BolaSkor.com - Baru-baru ini ada pernyataan menarik yang dibuat oleh Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA dan juga mantan manajer Arsenal. Wenger menyoroti sebuah fenomena baru dalam sepak bola.

“Yang menarik adalah bahwa hari ini kita di sini mengatakan "Apa yang perlu dilakukan pria seperti (Edin) Dzeko, yang berusia 36 tahun, untuk bermain di Liga Champions?" tutur Wenger kepada BeIN Sports.

“Beberapa tahun yang lalu kita akan mengatakan 'Apa yang dilakukan pria berusia 36 tahun di lapangan sepak bola di Liga Champions?"

“Itu memberi tahu kita sesuatu yang telah berubah dalam permainan modern – para pemain berpengalaman, terutama striker, bertahan lebih lama dan pemain dominan di Eropa semuanya lahir pada (19)87, 86 dan mereka berusia 35, 36 tahun. Ini fenomena baru."

Baca Juga:

Lionel Messi Bukan Lagi Mimpi Buruk Real Madrid

PSG Gagal Lagi, Begini Nasib Pochettino

Fenomena Baru Dunia Sepak Bola Menurut Arsene Wenger

Fenomena yang dimaksud Wenger itu adalah klub-klub Eropa yang masih mengandalkan pemain berusia 30 tahun atau lebih, tetapi nyatanya mereka bukan sekedar sebagai pemanis di satu klub tapi juga berkontribusi besar.

Dengan pengalaman bermain mereka membaca permainan lebih baik dan jika beruntung tidak cedera, mereka justru menjadi pemain-pemain penting untuk klub.

BolaSkor.com telah merangkum pemain-pemain yang berusia 30 tahun atau lebih tapi masih tetap tampil di level tertingi Eropa. Siapa saja?

1. Karim Benzema

30 gol dan 12 assists sudah dicatatkan Karim Benzema dari 33 laga di seluruh kompetisi dengan Real Madrid. Usianya sudah berumur 34 tahun dan ia masih tetap prima.

Baru ini bahkan Benzema menorehkan hat-trick gol pertamanya di Liga Champions kala Madrid menang 4-1 atas PSG di 16 besar Liga Champions. Trigolnya itu menyingkirkan PSG yang punya Lionel Messi, Neymar, dan kompatriot Benzema, Kylian Mbappe.

Benzema bekerja keras untuk tim dan rajin menjemput bola, bahkan di satu sisi kala ia melakukannya, Benzema tetap tajam dalam mencetak gol. Sudah jelas ia legenda Madrid dan meraih sukses besar di sana.

2. Robert Lewandowski

Penyerang asal Polandia merupakan legenda di Bayern Munchen dan sudah sangat sukses di sana. Musim ini pun ketajamannya terjaga dengan 42 gol dari 35 pertandingan di seluruh kompetisi.

Layak diingat usianya sudah berumur 33 tahun. Lewandowski menggabungkan segala wawasannya mengenai sepak bola dengan pengalaman, kualitas, dan rekan setimnya paham betul apa yang bisa dilakukan Lewandowski jika ia diberikan peluang mencetak gol.

3. Ciro Immobile

Perjalanan Lazio di Liga Europa terhenti di 32 besar oleh Porto, tapi secara pencapaian individu Ciro Immobile tetap tajam, khususnya di Serie A. Pemain berusia 32 tahun sudah melesakkan 25 gol dari 32 laga di seluruh kompetisi.

20 gol dicetaknya di Serie A. Diakui atau tidak, Immobile salah satu penyerang paling konsisten dan tajam yang dimiliki timnas Italia saat ini, meski timnas juga tak punya banyak opsi di lini depan.

4. Olivier Giroud

Jika pada akhir musim nanti AC Milan mampu memenangi Scudetto, maka peran Olivier Giroud tak bisa begitu saja dilupakan - selain Zlatan Ibrahimovic. Giroud menghapus kutukan pengguna nomor 9 Milan setelah Filippo Inzaghi.

11 gol dari 27 laga di seluruh kompetisi sudah dicatatkan pemain berumur 35 tahun tersebut. Pengalaman suksesnya dengan Arsenal, Chelsea, dan timnas Prancis memberikan Milan seorang pemain yang dapat diandalkan di lini depan.

5. Iago Aspas

Mantan pemain Liverpool tak dapat sorotan lebih sejak gabung Sevilla lalu kini dengan Celta Vigo. Meski begitu jika melihat penampilannya di sana, Iago Aspas layak diapresiasi.

Pada usia 34 tahun Aspas menorehkan 13 gol di LaLiga dari 26 pertandingan dan memberi empat assists. Aspas juga bermain baik pada posisi striker setelah sebelumnya menjadi gelandang serang.

6. Luka Modric

'Penyihir' kecil dari Kroasia ini sudah berusia 36 tahun tapi kondisinya masih prima. Itu terlihat kala Luka Modric mampu berlari kencang untuk merebut bola dari pemain PSG di Liga Champions, berduel dengan Messi dan Neymar.

Di laga itu Modric bermain selama 94 menit dengan satu assist lalu statistik: 88 sentuhan bola, 88 persen akurasi operan, satu umpan kunci, tujuh kali memenangi perebutan bola, dua sapuan bola, dan empat tekel. Pada usia 36 tahun apa yang dilakukannya hebat: menunjukkan rasa lapar gelar dan hasrat kuat.