BolaSkor.com - Sevilla menjadi pemenang Liga Europa 2019-2020 setelah menumbangkan Inter Milan 3-2 pada laga final, di RheinEnergieStadion, Sabtu (22/8) dini hari WIB. Los Nervionenses banyak menorehkan rekor pada pertandingan tersebut.

Sevilla yang berpengalaman di Liga Europa bermain lebih baik. Skuat asuhan Julen Lopetegui menorehkan 14 peluang sepanjang pertandingan. Sementara itu, Inter Milan hanya sembilan.

Baca juga:

Sevilla 3-2 Inter Milan: Los Nervionenses Raih Gelar Keenam

Hadapi Sevilla yang Lebih Berpengalaman, Tak Ada Kata Takut pada Kamus Antonio Conte

Sevilla Vs Inter Milan: Pundi-pundi yang Diraup Nerazzurri jika Juara Liga Europa

Sevilla Vs Inter Milan

Tiga gol Sevilla dicetak Luuk de Jong (12, 33') dan Diego Carlos pada menit ke-74. Inter Milan hanya bisa membalas dua gol melalui Romelu Lukaku (5' P) dan Diego Godin (35').

Kemenangan tersebut membuat Sevilla bergelimang rekor. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik usai Sevilla meraih gelar Liga Europa keenam.

1. Sejak musim 2009-2010, Liga Europa telah dimenangi oleh manajer asal Spanyol pada enam dari 11 final (Unai Emery 3, Quique Sánchez Flores, Rafael Benitez, Julen Lopetegui).

Julen Lopetegui

2. Sevilla memenangi gelar Piala UEFA atau Liga Europa enam kali. Itu merupakan yang terbanyak dibanding klub lainnya.

3. Diego Godin mencetak gol pada pertandingan final Liga Champions 2014 dan Liga Europa 2020. Ia menjadi pemain keenam yang mendulang gol di laga puncak Liga Champions dan Liga Europa setelah Steven Gerrard, Hernan Crespo, Dmitri Alenichev, Allan Simonsen, dan Pedro.

4. 12 Menit adalah waktu paling cepat untuk kedua klub mencetak gol di final Liga Europa sejak 1990 ketika Fiorentina melawan Juventus (1-1) yang terjadi hanya dalam tempo 10 menit.

Sevilla

5. Romelu Lukaku adalah pemain pertama yang selalu mencetak gol pada enam pertandingan kompetisi Eropa berturut-turut sejak Cristiano Ronaldo melakukannya antara 2012 hingga 2013.

6. Sevilla adalah tim yang paling banyak memenangi final di kompetisi Eropa. Sevilla menang enam kali dalam enam kesempatan.

7. Luuk de Jong merupakan pemain pertama yang mencetak dua gol sundulan pada satu pertandingan final Liga Europa atau Liga Champions.