BolaSkor.com - Setelah 16 tahun berusaha, Leeds United akhirnya berhasil promosi kembali ke Premier League setelah terdegradasi. Sosok Marcelo Bielsa selaku manajer pantas mendapat kredit tersendiri di balik kesuksesan ini.

Leeds saat ini memimpin klasemen Championship dengan raihan 87 poin. Dengan dua laga sisa, mereka sudah tak mungkin tergeser dari dua besar yang merupakan batas akhir untuk mendapatkan tiket promosi langsung.

Leeds merupakan salah satu tim tradisional Inggris yang cukup disegani. Mereka pernah diperkuat banyak pemain bintang pada dekade 1990-an hingga awal 2000-an. Namun kriris finansial membuat stabilitas tim terganggu hingga akhirnya terdegradasi pada 2004 silam.

Baca Juga:

16 Tahun Penantian Berakhir, Leeds United Kembali ke Premier League

5 Mantan Pemain Leeds United yang Menjadi Bintang Premier League

Kisah di Balik Kontroversi Klausul Kontrak dalam Transfer Alan Smith ke Manchester United

Setelah terdegradasi, Leeds mengalami pasang surut dengan lima kali berganti kepemilikan. Mereka juga terus berupaya untuk promosi kembali ke Premier League.

Sebelum Bielsa, Leeds sudah pernah menunjuk 14 manajer demi mewujudkan ambisi tersebut. Namun tak satu pun yang mampu melakukannya.

Padahal Leeds pernah empat kali lolos ke babak play-off. Dewi fortuna sepertinya tak berpihak kepada tim dari daerah Yorkshire ini.

Pada akhirnya Bielsa menjadi sosok yang selama ini dicari Leeds. Tangan dinginnya berhasil membawa The Whites tampil gemilang.

Namun usaha Bielsa untuk membawa Leeds promosi ke Premier League bukannya lancar tanpa hambatan. Ia juga sempat mengalami berbagai momen suka dan duka.

Berikut momen-momen jatuh bangun Bielsa untuk mmembawa Leeds kembali ke Premier League:

1. Ditunjuk menangani Leeds United

Leeds United mengangkat Bielsa sebagai manajer pada 15 Juni 2018. Namun pria berkebangsaan Argentina itu baru diperkenalkan secara resmi sepuluh hari kemudian.

Dalam konferensi pers pertamanya, Bielsa tak berani berjanji membawa Leeds langsung promosi pada musim perdananya.

Penggemar Leeds menyambut kedatangan Bielsa dengan antusias. Mereka menganggap timnya ditangani seseorang yang istimewa.


2. Mengawali debut dengan gemilang

Leeds United mengawali Championship 2018-2019 dengan menjamu Stoke City. Tim asuhan Bielsa berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1.

Bersama Bielsa, Leeds menerapkan permainan menyerang yang enak ditonton. Para penggemar mereka pun mulai bermimpi untuk kembali ke Premier League.

"Leeds tampak seperti memiliki intensitas dan agresivitas yang lebih besar," kata manajer Stoke, Gary Rowett usai laga.

Sepekan kemudian, Leeds kembali meraih hasil positif. Kali ini Derby County yang ditangani Frank Lampard mampu mereka kalahkan dengan skor telak 4-1.


3. Kasus Spygate

Awal gemilang yang dibukukan Leeds ternoda dengan kasus mata-mata yang cukup kontroversial. Insiden ini terjadi pada Januari 2019.

Kontroversi itu bermula ketika polisi menangkap satu orang mencurigakan di sekitar kompleks latihan Derby County. Orang tersebut ternyata karyawan Leeds United.

Bielsa kemudian mengakui aksi mata-mata tersebut merupakan perintahnya. Menariknya, ia mengaku selalu melakukan hal yang kurang terpuji ini sepanjang karier melatihnya.

FA Kemudian menjatuhi hukuman denda sebesar 200 ribu poundsterling kepada Leeds akibat kasus ini. Bielsa yang merasa bertanggung jawab membayarnya dengan uang pribadi.

