah jadi bagian dari Wallsend Boys Club dan akademi Newcastle yang terkenal.

Bahkan mantan akademi Newcastle David Ballantyne tak segan melihat Shoretire bak atlet yang sudah siap (matang dalam bermain). Takdir kemudian membawa Shoretire ke Manchester kala orang tuanya ditawari pekerjaan di sana.

"Saya awalnya frustrasi bahwa Newcastle kehilangan salah satu pemain mereka sendiri, tetapi itu adalah skenario yang tidak dapat dihindari dengan orang tuanya yang ditawari pekerjaan di daerah Manchester yang harus mereka ambil," tulis Clark untuk Tribal Football. "Sayangnya tidak ada yang bisa dilakukan Newcastle tentang itu."

Shoretire sempat berada di akademi Manchester City, tetapi pada akhirnya ia bergabung dengan United dan sejak saat itu kariernya berkembang.

2. Pemecah Rekor

Pada usia 14 tahun 314 hari Shoretire memecahkan rekor, menjadi pemain termuda sepanjang masa yang tampil di UEFA Youth League pada Desember 2018. Turnamen itu diperuntukkan untuk pemain U-19 dan Shoretire sudah ada dalam skuad United.

Rekor sebelumnya dimiliki oleh pemain Borussia Dortmund Youssoufa Moukoko (14 tahun sembilan bukan dan 28 hari). Shoretire turun dari bangku cadangan kala United menang 2-1 atas Valencia.

3. Dewasa di Usia Muda

Menilik pemecahan rekor di usia muda itu, serta fakta Shoretire bermain di tim U-23 United memperlihatkan bagaimana kedewasaannya kala bermain di usia 17 tahun. Wajar jika namanya tak pernah luput dari pengamatan Ole Gunnar Solskjaer.

"Saya pikir dia sangat dewasa untuk usianya, dia sama sekali tidak terganggu. Dia bermain untuk tim, dia tahu peran yang harus dia lakukan untuk meningkatkan dirinya dan dia bekerja keras setiap hari," tutur pelatih U-23 United, Neil Wood.

"Apapun yang saya minta dia lakukan, dia tidak masalah dan dia akan melakukannya, jadi ya, saya pikir dia sangat dewasa di luar usianya dan saya pikir itu membantunya beradaptasi dengan bermain sepak bola U-23 dan dia selalu bermain dengan pemain yang lebih tua."

4. Gaya Main

Wood melihatnya sebagai pemain berteknik. Jika disingkat kelebihan bermain Shoretire adalah: cepat, lincah, dapat bergerak cepat di ruang sempit (di antara kawalan lawan), punya visi bermain dan operan bagus, serta kemampuan teknik mengontrol bola.

Kualitasnya itu dipadukan dengan kemampuan Shoretire bermain di banyak posisi dari penyerang sayap kanan, kiri, gelandang serang, gelandang sentral, hingga penyerang kedua.

5. Debut di Tim Utama United

Di musim 2020-2021 Solskjaer memberi kesempatan tampil bagi Shoretire di tim utama United. Tepatnya pada Februari 2021 Shoretire yang menggunakan nomor punggung 74 bermain di Old Trafford dan United menang 3-1. Apa kata Solskjaer setelah debutnya?

"Dia akan memainkan banyak pertandingan untuk kami jika dia terus melakukan apa yang dia lakukan, dia benar-benar berlatih, dia anak yang baik dengan kepala yang baik (berpikir tenang) dan mudah-mudahan dia akan memiliki karier yang sangat bagus untuk kami,” kata Solskjaer kepada MUTV.

"Dia adalah pemuda yang kami percayai. Kami ingin memberinya sedikit rasa (bermain di tim utama). Tentu saja permainan belum selesai, masih enam atau tujuh menit lagi tetapi dia adalah pemain muda yang kami percayai."

6. Pemain-pemain Idola

Tiga nama menjadi idola sekaligus panutan bagi Shoretire. Mereka adalah Ronaldinho, Marcus Rashford, dan Michael Owen. Ketiganya dengan alasan berbeda-beda.

"Ronaldinho. Dia sangat percaya pada dirinya dan berbakat - dia memiliki segalanya, saya pikir begitu," ucapnya soal Ronaldinho.

"Hal-hal yang dilakukannya di luar dan di dalam lapangan pertandingan - dia (Rashford) contoh yang sangat bagus. Saya melihatnya melakukannya, jadi saya juga bisa melakukannya."

"Saya telah berbicara kepadanya langsung (Owen) dan itu menginspirasi, karena dia memainkan debut pada usia 16 tahun dan dia mencetak gol untuk bersenang-senang di usia 16 tahun. Selalu menyenangkan mendengarkannya dari pemain yang lebih tua yang telah pensiun dan itu membantu Anda," urai Shoretire.