BolaSkor.com - Duel sengit bertajuk El Clasico yang mempertemukan Barcelona malawan Real Madrid akan kembali tersaji pada Sabtu (24/10). Laga tersebut syarat dengan kontroversi.

Pada awal musim 2020-2021, Barcelona dan Real Madrid belum menemukan keseimbangan. El Real berada pada posisi ketiga klasemen sementara setelah mengoleksi 10 poin dari lima pertandingan. Sementara itu, Barcelona bercokol pada peringkat kesembilan setelah menuai tujuh angka dari empat pertandingan.

Baca Juga:

Menikmati Kisah Lionel Messi di El Clasico yang Hampir Berakhir

8 Fakta Menarik Jelang El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Real Madrid Kalah Dua Kali Beruntun, Ancaman Pemecatan Mulai Hantui Zinedine Zidane

El Clasico memiliki berbagai alasan untuk menjadi pertandingan paling ditunggu di dunia. Selain kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, banyak kontroversi yang terjadi yang menjadi bumbu penyedap.

Berikut ini adalah enam kejadian kontroversi sepanjang sejarah El Clasico:

Pelemparan Kepala Babi kepada Luis Figo

Insiden Luis Figo

Barcelona merupakan sekolah bagi Luis Figo mengembangkan kemampuannya. Setelah membela Sporting CP, Figo menuju Barcelona sebagai pelabuhan berikutnya.

Bersama Barcelona, Figo menjadi satu di antara pemain terbaik di dunia. Figo dikenal memiliki pergerakan mematikan dan tendangan akurat.

Namun, kebersamaan Figo dan Barcelona tidak berakhir indah. Sang pemain menuju rival Barcelona, Real Madrid.

Real Madrid merogoh kocek 60 juta euro untuk mendapatkan servis Figo pada 2000. Angka tersebut terbilang besar, tetapi dengan rencana besar menghancurkan sang rival, harga pun tak jadi persoalan.

Tak pelak, keputusan tersebut membuat suporter Barcelona murka. Puncak dari hari pembalasan suporter Barca kepada Figo adalah pada laga El Clasico, di Camp Nou, 22 November 2002.

Ancaman yang diterima Figo pada hari itu tidak hanya berupa lisan, tetapi juga perbuatan.

Kejadian bermula ketika Figo mengambil tendangan sudut untuk Real Madrid. Saat sedang mengukur dan bersiap mengambil ancang-ancang, dari kursi penonton, terjadi hujan barang-barang yang ditujukan untuk melukai Figo.

Figo mendapatkan lemparan beraneka ragam benda seperti korek api, botol minuman keras, hingga yang terparah: kepala babi. Konon, serangan tersebut didalangi oleh suporter garis keras Barca, Els Boixos Nois.

Kepala babi bisa dibaca sebagai simbol untuk seorang pengkhianat. Lebih jauh, kepala babi bisa dimaknai sebagai ancaman untuk nyawa.

Kekalahan Telak Barcelona dengan Bumbu Ancaman

El Clasico

Real Madrid meraih kemenangan telak 11-1 pada leg kedua semifinal Copa del Generalissimo di Estadio Chamartin pada 13 Juni 1943. Sementara itu, pertemuan pertama berakhir untuk kemenangan Madrid 3-0.

Suasana leg kedua membuat nyali para pemain Barcelona ciut. Alasannya, sebelum pertandingan terjadi ancaman kepada pemain Barca yang dilakukan suporter Los Blancos.

Beberapa pihak menilai kejadian itu sebagai pemantik persaingan Barcelona kontra Real Madrid semakin membesar. "Tidak ada persaingan, setidaknya hingga pertandingan tersebut," ujar mantan pemain Barcelona, Fernando Argila.

Jose Mourinho Mencolok Tito Vilanova

Jose Mourinho

Bentrokan Piala Super Spanyol antara Barcelona melawan Real Madrid melahirkan kontroversi dengan kontak fisik. Pada saat itu, Jose Mourinho mencolok mata asisten pelatih Barca, Tito Vilanova.

Aksi Mourinho itu membuat para pemain Barcelona naik pitam. Jose Mourinho tak mengakui perbuatannya. Ia menyatakan diri sebagai korban pada akhir pertandingan. The Special One mengaku mendapatkan provokasi.