Akibat kasus ini, muncul rumor Bielsa akan mengundurkan diri. Namun hal itu akhirnya hanya sebatas rumor.


4. Terpeleset di akhir musim

Dengan sisa empat laga di musim 2018-2019, peluang Leeds untuk lolos otomatis ke Premier League masih sangat besar. Mereka unggul tiga poin dari Sheffield United di peringkat ketiga.

Namun Leeds justru menelan dua kekalahan yang mengejutkan atas Wigan dan Brentford. Hasil buruk tersebut membuat mereka terlempar dari dua besar sehingga harus melakoni play-off untuk memperebutkan satu tiket promosi yang tersisa.

Pada babak semifinal play-off, Leeds bertemu dengan Derby County. Kasus spygate yang sebelumnya terjadi menjadi bumbu tersendiri dalam pertandingan ini.

Leeds berpeluang untuk melaju ke final setelah mencuri kemenangan 1-0 di kandang Derby pada leg pertama semifinal. Namun mereka justru kalah 2-4 di kandang sendiri sehingga harus melupakan mimpinya untuk promosi ke Premier League.

Kegagalan tersebut membuat masa depan Bielsa bersama Leeds berada dalam tanda tanya. Ia bahkan terlihat sudah pasrah jika harus lengser dari jabatannya.

"Jika klub menawarkan saya kesempatan untuk melanjutkan maka saya akan mempertimbangkan usul itu," kata Bielsa usai kekalahan atas Derby.


5. Leeds memperpanjang kontrak Bielsa

Pada akhirnya Bielsa tetap bertahan bersama Leeds. Manajemen menawari perpanjangan kontrak selama setahun ke depan yang langsung disetujuinya.

Bielsa coba memperbaiki skuatnya pada bursa transfer musim panas. Salah satunya dengan meminjam Ben White dari Brighton.

White mampu menjelma menjadi andalan baru Leeds di lini belakang. Skuat asuhan Bielsa bahkan kini menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Championship.


6. Persaingan Championship 2019-2020 sangat ketat

Pada tahun keduanya menangani Leeds, Bielsa dihadapi tantangan dengan ketatnya persaingan di Championship 2019-2020. Perbedaan poin antar klub di papan atas hingga tengah sangat rapat hingga pertengahan musim.

Target Bielsa jelas, yaitu finis di dua besar untuk menghindari play-off. Namun mereka masih tertahan di peringkat ketiga hingga akhir Oktober.

Leeds akhirnya mampu menempati peringkat kedua pada akhir November usai menang 2-1 di kandang Luton. Sejak saat itu mereka tak pernah lagi turun peringkat.

Namun performa Leeds sempat menurun sejak pergantian tahun. Mereka sempat hanya meraih dua kemenangan dari sepuluh laga dan membuat jarak dengan peringkat ketiga hanya dibatasi keunggulan selisih gol.

Beruntung Bielsa mampu memperbaiki penampilan anak-anak asuhnya, Leeds kemudian meriah lima kemenangan beruntun sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus corona.


7. Tancap gas di masa pandemi

Leeds mengawali laga perdananya saat kompetisi bergulir kembali di masa pandemi dengan buruk. Mereka takluk dengan skor 0-2 dari Cardiff City.

Beruntung jarak dengan peringkat ketiga masih relatif jauh. Namun hasil tersebut menjadi alarm bahaya.

Kegagalan pada musim sebelumnya nampak memberikan motivasi tambahan terhadap para pemain Leeds. Sejak kekalahan atas Cardiff, mereka tak lagi terkalahkan dengan catatan lima kemenangan dan sekali imbang.

Di sisi lain, para pesaingnya justru menunjukkan performa yang tak stabil. Leeds bahkan mampu memimpin klasemen dengan cukup nyaman.

Momen yang dinanti Leeds dan para penggemarnya akhirnya tiba pada 17 Juli waktu setempat. Kekalahan West Bromwich Albion atas Huddersfield Town memastikan mereka tim pertama yang promosi ke Premier League musim depan.

Leeds bahkan berpeluang besar untuk mengakhiri musim dengan gelar juara. Syaratnya, mereka memenangi salah satu dari dua laga sisa.